Contoh Surat Perjanjian

Contoh Surat Perjanjian – Surat perjanjian adalah salah satu dokumen yang berkaitan erat dengan dunia bisnis. Jenis surat ini adalah surat yang mengikat dua pihak yang terlibat di dalamnya. Meskipun surat ini kebanyakan digunakan dalam dunia bisnis, Anda pun harus tahu tentang apa itu surat perjanjian, struktur, jenis dan contoh surat perjanjian ini kalau-kalau nanti membutuhkannya.

Pengertian Surat Perjanjian

Meskipun banyak digunakan, mungkin banyak diantara Anda yang belum mengetahui tentang apa itu surat perjanjian. Surat perjanjian adalah jenis surat yang berisi tentang kesepakatan atau perjanjian antara dua pihak dan juga tentang hak serta kewajiban pihak yang terlibat tersebut. Surat perjanjian ini sifatnya mengikat antara kedua belah pihak untuk tidak melakukan ataupun melakukan hal-hal tertentu like yang sudah disebutkan di dalamnya.

Sebagaimana dalam penjelasan tersebut, surat perjanjian berfungsi sebagai bukti yang autentik bahwa pihak-pihak yang terlibat melakukan kesepakatan. Surat perjanjian ini juga berfungsi sebagai dasar untuk melaksanakan hal-hal yang sebelumnya sudah disepakati di dalamnya. Karena itu penting untuk Anda mempelajari berbagai contoh surat perjanjian dan jenis-jenisnya.

Apabila terjadi pelanggaran dari salah satu pihak, maka surat perjanjian ini menjadi acuan untuk menggugat pihak yang sudah melakukan pelanggaran tersebut. Karena itu, jika memperhatikan contoh surat perjanjian, maka poin-poin yang disebutkan tadi akan tercantum di dalamnya. Selain beberapa hal tersebut, adanya surat perjanjian juga memiliki kegunaan lain, yaitu:

Membuat kedua pihak yang terlibat dalam kesepakatan menjadi lebih tenang. Dengan adanya surat perjanjian ini maka sudah ada kesepakatan dan kepastian yang menjamin hak dan kewajiban kedua belah pihak. Bahkan juga sudah tercantum konsekuensi apabila melanggar.

Adanya surat perjanjian bisa membuat kedua belah pihak yang terlibat bisa mengetahui dengan jelas batasan dan kewajiban diantara keduanya. Maka, jika Anda memperhatikan dalam contoh surat perjanjian, Anda pasti akan menemukan poin tentang hak dan kewajiban.

Dapat menghindarkan perselisihan yang mungkin terjadi di masa depan antara kedua pihak. Inilah tujuan mengapa surat perjanjian dibuat dengan sejelas mungkin, termasuk hak, kewajiban dan konsekuensi. Sebab, jika di masa yang akan datang terjadi perselisihan, surat inilah yang akan menjadi pencegahnya. Surat ini juga berguna untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin terjadi akibat kesepakatan tersebut.

Syarat Surat Perjanjian

Surat perjanjian yang memiliki peran dan fungsi yang begitu penting tersebut tentu harus dibuat dengan teliti dan cermat. Sebelum Anda mempelajari contoh surat perjanjian dan membuat sendiri surat perjanjian untuk kebutuhan Anda, ketahui dulu bahwa surat perjanjian akan dianggap sah jika memenuhi beberapa unsur tertentu. Berikut ini adalah syarat yang menjadikan surat perjanjian sah.

