Contoh Teks Autobiografi

Contoh Teks Autobiografi – Terdapat banyak jenis tulisan yang bisa Anda temukan dalam dunia kepenulisan, salah satunya adalah autobiografi. Ia merupakan jenis tulisan yang memiliki sifat pribadi dan menceritakan tentang kehidupan penulis, karena sebagian besar autobiografi ditulis sendiri oleh pengarangnya atau dengan melakukan kerja sama dengan penulis lain. Anda bisa menggunakan contoh teks autobiografi sebagai acuan untuk kepenulisannya.

Jika ditilik dari pengertian secara bahasa, teks autobiografi berasal dari bahasa Yunani. Auto memiliki arti sendiri, bios bermakna hidup, dan graphien, asal dari kalimat grafi kemudian memiliki arti menulis. Sehingga isi dari autobiografi sebagian besar adalah lika-liku kehidupan yang dialami oleh seseorang, mulai dari kelahiran, masa sulit, kebahagiaan, dan keadaannya hingga saat ini.

Dari segi kepenulisan, autobiografi menggunakan tulisan dengan sudut pandang orang pertama, bisa merupakan aku ataupun saya. Ini berbeda dengan tulisan biografi pada umumnya yang menggunakan sudut pandang orang ketiga. Sumber dari penulisan autobiografi kebanyakan merupakan ingatan penulis, namun juga bisa mengandalkan berbagai dokumen yang mendukung.

Ketika sedang menulis teks autobiografi, penulis memiliki hak untuk tidak mencantumkan suatu pengalaman yang dirasa kurang relevan. Berbeda dengan menulis diary yang memilik sifat topik lebih bebas, contoh teks autobiografi umumnya memilik topik tertentu yang mengikat, biasanya berupa kisah perjalanan menuju kesuksesan maupun topik spesifik lainnya.

Ciri Teks Autobiografi

ciri teks autobiografi

Jika Anda hendak menulis teks autobiografi, terdapat beberapa ciri yang harus ada di dalamnya. Apabila ciri tersebut tidak ada di dalamnya, berarti Anda tidak sedang menulis contoh teks autobiografi. Berikut merupakan ciri-ciri autobiografi yang sebaiknya Anda ketahui, diantaranya adalah:

  1. Teks autobiografi menceritakan tentang kehidupan dan kisah perjalanan hidup seseorang, bisa ditulis oleh diri sendiri ataupun dibantu oleh penulis lain.
  2. Ia ditulis berdasarkan pengalaman dan ingatan yang dimiliki oleh tokoh utama atau penulis itu sendiri, bukan berdasar ingatan dari orang lain atau tokoh ketiga.
  3. Dalam autobiografi terdapat berbagi informasi mengenai kehidupan awal tokoh utama, dari masa yang sulit sebelum sukses hingga keberhasilan dan pencapaian yang dilakukan.
  4. Dalam berbagi contoh teks autobiografi, banyak penulis yang hanya menuliskan sifat positif saja di dalamnya. Jarang penulis menceritakan mengenai sifat negatif atau kelemahan yang dimiliki.
  5. Jenis teks autobiografi ditulis selain sebagai pengingat bagi diri sendiri, motivasi bagi orang lain, atau bisa juga ditulis sebagai bentuk pencitraan. Biasanya teks dengan model autobiografi ditulis oleh orang yang berkarir di dunia politik, walaupun dewasa ini memiliki penulis dengan profesi yang beragam.
  6. Penulisan autobiografi umumnya dilakukan agar masyarakat lebih mengenal tokoh utama, mengetahui bagaimana caranya ia bertahan hidup, berusaha meraih kesuksesan dan lainnya dengan harapan menjadikan kisah tersebut sebagai hikmah dan motivasi.

Struktur Teks Autobiografi

struktur teks autobiografi

Selain ciri yang kompleks, penulisan teks biografi juga tidak lepas dari struktur kepenulisan. Agar tulisan yang dihasilkan lebih menyeluruh dan lengkap, Anda dapat mengacu pada beberapa contoh teks autobiografi yang tersebar di internet maupun di buku teknis kepenulisan autobiografi.

