Pantun Cinta

Pantun Cinta – Salah satu jenis sastra yang dapat dibuat dengan mudah yaitu pantun. Pantun merupakan sastra singkat yang dibuat berdasarkan perasaan. Dengan pantun, Anda dapat mudah menciptakan kesan yang baik saat bercengkrama dengan seseorang. Pantun sendiri berfungsi untuk memberi hiburan, memberikan nasihat, dan lain-lain. Pantun cinta merupakan jenis pantun untuk menyalurkan cinta yang mendalam.

Pantun yang bertemakan cinta haruslah dibuat dengan indah dan membuat Hati tersanjung. Anda harus memperhatikan korelasi antar katanya agar terdengar serius dan jujur. Untuk lebih memahami mengenai pantun dengan tema cinta, Anda perlu membaca beberapa informasi berikut ini.

Pengertian Pantun Cinta

Pantun cinta biasanya digunakan untuk dijadikan untuk merayu, menyatakan rasa cinta, dan menyatakan rasa rindu. Sekarang ini pantun biasa digunakan para remaja maupun orang dewasa untuk menggoda pasangannya maupun seseorang yang mereka incar. Dengan memberikan sebuah pantun, akan membuat suasana menjadi lebih romantis.

Dalam membuat pantun cinta harus diperhatikan kondisi dan rasa emosional yang sedang dialami. Gunakan kosakata yang romantis dan mudah dimengerti seperti sebuah pujian yang dapat membuat  pasangan tersenyum-senyum sendiri.

Contoh Pantun Cinta Umum

pantun cinta umum

Jalan-jalan ke samarinda
Tidak lupa bawa sendok
Makin lama makin bahagia
Melihat kamu pacarku yang cantik

Buah sirsak baru dipetik
Buah duku asam rasanya
Ada banyak gadis cantik
Hanya kamu yang aku cinta

Meski hanya buah semangka
Tapi ini bisa diramu
Meskipun kita jarang berjumpa
Tapi cintaku hanya untukmu

Jalan-jalan ke suatu tempat
Tempatnya yang begitu sepi
Pantun cinta sedang dibuat
Buat kamu sang pujaan hati

Pantun cinta sangat romantis
Dibuat dengan sepenuh hatiku
Hai kamu wanita manis
Maukah menjadi pasanganku

Bikin kue pakai tepung ragi
Cari tepung maizena tidak ketemu
Tak perlu kau ragu lagi
Aku akan selalu setia mendampingimu

Duduk di rumah sambil jualan
Yang dijual motor antik
Ini bukan sekadar gombalan
Wajahmu memang cantik

Nunggu angkot di belokan
Naik angkot bertemu kamu
Ingin segera ku ungkapkan
Rasa cinta ini kepadamu

Beli mobil buat balapan
Tapi SIM belum kupunya
Cinta ini selalu kusimpan
Inginkah kau mengambilnya

Pergi ke Bali kapan-kapan
Ingin libur dan segera pulang
Sayang ini selalu ku simpan
Hanya untukmu duhai sayang

Dua katak pergi bertemu
Duduk berdampingan di atas baja
Masih kupandang wajah cantikmu
Walau dari kejauhan saja

Matahari tenggelam sudah
Bulan datang menyapamu
Pagi ini kulihat senyum indah
Jelas terukir di wajahmu

Ayah pergi mengambil baja
Untuk membelikan adik buku
Masih kupandang senyumnya
Untuk jadi penyemangatku

Bintang menyinar malammu
Bintang indah dan sangat lengkap
Bolehkah aku memilikimu
Agar jadi penyemangat hidup

Ke ciamis cari kopiah
Kopiah indah pasti kan didapati
Begitu banyak gadis yang singgah
Hanya kamu yang memikat hati

Pantun Cinta Umum II

pantun cinta biasa

Makan nasi di dekat tempat sampah
Minumnya pakai jus jambu
Janganlah kau pergi menjauh
Aku akan selalu sayang padamu

Sungguh bahaya ular kobra
Jika tergigit bisa koma
Sungguh bahagia aku rasa
Jika kita selalu bersama

Jalan-jalan membawa tomat
Tomat jatuh terus hilang
Pantun cinta aku buat
Hanya untukmu seorang