  1. Ditulis Di Atas Kertas Segel atau Kertas dengan Materai. Syarat pertama sahnya sebuah surat perjanjian adalah media penulisannya. Surat perjanjian tidak bisa ditulis di sembarang media. Harus menggunakan kertas bersegel atau setidaknya kertas dengan materai di atasnya. Dengan begitu perjanjian yang tertulis di dalamnya dinilai sah. Karenanya, pada contoh surat perjanjian, Anda akan menemukan kolom untuk materai.
  2. Kedua Belah Pihak yang Terlibat Harus Memahami Isi Perjanjian. Syarat sah surat perjanjian selanjutnya adalah pemahaman isi perjanjian oleh kedua pihak yang terlibat. Kedua pihak yang terlibat dalam kesepakatan harus memahami isi perjanjian dengan baik sebelum disepakati. Dengan begitu bisa mencegah terjadinya perselisihan di masa depan. Mempelajari berbagai jenis dan contoh surat perjanjian akan sangat membantu Anda dalam hal ini.
  3. Dalam Kondisi Dewasa dan Waras dalam Membuat Surat Perjanjian. Selanjutnya yang juga harus dipenuhi oleh kedua pihak yang terlibat dalam perjanjian adalah kondisi saat pembuatan kesepakatan atau perjanjian tersebut. Ketika membuat surat perjanjian, kedua pihak tersebut harus dalam keadaan dewasa dan waras. Dengan begitu keduanya secara sadar dan dewasa dalam menentukan isi surat perjanjian tersebut.
  4. Isi Surat Perjanjian Harus Terperinci dan Jelas. Agar sebuah surat perjanjian sah, maka di dalamnya yang mana merupakan isi dari surat perjanjian tersebut haruslah jelas dan terperinci. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, harus dijelaskan secara jelas dan terperinci. Mulai dari tentang kewajiban dan hak yang harus dipenuhi dan dijalankan oleh kedua pihak hingga konsekuensi yang harus ditanggung apabila melanggarnya. Karena itulah dalam setiap contoh surat perjanjian akan dijelaskan secara rinci setiap poinnya.
  5. Isi Harus Tunduk pada Undang-Undang dan Norma yang Berlaku. Selain harus jelas dan terperinci, isi surat perjanjian juga harus tunduk pada Undang-Undang serta norma susila yang berlaku di masyarakat. Hal ini perlu ditekankan untuk menghindari perjanjian atau kesepakatan yang isinya justru bertentangan dengan undang-undang dan norma susila.
  Contoh Surat Kuasa

Jenis Surat Perjanjian

Setelah mengetahui kegunaan dan syarat sahnya sebuah surat perjanjian, Anda juga harus tahu tentang jenis-jenis surat perjanjian. Ada banyak contoh surat perjanjian yang bisa Anda temukan di berbagai sumber. Namun, dari berbagai contoh tersebut, Anda harus bisa membedakan jenis-jenisnya agar Anda bisa mencontoh surat perjanjian sesuai yang Anda butuhkan. Berikut adalah jenis-jenis surat perjanjian yang harus Anda ketahui.

  • Surat Perjanjian Jual Beli

Jenis pertama sekaligus salah satu contoh surat perjanjian yang paling sering ditemukan adalah surat perjanjian jual beli. Sesuai namanya, surat perjanjian jual beli adalah surat perjanjian yang berisi tentang kesepakatan transaksi jual dan beli antara dua pihak. Dalam surat perjanjian ini, kedua belah pihak harus sudah mencapai kesepakatan atas urusan jual beli tersebut.

Isi surat perjanjian ini adalah kewajiban dari pihak yang berstatus penjual untuk menyerahkan barang yang dijualnya, sedangkan pihak lain yang statusnya sebagai pembeli berkewajiban untuk membayarkan sejumlah uang sesuai kesepakatan harga yang sebelumnya sudah ditentukan. Setelah pihak pembeli menyatakan barang yang dijual tersebut menjadi miliknya, maka kewajiban pembeli tersebut adalah membayarkan uang sesuai harga yang disepakati.

  • Surat Perjanjian Sewa Menyewa

Jenis surat perjanjian selanjutnya adalah perjanjian sewa menyewa. Contoh surat perjanjian ini juga banyak ditemukan karena jenis surat perjanjian ini juga banyak digunakan. Surat perjanjian ini berisi tentang kesepakatan antara pihak penyewa dan pihak yang menyewakan. Dalam perjanjian ini, pihak yang menyewa disebut sebagai pihak I dan pihak penyewa disebut sebagai pihak II.

Jika memperhatikan contoh surat perjanjian sewa menyewa ini, Anda akan mengetahui bahwa isi surat perjanjian tersebut menyebutkan bahwa pihak yang menyewakan akan memberikan suatu benda atau barang tertentu (biasanya bangunan, tanah dan lain sebagainya) kepada pihak penyewa dalam kurun waktu tertentu. Jangka waktu penyewaan ini juga sudah ditentukan terlebih dahulu oleh kedua belah pihak. Di lain sisi, pihak penyewa wajib membayarkan uang sewa dalam jumlah tertentu atas pemakaian barang yang disewakan tersebut.