Dengan memperhatikan struktur kepenulisan teks biografi, Anda bisa meminimalisir kesalahan tulisan pada saat menulis naskahnya. Teks yang Anda buat akan memiliki struktur yang bertahap dan memudahkan pembaca untuk memahaminya. Berikut adalah struktur teks autobiografi secara umum, Anda bisa menggunakannya sebagai acuan draft sebelum aktivitas menulisnya dilakukan.

  1. Latar Belakang Keluarga

Pada bagian ini penulis akan menjelaskan mengenai riwayat keluarga dimana ia hidup dan di besarkan. Penjelasan yang meliputi latar belakang keluarga adalah nama dan keadaan ayah serta ibu, tanggal dan tempat lahir, serta saudara yang ia miliki dan kondisi ekonomi maupun sosial dari keluarga tersebut.

  1. Latar Belakang Pendidikan

Struktur kedua adalah riwayat pendidikan yang penulis alami, sebaiknya ditulis secara berurutan dari awal mulai jenjang pendidikan yang diikuti hingga jenjang akhirnya. Banyak contoh teks autobiografi yang juga menyebutkan nama sekolah yang dihadiri oleh penulis, berikut dengan aktivitas dan kegiatan yang dilakukan disana.

  1. Latar Belakang Prestasi

Karena bertujuan untuk membangun citra yang positif, maka menunjukkan latar belakang prestasi yang telah dicapai bisa menjadi salah satu struktur yang harus penulis tuliskan. Ada baiknya menuliskan seluruh prestasi yang sudah dicapai, baik dari kecil hingga prestasi terakhir yang di dapatkan.

  1. Latar Belakang Pekerjaan

Selanjutnya adalah latar belakang pekerjaan yang telah dilakukan, atau bisa juga kisah sedang mencari pekerjaan. Banyak penulis autobiografi yang juga menulis permulaan usaha maupun karirnya dalam bagian ini, sebagai bentuk citra positif yang ingin ditampilkan.

  1. Latar Belakang Hasil Karya

Jika penulis sudah pernah membuat suatu karya, memasukkannya dalam tulisan autobiografi merupakan pilihan yang tepat. Dengan begitu, pembaca akan mengetahui berbagai karya yang telah ditulis oleh penulis tanpa harus melakukan penelusuran mandiri. Namun tidak semua contoh teks autobiografi menuliskan hal tersebut, apalagi jika dalam perjalanan penulis belum pernah membuat suatu karya.

Jenis Teks Autobiografi

contoh teks autobiografi dan jenisnya

Setelah mengetahui ciri dan struktur kepenulisan teks autobiorafi yang benar, maka mengetahui jenis kepenulisan autobiografi juga tidak boleh Anda lewatkan. Dengan mengetahui jenis teks autobiografi yang Anda tulis, Anda bisa menjangkau pembaca utama dari teks yang Anda tulis. Di bawah ini merupakan berbagai jenis teks biografi yang dibedakan berdasarkan isinya.

  1. Autobiografi Fiksi

Jenis ini merupakan autobiografi yang dituliskan untuk tokoh yang fiksi atau tidak ada di dunia nyata. Penulis dari autobiografi tersebut adalah pengarang novel yang ingin menjelaskan lebih detail mengenai kehidupan suatu karakter yang ada di bukunya. Ia ditulis seolah-olah oleh karakter tersebut, dimana pengarangnya harus menyelami karakter dan pemikiran tokoh tersebut.

  1. Autobiografi Palsu

Jenis kedua adalah autobiografi palsu, dimana penulis memasukkan berbagi kejadian fiktif untuk menjual buku yang ia buat. Biasanya berupa contoh teks autobiografi yang memberikan gambaran kesengsaraan yang dialami oleh tokoh, baik berupa kemiskinan, hidup di keluarga yang buruk, dan lain sebagainya.

  1. Autobiografi sebagai Kritik Totalitarianisme

Teks autobiografi ini ditulis oleh korban dari penentangan rezim yang tengah berjalan atau sebelumnya pernah berkuasa di jamannya. Penulisannya dimaksudkan sebagai kritik untuk rezim totaliter dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Isinya berupa penindasan yang di dapatkan oleh tokoh utama dan perlawanan yang ia lakukan.