Tangguh gagah para tentara
Sebatang pipa dibongkar pemburu
Sungguh indah terasa dunia
Diguncang gempa gelora cintamu

Rakit biasa ternyata karam
Batal berlabuh hilang ke mana
Sulit terasa mata terpejam
Ingat senyummu nan jauh di sana

Duduk santai membaca buku
Baca buku cerita cinta
Saat aku bertemu kamu
Eh aku langsung jatuh cinta

Buah salak baru dipetik
buah duku buah delima
Ada banyak wanita cantik
Cuma kamu yang aku cinta

Sore hari berkeliling kota
Berhenti sejenak membaca buku
Mari satukan cinta kita
Jika kamu ingin menerimaku

Ibu Rina jualan jamu
Jualannya pakai sepeda
Aku ingin sekali bertemu
Walau hanya sedetik saja

Meski banyak bunga di taman
Bunga anggrek yang kupilih
Meski banyak pilihan
Hanya kamu yang kupilih

Ikan teri di meja tamu
Kucing datang habis dimakan
Kamu yang selalu kurindu
Dan tak akan pernah kulupakan

Di pantai banyak pohon kelapa
Di kebun banyak pohon duku
Biarlah orang berkata apa
Hanya kaulah terbaik untukku

Pergi ke kota membeli tinta
Keluar rumah membeli pintu
Tidak usah ragu jika cinta
Cukup bilang i love you padaku

Ceritaku hanya kau ketik
Setiap huruf menjadi kata
Ada ribuan wanita cantik
Hanya kamu yang kucinta

Kau berdiri diam terpaku
Melihat pengumuman kau lulus
Cobalah pandangan kedua mataku
Mengandung cinta yang tulus

Pantun Cinta Singkat

pantun cinta singkat

Di atas tiang ada layang-layang.
Kamu sayang hatiku melayang.

Kain batik di kota Mekah.
Neng cantik ayo nikah.

Dalam lesung ada kelapa.
Hidung mancung punya siapa?

Pergi ke kota pakai pedati.
Jauh di mata dekat di hati.

Tajam paku untuk mengukir.
Cinta pertamaku cinta terakhir.

Timang-timang daun lebat.
Kamu memang paling hebat.

Buah kelapa dalam kereta.
Pertama jumpa langsung jatuh cinta.

Asam kandis dari Bugis.
Kamu gadis paling manis.

Tahu gimbal tahu Melayu.
Bukan menggombal bukan merayu.

Rakit hulu menjemput tamu.
Sakit rindu obatnya bertemu.

Rakit hulu dari kelapa.
Sakit rindu obatnya apa?

Baca gurindam, Raja Selatan.
Cinta dipendam, sakit di badan.

Emas permata si tuan raja.
Kalau cinta bilang saja.

Anak itik makan petis.
Sudah cantik kamu romantis.

Burung bertemu di atas awan.
Kepadamu aku tertawan.

Tiada permata kalau tiada batu.
Tidak ada cinta, kalau tidak ada kamu.

Bambu belah jangan dipaku.
Cinta ialah kamu dan aku.

Panas api membakar kedai.
Berani kuhadapi gelombang badai.

Angin melayah ke Trengganu.
Tak kan goyah cintaku padamu.

Pergi ke Barat mencari kerang.
Cintaku ibarat batu karang.

  Pantun Lucu

Pantun Cinta Pendek

pantun cinta pendek

Pohon mangga daunnya rimbun.
Bening mata sebening embun.

Badan gerah kurang segar.
Bibir merah bagaikan mawar.

Jalannya rata kakinya tertatih.
Matanya jelita pipinya putih.

Minum jamu dari singkong.
Liat kamu langsung cintrong.

Satu titik dua kedondong.
Hai cantik temenin aku dong.

Kepiting yuyu makan selada.
Bukan merayu bukan menggoda.

Batik batik dari Solo.
Cantik cantik masih jomblo.

Satu titik di bunga selasih.
Wajahnya cantik hatinya bersih.

Makan kemumu di pohon randu.
Senyumanmu bikin rindu.

Minum jamu di pinggir kali.
Deket kamu nyaman sekali.