  • Surat Perjanjian Sewa Beli (Angsuran)

Surat perjanjian sewa beli (angsuran) adalah jenis surat perjanjian berikutnya. Jenis surat perjanjian ini menyebutkan tentang pembayaran suatu barang yang bisa dilakukan dengan cara mengangsur. Isi perjanjian menyebutkan bahwa barang akan diserahkan kepada pembeli setelah surat perjanjian tersebut ditandatangani. Meskipun demikian, hak kepemilikannya masih ada pada pemilik barang sampai kewajiban angsuran lunas.

Dari penjelasan tentang sistem dalam isi surat perjanjian ini, disimpulkan bahwa surat kepemilikan masih ada pada pemilik, sampai angsuran lunas. Selama belum lunas, maka status barang tersebut adalah sewa, jadi pembeli masih menyewa. Contoh surat perjanjian ini juga cukup banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Surat Perjanjian Kerja
  Contoh Surat Lamaran Kerja

Surat perjanjian kerja adalah jenis surat perjanjian selanjutnya yang juga sering digunakan. Contoh surat perjanjian kerja ini juga banyak ditemukan di berbagai sumber sebagai referensi untuk belajar. Seperti namanya, surat perjanjian ini berisi perjanjian antara pemberi kerja dan pekerja. Dalam hal ini, objek dalam jenis surat perjanjian ini adalah layanan atau jasa yang diberikan oleh pekerja kepada perusahaan atau pemberi kerja.

Kalau diperhatikan, isi surat perjanjian ini hampir sama dengan surat perjanjian jual beli. Bedanya hanya pada objek, dimana pada surat ini objeknya adalah jasa atau layanan itu tadi. Di dalam contoh surat perjanjian kerja ini, isinya adalah poin tentang pernyataan bahwa pekerja atau karyawan telah diterima di perusahaan tertentu, lama masa kerja, tanggung jawab pekerjaan hingga jumlah gaji tunjangan dan lain sebagainya.

  • Surat Perjanjian Borongan

Jenis surat perjanjian berikutnya adalah surat perjanjian borongan. Surat perjanjian ini dibuat berisi tentang kesanggupan dari pemborong untuk mengerjakan pekerjaan secara borongan sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan yang disepakati. Perjanjian ini dibuat antara pemilik proyek dan pihak pemborong atau pihak yang mengerjakan proyek.

Poin-poin penting dalam isi surat perjanjian borongan ini selain tanggung jawab pekerjaan yang harus dikerjakan, jangka waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan syarat-syarat lain dalam penyelesaian pekerjaan, juga berisi tentang kewajiban pembayaran. Dalam perjanjian ini, pemilik proyek juga berkewajiban untuk membayarkan harga pekerjaan sesuai dengan kesepakatan. Contoh surat perjanjian ini juga cukup mudah ditemui.

  • Surat Perjanjian Meminjam Uang

Surat perjanjian meminjam uang adalah jenis surat perjanjian terakhir yang harus Anda ketahui. Jenis surat perjanjian ini dibuat antara pihak yang meminjamkan uang dan pihak peminjam. Dalam hal ini, isi surat perjanjian tersebut adalah peminjam mendapatkan uang dalam jumlah tertentu serta kewajiban untuk mengembalikannya beserta bunganya dalam kurun waktu tertentu yang tertulis dalam kesepakatan.

Jenis surat perjanjian ini juga termasuk contoh surat perjanjian yang sangat familiar bagi masyarakat secara umum. Umumnya, pihak yang mengeluarkan surat perjanjian ini adalah bank sebagai pihak yang meminjamkan uang.