  1. Autobiografi Tokoh yang Tidak Dikenal

Terdapat pula seseorang yang belum terkenal dan menuliskan autobiografinya sendiri sebagai bentuk pengenalan diri kepada masyarakat. Harapannya, setelah contoh teks autobiografi tersebut diterbitkan, ia mendapatkan perhatian dan simpati masyarakat yang kemudian akan memudahkannya untuk berkarir.

  Contoh Teks Drama

Dengan mengetahui jenis teks autobografi yang ditulis, ia bisa membantu Anda untuk meningkatkan nilai profesionalitas yang Anda miliki.

Contoh Teks Autobiografi

Menulis autobiografi juga dapat digunakan sebagai bentuk refleksi masa lalu dan menyadari perubahan yang telah Anda lakukan dari tahun ke tahun berikutnya. Untuk memudahkan Anda dalam menulis, Anda bisa menggunakan contoh teks autobiografi berikut ini.

Contoh Teks Autobiografi Pribadi Singkat

contoh teks autobiografi singkat

Anda dapat membuat teks autobiografi pribadi dengan menuliskan secara singkat mengenai latar belakang keluarga dan kejadian penting yang telah Anda lalui sebelumnya. Contoh teks autobiografi pribadi dapat Anda perhatikan dalam tulisan berikut.

***

“Namaku adalah Anisa Dyah, lahir di Pulau Seribu pada 7 Juli 1989. Sebagai anak pertama, aku memiliki dua orang adik laki-laki. Ayahku bernama Andi Brahma sedangkan ibuku bernama Anni Aliya. Biasanya aku dipanggil Nisa oleh keluarga, namun teman-temanku lebih sering memanggilku Ani.

Perbedaan pemanggilan nama tersebut tidak membuatku risau, karena keduanya diambil dari nama yang diberikan oleh orang tuaku. Aku bersekolah di sekolah negeri di semua jenjang pendidikan, dari SD sampai SMA. Walaupun tidak kaya, namun keluargaku cukup mampu untuk memenuhi kebutuhanku dan kebutuhan kedua adikku.

Pekerjaan ayahku adalah guru, sedangkan ibuku mengajar les privat di rumah. Sejak kecil aku dilatih untuk hidup dengan jujur, bekerja keras, dan tidak mudah berputus asa. Ibuku juga menekankanku untuk selalu berbuat baik kepada semua orang, agar menjadi manusia yang berguna untuk orang lain.”

baca juga: Contoh Teks Biografi

Contoh Teks Autobografi yang Berfokus pada Prestasi

Banyak penulis autobiografi yang berfokus dengan prestasi yang telah mereka capai, dengan begitu mereka bisa memotivasi pembaca untuk terus bekerja keras meraih mimpinya. Jenis dan contoh teks autobiografi ini cukup mudah untuk dibuat.

***

“Namaku Ahmad, setiap hari aku meluangkan waktu untuk menulis dan mengasah kemampuan tersebut. Dengan menjadikannya sebagai hobi, aku berharap dapat menjadikannya sebagai sumber penghasilan ketika aku sudah dewasa. Dari hobi menulis tersebut, aku sudah membuat beragam jenis tulisan, dari artikel, puisi, cerpen, hingga berbagai karya tulis ilmiah maupun makalah.

Makin lama aku menulis, aku mulai makin percaya diri mengikuti perlombaan menulis yang dilakukan oleh instansi pendidikan ataupun lembaga lainnya. Walaupun tidak semua lomba yang ku ikuti menang, namun aku pernah beberapa kali mendapatkan hadiah dari perlombaan yang ku juarai. Selain uang, aku pernah mendapatkan berbagai hadiah lain, seperti pulsa, pakaian, tas, maupun voucher belanja secara gratis.

Ketika hendak mengikuti perlombaan menulis, biasanya aku melakukan brainstroming terlebih dahulu, atau setidaknya membuat draft dan kerangka tulisan yang hendak ku kembangkan nantinya. Dengan begitu, proses menulis menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Teknik ini kupelajari dari seminar yang pernah kuikuti secara online.

Sekarang aku sudah menerbitkan novel sendiri dan beberapa kali ikut menerbitkan buku antologi yang ditulis secara komunal oleh komunitas penulis. Beberapa tulisan yang sudah ku buat juga sempat diterbitkan di koran dan media sosial. Dengan menggeluti hobi tersebut, aku berharap di masa depan menjadi penulis yang terkenal dan terus berkembang.”