Haus minum, badan segar.
Kamu tersenyum hatiku bergetar.

Naik kereta, kereta rusa.
Jatuh cinta berjuta rasa.

Air cuka air mata.
Aku suka kamu cinta.

Odong odong bertalu talu.
Kapang dong kita ke penghulu?

Makan piscok bikn ketagihan.
Kita cocok, cocok di pelaminan.

Burung gelatik terlihat anteng.
Kamu cantik aku ganteng.

Baju batik di pohon kedondong.
Hai cantik godain aku dong!

Burung gelatik indah warnanya.
Kamu cantik siapa yang punya?

Bikin atap dari lontar.
Mata menatap hati bergetar.

Tumbuh kembang di tanah Minang.
Apa abang ingin meminang?

Hari dingin badan lemah.
Saya ingin main ke rumah.

Pantun Cinta Sedih

pantun cinta sedih

Bila kering tiada berseri,
maka mati bunga melati.
Biarlah aku sedih sendiri,
mengenang kisah cinta sejati.

Bintang berkerlip waktu malam,
betapa indah cahayanya.
Di lubuk hati yang paling dalam,
kudoakan agar kau bahagia.

Putik mekar daunnya layu,
kalung emas dalam saku.
Aku datang untuk merayu,
kembalilah engkau kepadaku.

Terbit surya tanda pagi,
insan beriman siapkan diri.
Akankah kita bersama lagi,
merajut kisah cinta sejati.

Ambil air di perigi,
untuk membasuh kweni.
Jika dirimu jauh pergi,
merenung diriku di kamar ini.

Berteduh anak di bawah pohon,
kaki tersayat pisau sembilu.
Kepadamu aku memohon,
kembali padaku seperti dulu.

Tajam peniti pada ujungnya,
panas api pada bara.
Cinta sejati yang kupunya,
bila hilang hatiku sengsara.

Atas kali ada jembatan,
simpang tiga ada titian.
Kesedihan ini menandakan,
cintaku padamu bukan mainan.

Jalan-jalan ke Pulau Bali,
singgah dulu di Banyuwangi.
Pergimu tiada kembali,
hilangmu tiada pengganti.

Luka di bahu terasa pedih,
mata memandang kaki meniti.
Kehilanganmu membuatku sedih,
kemana harus kucari pengganti.

Bagaimana tumbuh melati,
kalau tertimpa oleh kayu.
Bagaimana hati tak sedih,
cinta bersemi kini layu.

Pantun Cinta Romantis

pantun cinta romantis

Malam senin malam rabu
Berdua saling bercinta
Wahai sahabat yang aku tunggu
Akhirnya engkau datang juga

Jarum jatuh dalam jerami
Monyet memetik buah pisang
Lama sekali cinta bersemi
Sekarang rindu kasih sayang

Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar baru
Abang sayang yang ganteng
Neng di sini sudah menunggu

Pagi-pagi makan pepaya
Minumnya es kelapa muda
Walau engkau sudah ada yang punya
Tapi diriku tetap cinta

Menulis pantun dengan pena
Panjang pena 7 senti
Aku rindu dengan yang di sana
Yang dirindu tak mengerti

Pulang belanja dari pasar baru
Tidak lupa beli kacang
Ukhti cantik yang menunggu
Awal bulan kita tunangan

Beribu-ribu pohon beringin
Hanya satu si pohon randu
Saat malam terasa dingin
Hanya wajahmu yang Aku rindu

Papan catur terisi bidak
Mainnya Aku tak bisa
Sms jarang telepon tidak
Apakah kamu sengaja menyiksa

Ke manapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Ke manapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia

Hati senang diundang pesta
Sahabat lama yang sedang dinanti
Apakah ini artinya cinta
Jika tanpa tulus di hati

Tinggi nian pohon kelapa
Batoknya dibakar panas membara
Lama sudah tidak berjumpa
Rindu di dada menggelora

Malam senin ada tamu
Masuk rumah pake sepatu
Kalau engkau ingin jadi pacar halalku
Alhamdulillah ini sesuatu

Kalau cinta ya bilang cinta
Kalau sayang ya bilang sayang
Jangan ditunda-tunda
Nanti diambil orang