Kumpulan Contoh Surat Perjanjian Terbaik

kumpulan contoh surat perjanjian terbaik
contoh surat perjanjian | freepik.com

Setelah mempelajari tentang hal-hal dasar dari surat perjanjian dan jenis-jenisnya, selanjutnya Anda harus tahu beberapa contoh surat perjanjian berdasarkan jenis-jenis yang disebutkan di atas. Mengetahui contoh dari jenis-jenis surat perjanjian yang dijelaskan di atas sangat penting, sebab, setiap jenis surat perjanjian yang berbeda juga memiliki isi yang berbeda. Berikut adalah contohnya.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Surat Perjanjian

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

  • Nama: Elvan Pratama
  • Umur: 35
  • Pekerjaan: Pegawai Negeri Sipil
  • NIK: 36378468895678
  • Alamat: Jl. Bunga Teratai No. 15 Malang, Jawa Timur

Dalam surat perjanjian ini nantinya akan disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

  • Nama: Reyhan Revaldi
  • Umur: 33
  • Pekerjaan: Dosen
  • NIK: 25738485589957
  • Alamat: Jl. Soekarno Hatta No. 12 Malang, Jawa Timur

Dalam surat perjanjian ini nantinya akan disebut sebagai PIHAK KEDUA

Dalam hal ini PIHAK PERTAMA sebagai pemilik menjual tanah kepada PIHAK KEDUA sebagai pembeli, dengan ini melakukan jual beli tanah, yakni:

  1. Sebidang tanah seluas 530m² atas nama Suparman. Adapun tanah tersebut memiliki batas-batas sebagai berikut.
  2. Sebelah barat dan utara berbatasan dengan tanah Bpk. Mahmud
  3. Sebelah selatan dan timur berbatasan dengan tanah Bpk. Irawan
  4. Dengan perjanjian ini bersepakat bahwa kepemilikan atas tanah PIHAK PERTAMA tersebut berpindah kepada PIHAK KEDUA. Perjanjian ini akan berlaku sejak tanggal penandatanganan perjanjian ini oleh kedua pihak yang disaksikan oleh para saksi.

Sehubungan dengan jual beli tersebut, kedua pihak dengan penuh kesadaran setuju untuk mengadakan perjanjian jual beli atas tanah tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut.:

Pasal 1

PIHAK PERTAMA menjamin bahwa tanah tersebut adalah milik pribadi dan tidak sedang disewakan atau dijual pada pihak manapun.

Pasal 2 Harga

Tanah yang diperjualbelikan tersebut disepakati dengan harga Rp 460.000.000,- atau terbilang empat ratus enam puluh juta rupiah.

Pasal 3 Metode Pembayaran

Pembayaran atas tanah yang disebutkan dalam perjanjian ini dilakukan secara tunai, dapat dilakukan dengan transfer ke rekening bank BRI milik PIHAK PERTAMA atas nama ELVAN PRATAMA dengan nomor rekening 1246748747. Pembayaran dilakukan saat pelaksanaan penandatangan perjanjian atau selambatnya 2 hari setelah penandatanganan perjanjian.

Pasal 4 Penyerahan Dokumen Kelengkapan

PIHAK PERTAMA wajib menyerahkan dokumen-dokumen kelengkapan tanah di hari penandatanganan perjanjian selambatnya 2 hari setelah penandatanganan perjanjian. Penyerahan dokumen oleh PIHAK KEDUA kepada notaris dilakukan selambatnya 2 hari setelah penandatanganan perjanjian dan pelunasan pembayaran ke rekening PIHAK KEDUA.

Pasal 5 Pembatalan Perjanjian

Apabila pada dokumen ditemukan masalah dan/atau tidak sesuai dengan pasal sebelumnya, maka akan ada PIHAK KEDUA secara lunas. Dengan begitu perjanjian jual beli tanah tersebut pun batal.

Pasal 6 Penyelesaian Sengketa

Apabila nanti timbul sengketa, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikannya dengan jalan mediasi. Apabila tidak ada penyelsaian, maka sengketa akan diselesaikan melalui pengadilan objek perjanjian ini berada.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam dua (2) rangkap bermaterai cukup serta memiliki kekuatan hukum yang sama. Ditandatangi oleh kedua pihak pada hari Sabtu tanggal 26 September 2019 dan belaku mulai tanggal tersebut.