Contoh Teks Autobografi Tentang Pendidikan

contoh teks autobiografi pendidikan

Anda juga bisa menuliskan autobiografi berdasarkan jenjang pendidikan yang telah Anda lakukan. Banyak contoh teks autobiografi yang mengangkat tema serupa dan bisa Anda jadikan sebagai acuan penulisan. Jangan lupa memberikan detail mengenai kegiatan apa yang Anda lakukan di tiap jenjang pendidikan agar pembaca tidak merasa bosan.

***

“Aku lahir dari keluarga yang cukup mampu, namaku Ilma Sari Putri. Ayahku seorang pengusaha, sedangkan ibuku pegawai kantor swasta yang cukup besar di Jakarta. Walaupun tidak berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan, namun kedua orang tuaku ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, salah satunya dengan memilihkan sekolah untukku.

Sejak berada di taman kanak-kanak, aku dimasukkan ke dalam TK internasional. Saat itu, ibuku beralasan bahwa aku sebaiknya menguasai bahasa Inggris sejak dini dan mengetahui perbedaan kultur budaya antara tiap budaya yang ada di dunia. Sekolah internasional pertamaku tersebut cukup jauh dari rumah, ayah mengantarku dengan mobil setiap pagi.

Setelah lulus dari sana, ibuku juga memasukkanku ke sekolah dasar dengan jenis yang sama. Disana aku makin banyak mendapatkan teman dari suku dan kewarganegaraan yang berbeda. Walaupun begitu, kami semua berteman dengan baik. Salah satu sahabatku adalah Anne, ia berasal dari Singapura. Ia tinggal di Indonesia karena ayahnya memiliki bisnis di sini.

Banyak kegiatan yang kami lakukan di sekolah, dari mempelajari sastra, matematika, hingga pengetahuan alam seperti sekolah pada umumnya. Satu kali dalam seminggu kami mengasah kemampuan bakat dan minat masing-masing. Kami juga dibekali bagaimana cara berkomunikasi yang baik sehingga tidak kesulitan ketika hendak bergaul dalam kehidupan sosial.”

baca juga: Contoh Teks Editorial

Contoh Teks Autobiografi Pengalaman Masa Kecil

Menuliskan pengalaman masa kecil juga bisa Anda lakukan untuk membuat teks autobiografi pribadi. Contoh teks autobiografi tersebut bisa Anda simak dalam paragraf singkat berikut ini. Anda dapat menuliskan pengalaman masa kanak-kanak atau menjelang remaja sebagai tambahan scene nostalgia di autobigrafi yang Anda buat.

***

“Aku lahir di salah satu desa yang berada di kaki Gunung Lawu, karena itu masa kecilku kuhabiskan di hutan, sawah, maupun sungai. Sejak kecil, aku dan teman-temanku sering bermain di hutan yang tidak jauh dari rumah. Seringkali aku juga diajak ayah untuk memanen coklat di dekat hutan, atau jenis buah lain yang sedang musim. Kami sekeluarga memiliki lahan yang cukup luas di dekat hutan.

Salah satu kejadian yang paling membuatku terkesan di masa kecil adalah bagaimana ayah memanen buah kelengkeng. Ada 4 sampai 5 pohon kelengkeng di kebun kami, dan berbuah cukup lebat ketika sedang musimnya. Ayah memanjat pohon tersebut dengan gesit, kemudian menjatuhkan banyak buah kelengkeng untuk kunikmati sembari menunggu ayah memotong pangkal ranting buahnya.

Ketika sedikit lebih dewasa, kira-kira berumur 10 tahun, aku meminta ayah mengajariku bagaimana memanjat pohon kelengkeng. Ayah mengajariku dengan baik, namun ketika aku mulai memanjat, aku merasa kesulitan. Setelah banyak berlatih dan terjatuh, akhirnya aku bisa memanjat pohon kelengkeng dengan mudah seperti ayah mengajariku.