Ada orang Maluku dijitak
Dijitak sama orang Batak
Selama jantungku masih berdetak
Cintaku tak akan luluh lantak

Pagi-pagi udah sarapan
Lauknya ikan teri
Selamat pagi Aku ucapkan
Untukmu kekasih hati

Aku sedang minum jamu
Minum di bawah pohon jambu
Aku tak ingin kehilangan kamu
Karena Aku sangat mencitaimu

Pantun Cinta Sejati

pantun cinta sejati

Dari Siantara kue dihantar,
dari Timur mendapat jamu.
Tunggu sebentar tolong sabar,
cinta ini hanya untukmu.

Jauh terlihat pulau Jawa,
pulau jawa banyaklah rawa.
Engkaulah belahan jiwa,
tersambung tali ikatan jiwa.

Baju kusut bunga layu,
papan melekat karena dipaku.
Bukan maksud hati merayu,
tapi mungkin engkau jodohku.

Kayu meranti jatuh melintang,
terputus jalan di pematang.
Pilu hati di waktu petang,
menunggu cinta tak kunjung datang.

Kota lama di masa lalu,
biarkan saja usah diganggu.
Cinta lama telah berlalu,
cinta sejati yang kutunggu.

Gempa kecil namanya lindu,
cahaya senja tampak redup.
Lama kupendam rasa rindu,
tuk seseorang pendamping hidup.

Panas tungku membakar batu,
jalan ke puncak berliku-liku.
Kan kutunggu di ujung waktu,
kapankah cinta datang padaku.

Bunga melati dari Trengganu,
bukit tinggi dari batu.
Sabar hati dalam menunggu,
datangnya cinta memang tak tentu.

Baju basah dikeringkan,
satu peniti jatuh ke kolam
Meski susah kutemukan,
cinta sejati kan kuusahakan.

Ke mana kurcaci lari,
dari Selatan ke Utara.
Ke mana harus kucari
cinta sejati pelipur lara.

Kalau permata terlihat indah,
indah sekali bukan sekedar.
Kalau cinta katakan cinta,
jangan sampai cintamu pudar.

Bunga melati tempat kutilang,
anak Melayu membuat talam.
Cinta sejati semakin hilang,
susah dicari siang dan malam.

Api panas tangan melepuh,
air kali kurang bersih.
Banyak jalan yang kutempuh,
demi dirimu duhai kekasih.

Kalau memang kayu jati,
lebih kuat dari meranti.
Kalau memang cinta sejati,
jangan dipendam dalam hati.

Kalau dadu bilang dadu,
jangan katakan itu gundu.
Kalau rindu bilang rindu,
aku di sini juga menunggu.

Orang asing di pelabuhan,
bingung tersesat tak tahu jalan.
Kepalaku pusing tidak karuan,
mikirin kamu abang pujaan.

Duri bukan sembarang duri,
duri tajam setajam belati.
Cari bukan sembarang cari,
cari cinta yang sejati.

Pantun Cinta Islami

pantun cinta islami

Memang asyik menari zapin,
Pelepas penat sebagai hiburan.
Suami adalah seorang pemimpin,
Kan dimintai pertanggungjawaban.

Telah menyimpang Abu Lahab,
Tak mau beriman dari hatinya.
Jadilah suami bertanggung jawab,
Lahir batin istri bahagia.

Banyak insan hidup melarat,
Namun jiwanya tetap kuat.
Ikutilah aturan dan syariat,
Niscaya istri menjadi taat.

Pagi hari membaca Quran,
Hati tenang tak ada kegaduhan.
Meskipun ada pertengkaran,
Ujungnya adalah keteduhan.

Jika lari seekor rusa,
Indah sekali dilihatnya.
Cinta tidak dapat dipaksa,
Cinta tumbuh dari dalam jiwa.

Ayah Nabi ialah Abdullah,
Nabi yatim di masa kecilnya.
Menikah karena Allah,
Untuk mencari keridhaan-Nya.

Burung merpati burung dara,
Bermain tinggi di batu permata.
Hidup rukun sejahtera,
Bila sama-sama saling mencinta.

Belum titik hanya koma,
Masih ada lanjutannya.
Menikah adalah setengah agama,
Jagalah setengah yang lainnya.