Pihak Pertama Pihak Kedua

Tanda tangan bermaterai tanda tangan bermaterai

(Elvan Pratama) (Reyhan Revaldi)

Saksi Pertama

Muhammad Arfin

Saksi Kedua

Rahmadi

baca juga: Contoh CV Lamaran Kerja

  Contoh Surat Pengunduran Diri

****

Contoh Surat Perjanjian Sewa Menyewa

SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH

Yang bertandatangan di bawah ini:

  • Nama: Dewi Maheswari
  • Alamat: Jl. Kemuning No. 124 Kelurahan Mojosongo Kecamatan Serengan, Solo

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA sebagai pemilik rumah.

  • Nama: Danang Mahendra
  • Alamat: Jl. Pahlawan No. 23 Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Sawojajar Jogjakarta

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA sebagai penyewa.

Kedua pihak telah sepakat melakukan perjanjian sewa menyewa rumah di Jl. Ambarawa No. 45 Solo.

Hal-hal yang berkaitan dengan perjanjian sewa menyewa rumah ini diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut.

  • Pasal 1. Lama waktu sewa rumah oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA adalah 1 (satu) tahun terhitung tanggal 10 Oktober 2019-10 Oktober 2020 dengan harga sewa yaitu Rp 5.000.000,-
  • Pasal 2. Dalam perjanjian sewa ini termasuk juga hak pemakaian PAM dan listrik 900Watt. Segala tanggungan termasuk listrik 900watt, PAM, PBB dan uang kebersihan dan keamanan selama perjanjian sewa berlangsung menjadi tanggungan yang harus dibayar oleh PIHAK KEDUA.
  • Pasal 3. PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga apa yang ada di dalam rumah dengan baik. Apabila terjadi kerusakan, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA sebagai penyewa. Apabila PIHAK KEDUA akan melakukan perubahan, penambahan atau perbaikan atas rumah yang disewa dengan biaya sendiri, tetap harus melalui ijin tertulis dari PIHAK PERTAMA.
  • Pasal 4. Selama masa perjanjian sewa ini berlangsung, PIHAK KEDUA tidak diperkenankan untuk memindahkan hak sewa kepada pihak lain.
  • Pasal 5. Saat masa sewa perjanjian berakhir, PIHAK KEDUA harus menyerahkan kembali apa yang disewa kepada PIHAK PERTAMA dalam keadaan kosong seperti keadaan semula saat disewakan. PIHAK KEDUA juga harus menyerahkan rekening PAM, listrik, PBB kembali kepada PIHAK PERTAMA.
  • Pasal 6. Demi kelancaran sewa menyewa, PIHAK KEDUA sebagai penyewa diharapkan memberi kepuasan tentang sewa menyewa rumah tersebut, apakah akan dilanjutkan ataukah dihentikan. Apabila dihentikan, satu (1) bulan sebelum masa sewa berakhir, PIHAK KEDUA harus menyerahkan rekening-rekening yang berkaitan dengan rumah kepada PIHAK PERTAMA. Sedangkan kunci rumah diserahkan saat akhir masa kontrak beserta bukti pembayaran rekening PAM dan listrik terakhir.
  Contoh Surat Keterangan

Demikian surat perjanjian sewa menyewa ini dibuat. Surat perjanjian ini berlaku sejak ditandatangani oleh kedua pihak yang bersangkutan.

Surakarta 10 Oktober 2019

Pihak pertama

Tanda tangan dan materai

(Dewi Maheswari)

Pihak Kedua

Tanda tangan dan materai

(Danang Mahendra)

***

baca juga: Contoh Surat Lamaran Kerja

Contoh Surat Perjanjian Kerja

SURAT PERJANJIAN KERJA

No. 162/SPK-02/ Agustus/2019

Pada hari Senin 15 Agustus 2019 telah dibuat dan disepakati mengenai perjanjian kerja antara:

  • Nama: Agni Pratiwi
  • Alamat: Jl. Pemuda No. 24 Sidoarjo

Bertindak atas nama PT. Indonesia Indah yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

  • Nama: Rahma Andriani
  • Tempat/Tanggal Lahir: Surabaya, 30 Mei 1993
  • Alamat: Jl. Ir. Juanda No. 31 Kelurahan Kedungombo Sidoarjo

Bertindak atas diri sendiri yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua pihak telah sepakat untuk melakukan kerjasama yang mengikat oleh adanya Perjanjian Kontrak Kerja dengan rincian berikut.