Suatu hari, ayah dan aku pergi untuk mengambil sisa buah kelengkeng yang matang. Karena terlambat, beberapa ranting buah terpaksa di panen lebih lambat. Aku meminta izin ayah untuk memanjat pohon pertama, ayah mengizinkannya dengan pesan hati-hati, sebab di pagi hari pohon kelengkeng masih licin. Aku yang terlalu senang tidak memperhatikan batang pohon dengan baik akhirnya terjatuh dari ketinggian 4 meter.

  Contoh Teks Tanggapan

Untungnya di bawah pohon kelengkeng hanya ada rumput dan tanah, namun kakiku keseleo dan tidak bisa berjalan dengan baik selama beberapa hari. Setelah kejadian itu, aku selalu berhati-hati ketika hendak memanjat pohon apapun.”

Contoh Teks Autobiografi Pelajar

contoh teks autobiografi pelajar

Saya adalah seorang perempuan dengan nama Indan Novia yang biasa di panggil dengan nama Novi. Saya di lahirkan pada tanggal 1 September tahun 1994. Pada tahun tersebut saya lahir di desa yang bernama Mangkurejo. Sejauh ini, pertumbuhan saya selalu di iringi oleh kasih sayang orang tua yang tiada habisnya. Mereka senantiasa menuntun berbagai hal kepada saya.

Dalam ranah pendidikan, di tahun 2007 saya lulus sekolah dasar di SD Mangkurejo 1. Di sini saya mulai mempelajari berbagai hal dan mendapati bahwa ada kemampuan akademik tersendiri yang tersimpan dalam diri. Singkatnya, saya bisa di sebut sebagai salah satu murid yang cukup pandai di kelas. Bahkan, hingga lulus tidak pernah meleset mendapatkan peringkat 5 besar.

Prestasi tersebut merupakan kebanggan tersendiri bagi kedua orang tua. Dalam hal ini saya pun sangat bersyukur karena tidak hanya berhenti di sini, melainkan di jenjang SMP pun saya masih mengukir prestasi akademik. Bahkan, di sini saya berhasil meraih berbagai prestasi lain di bidang seni. Mulai dari seni musik hingga seni tari sejak SMP hingga lulus SMA.

Memasuki usia 19 tahun, saya mulai memasuki perguruan tinggi untuk melanjutkan Studi. Dalam hal ini saya memiliki jurusan teknik informatika di salah satu Universitas ternama. Saya memilih jurusan tersebut karena memang begitu tertarik dengan hal-hal yang berbau teknologi. Dan selama kuliah pun saya begitu menikmati pendidikan yang telah saya putuskan tersebut.

Di sini, saya lulus kuliah di tahun 2017 sebagai lulusan terbaik. Sekali lagi, hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kedua orang tua saya yang telah mendidik, membiayai dan membesarkan hingga puluhan tahun lamanya. Berhubung sudah menjadi lulusan terbaik, tentu saja prestasi ini tidak akan di sia-siakan begitu saja dan saya memutuskan mulai bekerja.

Sesudah wisuda tahun lalu saya melamar pekerjaan di sebuat perusahaan ternama pula pada bidang yang sesuai dengan kemampuan dan pendidikan S1 saja. Di sini saya bersyukur sekali karena perusahaan menyambut dengan baik dan menerima saya menjadi bagian dari mereka hingga sekarang dengan kepercayaan yang tinggi setelah satu tahun lamanya.

Contoh Teks Autobiografi Pahlawan

Aku dilahirkan saat matahari terbit, 6 Juni 1901, sehingga ibuku memberi julukan “putra sang fajar”. Ia percaya kelahiranku menandakan terbitnya fajar di abad yang baru, setelah berlalunya abad kesembilan belas yang penuh kegelapan.

Keluargaku terdiri dari empat orang: bapakku, Raden Soekemi Sosrodiharjo, ibuku, Ida Ayu Nyoman Rai, kakakku Soekarmini, dan aku sendiri. Aku dibesarkan di Mojokerto dan bersekolah di Eerste Inlandse School, tempat Bapak menjadi mantri guru, dan kemudian pindah ke Europeesche Lagere School (ELS).

Lulus dari ELS, aku masuk Hogere Burger School (HBS) di Surabaya dan tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Pada bulan Juni tahun 1921, aku pergi ke Bandung dan melanjutkan kuliah di Sekolah Teknik Tinggi (Technische Hoogescmehool/THS).