Masak ikan saus tiram,
Campur dengan tepung kentang.
Membaca Quran hatipun tentram,
Masalah hilang rahmat Allah datang.

Duduk santai di tengah taman,
Secangkir kopi telah dipesan.
Al Quran jadikan pedoman,
Bacalah tiap hari jangan bosan.

Manusia berkumpul di kota Mekah,
Kota Mekah banyak berkahnya.
Suami jangan sampai salah langkah,
Demi keluarga dan masa depannya.

Tangan berdarah karena luka,
Cari obat harus ke mana?
Istri dijaga dari api neraka,
Bersabar mendidiknya kunci utama.

Rama pergi mencari Sinta,
Lelah badan jatuh ke rumput.
Saling menjaga saling mencinta,
Kalau salah nasehatnya lemah lembut.

Ibu pandai membuat brownies,
Jadi anak jangan suka sinis.
Di dalam rumah yang harmonis,
Suami istri berwajah manis.

Sudah tinggi pohon Pinang,
Angin bertiup pohon bergoyang.
Dalam rumah tangga yang tenang,
Pasti didirikan sholat sembahyang.

Terdengar suara lamat-lamat,
Suara kaki berjalan lambat.
Meskipun kepala penat,
Istri sholehah laksana obat.

Berjalan jauh kakipun lelah,
Istana raja amat dekatnya.
Meskipun di luar banyak masalah,
Di dalam rumah terasa bahagia.

  Pantun Nasehat

Pantun Cinta Gombal

pantun cinta gombal

Takut teramat sangat kala turun ke kali,
Wajah tak ramah buaya selalu terbayang.
Kenapa hatiku ini jadi rindu sekali,
Setiap lewati malam selalu ada bayang terkenang.

Jikalau Raja bersihkan mata,
Janganlah sampai tercoreng arang.
Kalau sampai raja berani bermain cinta,
Janganlah sampai bermain cinta terlarang.

Jika bukan karena ada lintah,
Manalah mungkin jengah turun kekali.
Kalaulah bukan karena rasa cinta,
Manalah mungkin ada rasa rindu di dalam hati.

Anak kumbang pergi menuju rawa,
Didalam rawa malah bertemu lintah.
Meskipun abang itu sudah tua,
Tetapi entah kenapan hatiku selalu cinta.

Pemuda mengirim kue rasa madu,
Madu ada banyak lalu buat siapa.
Dengarkan suara jeritan hatiku rindu,
Tak disangka tak diyana kita malah berjumpa.

Dibawa bersama supaya ringan,
Meski airnya jumlahnya cuma sekendi.
Aduh cintaku kenapa bertepuk sebelah tangan,
Bagaikan bunga kembang tak jadi bersemi.

Menatap dirimu aku tak pernah jemu-jemu,
Kudapati dirimu saat lewati tirai
Kala rindu bersaut kusebut sebaris namamu,
Tak terasa air mata ini terjatuh dan berderai

Tahu dari manakah datangnya perintah,
Dari Allah diturunkan ke Nabi.
Tahu dari manakah datangnya rasa cinta,
Tentu saja dari mata jatuh turun ke hati.

Burung kenari riang berkicauan,
Hinggapnya di ranting dahan pohon randu.
Menangis di pojok sembari menatap rembulan,
Tak kuasa menahan dan menanggung aroma rindu.

Selendang kecil tersimpan didalam saku,
Kedinginan karena tertimpa curah hujan.
Sungguhlah rinduku tertancap dalam hatiku,
Menunggu hadirnya sang pujaan.

Kalau Rindu padamu dinda ingin bertemu,
Tetapi pada sesiapa rindu ini dikirimnya.
Terlanjur diri Jatuh cinta kepadamu,
Tentu akan kurawat dan kujaga selamannya.

Ada kumpulan biawak susur rawa,
Perutnya lapar jadilah ia makan berudu.
Sudah sangat lama kita tidak bersua,
Apakah masih tersisa tempat ruang rindu.

Kobaran Api terbakar menyala membara,
Disiram air berkubik-kubik tak mati- mati.
Kenapa Rindu di dalam dada rasa tiada kukira,
Karena mengharap hadirnya sang pujaan hati.