Aku baru berusia 20 tahun saat suatu ilham politik yang kuat menerangi benakku. Di selatan Bandung, aku bertemu petani muda miskin bernama Marhaen. Nama itu lalu kupakai untuk menamai semua orang Indonesia yang bernasib malang sepertinya.

Pada tahun 1922, aku mengalami kesulitan yang pertama. Dalam sebuah rapat besar di Kota Bandung, di tengah pidatoku yang berapi-api, kata “Indonesia” melompat dari mulutku. Rapat itu dihentikan oleh polisi Belanda dan profesor universitas memintaku berhenti berpidato selama masih dalam studi.

Janjiku sudah terpenuhi, pendidikanku sudah selesai, tidak ada lagi yang akan menghalangiku berjuang untuk rakyat. Tanggal 4 Juli 1927 adalah waktu yang tepat bagiku untuk mendirikan partaiku sendiri, Partai Nasional Indonesia.

Pada periode tahun 1929 hingga 1942, aku keluar-masuk bui dan diasingkan. Berawal dari Penjara Banceuy, aku lalu dipindahkan ke Penjara Sukamiskin. Setelah itu, aku dibuang ke Ende dan kemudian diasingkan ke Bengkulu.

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, aku dilarikan ke Padang dan akhirnya kembali ke Jakarta. Setelah hampir 13 tahun, masa tahanan dan pembuangan berlalu. Aku bersyukur bisa pulang ke tempatku semula dan menjadi pemimpin rakyatku lagi.

Di tengah rasa sakit, pada tanggal 17 Agustus 1945, kulaksanakan hal yang sudah kurencanakan di Saigon: proklamasi kemerdekaan Indonesia. Saat itu bulan Ramadan, 17 adalah tanggal diturunkannya Alquran, jumlah rakaat salat dalam sehari, dan bertepatan dengan Jumat, hari baik dalam Islam.

Aku tidak mau kemerdekaan yang kuperjuangkan sepanjang hidupku diberikan sebagai hadiah kepadaku seperti sedekah kepada pengemis. Kemerdekaan haruslah merupakan buah dari usaha kita sendiri. Apa saja yang melanda, kami akan selalu ingat slogan revolusi: “Sekali merdeka tetap merdeka!”

Bila sudah waktunya untuk pergi, aku hanya ingin menutup mata dengan tenang di tempat tidur, di antara pangkuan Tuhan. Aku ingin beristirahat di tanah airku tercinta dan kesederhanaan dari mana aku dilahirkan. Kuburkanlah aku menurut agama Islam dan di atas batu kecil yang biasa, tulislah:

“Di sini, beristirahat Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.”

Contoh Teks Autobiografi Panjang

contoh teks autobiografi panjang

Nama saya Alda Rena Nuranisya, nama panggilan saya Alda, agar lebih singkat lagi panggil saja Al, atau Da, silahkan pilih sesuka hati. Ayah saya bernama Jhenit dan ibu saya bernama Hartati. Saya anak kedua dari tiga bersaudara, dan saya adalah anak perempuan satu-satunya diantara mereka. Saat ini saya tinggal di kabupaten Bekasi, tepatnya di jalan Panda III No. 16 blok D-8 desa Jayamukti, kecamatan Cikarang Pusat. Saya lahir di Cianjur tanggal 27 bulan Maret tahun 1995.

Setelah usia saya menginjak empat puluh hari, dari Cianjur kedua orangtua saya memutuskan untuk tinggal di Ibu Kota Indonesia, yaitu Jakarta, tepatnya di jalan Asahan II, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Hal tersebut diputuskan dengan alasan pekerjaan ayah saya, dua tahun lamanya saya dan keluarga tinggal ditempat itu.

Setelah itu, dengan alasan ingin mengurus tanah kakek saya di Cianjur, kedua orangtua sayapun memutuskan kembali kekota kelahiran saya. Di Cianjur, saya dan keluarga tinggal disebuah desa yang bernama Sukadana, tepatnya di kecamatan Campaka. Saat itu memang ditempat kelahiran saya tersebut kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya mudah didapat, namun saya sangat menyukai kota kelahiran saya dengan hamparan kebun teh yang luas dan udaranya yang sangat sejuk.