Bambu cina dibuat rakit,
Bambunya kupotong panjangnya sama.
Sungguh tak kuduga hatiku sakit,
Karena cinta suciku tak jua kau terima.

Sajian rujak segar lezat dari mengkudu,
Disimpan sejenak didalam loyang.
Malam sudah tiba merasa tumbuh rindu,
Apakah ini pertanda hadirnya rasa sayang.

Pantun Cinta Rayuan

pantun cinta rayuan

Raga baru sehat dari meriang,
Rasanya segar saat datangnya pagi.
Saat sudah bertumbuh aroma kasih sayang,
Jangan sampai cintamu engkau tega dibagi.

Hujan sore hanya gerimis baru saja reda,
Airnya tak lelah mengalir dalam sepi.
Amboi Indah sekali kala rindu di dada,
Menambah syahdu di sanubari.

Jual bakwan laku satu
Di rumah Iwan meminum ramuan temu
Sudikah adinda mencintaiku?
Seperti kakanda mencintaimu..

Tatapan matanya ke arahku dengan sayu,
Menerawang jauh hingga ke ujung bukit.
Amat pintar dirimu merayu,
Pantas saja selalu rindu di hati ini menjangkit.

Pasar baru beli mangga kweni,
Beranjak ke sana kala sudah senja.
Teruntuk cinta yang tulus nan murni,
Ijab kobul semoga moga lekas terlaksana.

Elok terlihat rupa lukisan guci,
Mendapatkannya saja harus ke negeri cina.
Sangatlah cantik bila cinta nan suci,
Semoga kebahagiaan berbaur dengan berbunga.

Ubi jalar hidupnya merambat,
Ubi ditanam pertanda banyak guna.
Saat panah cinta sudah ditambat,
Kepada pemuda tampan berparas bak arjuna.

Duduk termenung di awal hari,
Manjakan imaji dengan angan-angan.
Adalah indah kala cinta berseri,
Jika terikat indah dalam ikatan suci.

Sebuah dongeng cina si kera sakti,
Dahulu adalah zaman yang lama.
Bila memang dalam diri sudah sehati,
Kumohon agar cinta suci ini engkau terima.

Kupanjat bambu dengan belati,
Sakit rasanya jika terkena mata.
Rindu itu bisa tumbuh di hati,
Sebagai alat penyemai dari cinta.

Ada baju kotor akan dicuci,
Harus bersih karena baju sang raja.
Kusembahkan wahai cinta suci,
Teruntuk dirimu yang kupuja.

Makanan enak namanya Sagu
Sagu punya ibu nana
Jika kamu suruh aku menunggu
Kutunggu kau hingga 1000 purnama

Sudah lelah kurang energi
Mencari kucing hilang tak kunjung temu
Sungguh tak perlu kau ragu lagi
Aku akan selalu setia mendampingimu

Melihat tarian Saman
Tari Saman sungguh antik
Ini bukanlah sekedar gombalan
Wajahmu itu sungguhlah cantik

Pergi ke pasar membeli kerupuk
Ibu juga membeli usus
Wajahku mungkin memang buruk
Tetapi hatiku pasti sungguh tulus

Ada seseorang lagi bertamu
Dibuka pintu sungguh manisnya
Bolehkah aku mencintaimu
Walau aku apa adanya

Pantun Cinta Lucu

pantun cinta lucu

Ada tali di dalam kardus
Diambil bapak di hari senin
Kalau dari pagi hujan terus
Paling enak yuk kita kawin

Jalan jalan ke kota Paris
Melihat rumah berbaris baris
Biarpun maut di ujung keris
Asal dapat nona yang manis

Di pinggir kolam makan bubur
Makan bubur di atas sampan
Dari semalem nggak bisa tidur
Selalu teringat wajah yang tampan

Buah duku buah rambutan
Cuci piring di bawah jembatan
Entah jodoh atau pun bukan
Mari awali dengan persahabatan

Berakit-rakit kita ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Berpacar-pacaran kita dahulu
Lalu akhiri dalam pernikahan

Jika ingin menanam tebu
Tanamlah di dekat kayu
Kalau engkau cinta padaku
Bilang saja I Love U