Tahun 2001, saya mulai memasuki bangku sekolah dasar. Saat itu saya bersekolah di SDN Cakra Sari, selama dua tahun saya belajar disekolah itu. Menginjak kelas III SD, keluarga sayapun kembali memutuskan untuk tinggal ditempat lain, masih dengan alasan yang sama seperti ketika pindah ke Jakarta yaitu pekerjaan ayah. Akhirnya kota Bekasi-lah pilihannya, tepatnya di Cikarang Pusat, disini saya melanjutkan kembali sekolah saya di SDN Jayamukti 01 hingga saya lulus pada tahun ajaran 2006/2007.

Setelah itu saya melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi di SMPN 4 Cikarang Utara, selama tiga tahun saya berangkat sekolah ketempat tersebut menggunakan angkutan umum. Saat itu saya memang merasa lelah dan berat dalam mencari ilmu, namun saat itu pula saya sadar, betapa nikmatnya hidup yang diberikan Tuhan saya, yaitu Allah swt., kepada saya. Sebab saya tahu diluar sana masih banyak anak-anak yang bahkan merasakan bangku sekolah dasarpun tidak, apalagi melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi seperti saya.

Tahun ajaran 2009/2010 saya lulus dari SMP tersebut dan melanjutkan sekolah lagi di SMAN 1 Cikarang Pusat. Disinilah saya mulai membangun cita-cita, mimpi dan harapan saya kedepan.

Cita-cita berawal dari mimpi

Ketika saya duduk dibangku kelas X, saya mendapat sebuah pertanyaan yang sebenarnya sering saya dengar dan sering pula saya jawab, namun tak pernah memikirkannya lebih jauh lagi. Pertanyaannya sederhana, tetapi tetap saja membuat saya berpikir 1000 kali lagi untuk menjawabnya, pertanyaan itu adalah: cita-cita kamu mau jadi apa? …

Saya ingat, pertanyaan tadi sebenarnya sudah terlontar sejak saya masih kanak-kanak dan saat itu pula saya sudah bisa menjawabnya. Bedanya dengan sekarang, saya menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah keyakinan atas dasar pemikiran saya sendiri.

Dulu, saya menjawabnya asal. Hari ini saya jawab ingin menjadi dokter, besok saya jawab ingin menjadi guru, esoknya lagi saya menjawab menjadi penata busana, esoknya lagi saya jawab ingin menjadi arsitektur, begitulah seterusnya.

Setelah itu, sayapun lebih berhati-hati dalam menentukan cita-cita juga mencari jati diri saya. Alhamdulillah, sayapun kini menemukannya.
Saya ingin menjadi penulis novel.

Mengapa? Hal tersebut sebenarnya berkaitan dengan kegemaran saya dalam membaca dan bacaan yang sangat saya minati adalah novel, berbagai jenis novel saya akan baca, namun yang lebih saya minati adalah novel yang bertemakan pengorbanan dan persahabatan. Bukan hanya itu. Saya juga gemar mengkhayal, barmain dalam ‘mimpi’ dan saya pikir, dari pada saya asyik sendiri bermain didunia fantasi, lebih baik saya berbagi keasyikkan itu dengan yang lainnya. Yaitu melalui cerita yang kelak saya tulis dalam bentuk novel. Amin.

Jelang kenaikkan kelas, sebelumnya saya harus menentukkan jurusan mana yang saya pilih. IPA, IPS atau Bahasa? Sayangnya disekolah saya belum ada jurusan Bahasa yang benar-benar saya minati. Akhirnya tanpa memilih, sayapun ditempatkan dikelas IPA.

I am in science

Awalnya saya merasa enjoy dengan jurusan ini. Setelah beberapa bulan saya jalani, ternyata…. berat. Fisika dengan sederet rumusnya, kimia dengan nama-nama anehnya, biologi dengan hafalannya. Lalu sayapun melihat garis keturunan saya. Sepertinya saya salah jurusan, itulah yang saya pikirkan saat itu. Karena ayah saya sewaktu SMA mengambil jurusan IPS, ibu saya lulusan SMEA atau sekolah menengah EKONOMI atas yang jelas-jelas masuk ke IPS, lalu kakak sayapun memilih jurusan IPS, padahal sebelumnya ia direkomendasikan oleh guru-gurunya untuk masuk IPA. Saat itu saya merasa tidak bisa apa-apa dijurusan IPA.

Jadi? Mengapa saya mengambil langkah nekad untuk tetap bertahan di IPA ini? Saat itu saya hanya mengikuti ‘arus’ saja karena keputus-asaan tidak bisa mengambil jurusan Bahasa. Namun saat ini saya tahu jawabannya. Itu karena jalanNya.

Pemikiran saya akan ‘salah jurusan’ langsung sirna. Saya yakin, apabila Allah swt. telah memilihkan jalan untuk saya, maka itulah jalan yang benar, saya juga menjadi yakin, bahwa saya bisa dijurusan IPA, karena saya ingat sebuah petuah. “Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang diluar kemampuan hambaNya untuk menyelesaikan cobaan tersebut.” Ya kan?! Selain dari itu sayapun percaya pada guru-guru saya yang memilihkan jurusan IPA, karena mereka menempatkan saya di IPA pastinya dengan sebuah alasan, dan mungkin (mudah-mudahan) itu karena mereka percaya bahwa saya bisa dijurusan ini. Amin.

Dan disekolah sayapun mengikuti beberapa ekstrakulikuler, salah satunya Heart Centre. Disini saya dilatih untuk lebih percaya diri, lebih berani untuk mengemukakan pendapat. Dan disini pulalah saya menemukan motto hidup saya.
“Lebih baik mendatangkan keajaiban, daripada menunggu keajaiban datang.”

Maksudnya saya lebih suka mengejar suatu hal yang dapat mendatangkan keajaiban daripada menunggu suatu hal tersebut, karena hal itu tak akan datang dengan sendirinya apabila kita tidak berusaha untuk mendapatkannya. Dan dengan diimbangi do’a tentunya.
Harapan

Saat ini saya duduk dibangku kelas XII masih dengan jurusan IPA, yang insyaallah dalam jangka waktu dekat saya akan menghadapi sederet peristiwa mengerikan namun juga tak kalah penting. Yaitu; Ujian Praktik, Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

Saya juga sangat ingin melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi, yaitu kuliah, namun dikarenakan keadaan ekonomi keluarga saya yang kurang mendukung, sayapun bertekad untuk berusaha mendapatkan bangku pendidikan itu tanpa memberatkan kedua orangtua saya, tentunya dengan cara yang halal. Saya mengikuti program bidik misi. Sayapun berharap semoga saya diterima dalam program bantuan dana pendidikan ini. Amin.
Jikapun Allah belum menghendakinya saya akan terus berusaha mencari sekolah dengan biaya ringan, kalaupun masih belum saatnya, saya yakin, kapanpun itu, dengan cara halal, Allah akan membantu saya. Amin.

Dan apabila saya bisa mendapat program bidik misi tersebut, saya akan mencari universitas yang mengadakan jurusan sastra jepang, atau sastra bahasa indonesiapun tak apa. Entah sejak kapan saya menyukai bahasa Jepang, tetapi saya sangat berminat untuk mengambil jurusan itu. Semoga Allah menghendakinya. Amin.

Lalu apabila saya sudah lulus, saya akan berusaha mencari pekerjaan dan membuat hidup keluarga saya mapan. Amin.
Mereka yang kusayangi

Harapan saya tak akan terkabul tanpa restu dari orang-orang yang saya sayangi, yang utama adalah kedua orangtua saya, lalu saudara, guru dan sahabat-sahabat saya yang senantiasa berbagi cerita dengan saya. Dan yang utama dari yang utama adalah Allah swt. tanpaNya aku lemah, tanpaNya aku sesat, tanpaNya aku bukan siapa-siapa.

Terimakasih yang tak terhingga untuk Allah swt. dan kedua orangtua saya. Terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang selalu mendukung saya. Terimakasih.

Satu lagi kutipan favorite saya, datangnya dari otak jenius Albert Einstein.

“hal indah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan.”

****

  Contoh Teks Editorial

Itulah penjelasan singkat mengenai ciri, struktur, jenis dan contoh teks autbiografi yang bisa Anda jadikan sebagai kerangka acuan. Agar tidak memberi kesan monoton, Anda bisa berlatih menulis teks autobiografi sejak dini.