Jalan jalan di kota keramat
Tersesatnya di Karibia
Malam – malam slalu teringat
Bantal guling ku sangka dia

Kalau bukan karena bulan
Tidaklah bintang meninggi hari
Kalau bukan karena tuan
Tidaklah aku sampai di sini

Makan roti minumnya jamu
Dicampur madu di atas pizza
Walaupun tadi kita ketemu
Namun rindu masih terasa

Dari jam tujuh sampai sepuluh
Badan lelah banyak pekerjaan
Sudah banyak yang aku tempuh
Demi dirimu duhai sang pujaan

Duri kecil bukan sembarang duri
Duri tajam setajam belati
Cari bukan sembarang cari
Mencari cinta janji sejati

Kertas baru dipukul batu
Dicampur jamu di atas tungku
Cinta suciku cukuplah satu
Untuk kamu sepanjang waktu

Cowok dewasa tumbuh kumis
Tumbuh juga di atas betis
Di saat turun hujan gerimis
Rindu dikau yang romantis

Ada buah pohonnya tinggi
Bunganya harum dibuat jamu
Kemana pun engkau pergi
Aku selalu merindukanmu

Kain disulam ternyata bagus
Saking bagusnya banyak pesanan
Dari semalam hujan terus
Paling enak buat kawinan

Pelangi datang setelah hujan
Mentari terbang untuk bersinar
Jika datang insan pujaan
Hati senang berbinar-binar

Pantun Cinta Buat PDKT

pantun cinta buat pdkt

Ada kayu ada papan
Papan milik orang Pemalang
Sayang ini selalu kusimpan
Untukmu duhai wanitaku sayang

Hamparan langit biru luasnya
Elok ketika semakin senja
Gadis berkerudung biru sungguh cantik
siapakah yang punya

Membawa kerang adik manis
Menjadi merah pipinya dicubit
Wahai sayang selamat tidur
Mimpi indah malam ini

Membeli bumbu pergi ke warung
Membeli ketumbar lupa pula
Manis dan indah senyummu
Sampai tak bisa tidur dibuatnya

Bertamu harus sopan
Jangan meremehkan tuan rumahnya
Cinta ini selalu kusimpan
Inginkah engkau mengambilnya

Lengketnya lem berserakan
Dengan air kran dibersihkan
Sudah lama dekat kita ini
Kapan mau pacarannya

Ada sepatu berwarna merah
Beli di kota baru
Maukah dirimu cantik
Jalin kasih dengan diriku

Dipagi hari telat bangun
Badan lesu karena panik
Sungguh bahagianya diri ini
Ada wanita secantik dirimu

Merem mata takut disuntik
Rasanya perih jarum menusuk
Selamat malam cantik
Sedang apa nih cantik

Ada itik anaknya bebek
Berlari mengejar kerupuk
Ada wanita cantik
Kita jadian yuk

Jatuh terpeleset di selokan
Malunya dilihat ibumu
Ingin segera aku ungkapkan
Rasa cinta ini kepadamu

Dihari rabu bertemu
Minum susu disaat pulang
Hampa hari hariku
Tidak ada sapa darimu

Pergi ke sanggar sore sore
Bertemu ibu ditengah jalan
Hatiku berdebar tiba tiba
Melihatmu sejak pertama kali

Sembilu yang dulu
Salah satu laguku
Nama indahmu ku sebut selalu
Di dalam doa setiap waktu

Ke laut kita menyelam
Ke aceh melihat tari saman
Jikalau cintaku sudah mendalam
Jarak jauh tak ku hiraukan

Makan-makan ditengah saung
Ada beberapa pohon jati
Betapa hatiku sedang terbingung
Menunggu jawaban si jantung hati

***

  Pantun Lucu

Pengertian pantun cinta dan beberapa contohnya yang dijabarkan diatas dapat Anda gunakan sebagai ilmu dasar untuk membuat pantun. Perlu diperhatikan bahwa untuk membuat suatu pantun, Anda harus melibatkan rasa yang kuat agar pantun tercipta sesuai harapan. Dengan ini, pasangan akan merasa bahagia saat mendengar pantun yang Anda ucapkan.