Pasal 1

PIHAK PERTAMA telah mempekerjakan PIHAK KEDUA sebagai:

  • Status: Karyawan kontrak
  • Jabatan/Unit: Staff admin
  • Masa Kontrak : 6 bulan

Pasal 2

  1. PIHAK KEDUA telah bersedia melaksanakan tanggung jawab dan tugas yang diberikan PIHAK PERTAMA dengan baik dan bertanggung jawab.
  2. PIHAK KEDUA juga bersedia untuk tunduk dan melaksanakan semua aturan yang diberlakukan di perusahaan.
  3. PIHAK KEDUA bersedia untuk menjaga serta menyimpan informasi apapun tentang perusahaan yang sifatnya rahasia dan dilarang untuk memberitahukan informasi tersebut pada pihak lain tanpa persetujuan dari PIHAK PERTAMA.
  4. PIHAK KEDUA akan bekerja selama 8 jam sehari selama 5 hari.
  5. PIHAK KEDUA bersedia bekerja melebihi batas waktu yang ditentukan apabila dibutuhkan.
  6. PIHAK KEDUA harus mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan dan berkaitan dengan perusahaan. Apabila tidak bisa berpartisipasi diwajibkan menyertakan alasan beserta bukti yang kuat.
  7. PIHAK KEDUA diwajibkan mengenakan semua perlengkapan K3L saat sedang bekerja menjalankan tugas.
  8. PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas peralatan kerja yang merupakan milik PIHAK PERTAMA dan berkewajiban untuk menjaganya sebaik-baiknya.

Pasal 3

  1. PIHAK PERTAMA berhak untuk memutuskan perjanjian kerja secara sepihak dengan PIHAK KEDUA apabila terbukti :
  2. PIHAK KEDUA melakukan pelanggaran atas tanggung jawabnya sebagaimana yang sudah disebutkan dalam pasal 2. Sebelum itu PIHAK KEDUA akan terlebih dahulu mendapatkan teguran atau surat peringatan baik tertulis maupun non tertulis.
  3. PIHAK KEDUA tidak dapat mencapai target atau sasaran yang ditentukan serta tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
  4. PIHAK KEDUA terlibat dalam tindak pencurian dan/atau penggelapan harta atau aset perusahaan baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung dan terlibat dalam tindak kejahatan lainnya.
  5. PIHAK PERTAMA tidak memungkinkan untuk mempekerjakan PIHAK KEDUA.
  6. PIHAK KEDUA tidak bekerja (absen) selama 5 hari berturut-turut tanpa keterangan dan bukti jelas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pasal 4

Besaran gaji yang diterima oleh PIHAK KEDUA dari PIHAK PERTAMA adalah sebagai berikut:

  1. Gaji pokok sebesar: Rp 3.750.000,-
  2. Tunjangan Umum sebesar: Rp 1.000.000,-
  3. Tunjangan Pengobatan sebesar: Rp 1.250.000,-
  4. PIHAK KEDUA akan menerima insentif dari PIHAK PERTAMA sebesar Rp 200.000,- setiap bulan.
  5. PIHAK KEDUA berhak menerima uang makan sebesar Rp 25.000,- per hari berdasarkan presensi
  6. Apabila perusahaan membutuhkan PIHAK KEDUA untuk bekerja selain di hari kerja, maka PIHAK KEDUA berhak atas uang insentif sebesar Rp 100.000,- per hari.

Pasal 5

  • Pihak pertama berkewajiban untuk membayar gaji PIHAK KEDUA paling lambat tanggal 5 setiap bulannya.

Demikian surat perjanjian kontrak kerja ini dibuat dalam kondisi sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Semoga dengan adanya surat perjanjian kerja ini dapat meningkatkan kepercayaan antara kedua pihak serta dapat menjadi acuan untuk saling memenuhi tanggung jawab masing-masing.

Pihak Pertama

PT. Indonesia Indah

Pihak Kedua

Rahma Andriani

***

  Contoh Surat Lamaran Kerja

Contoh Surat Perjanjian Meminjam Uang

Untuk perjanjian meminjam uang, umumnya bisa dilakukan di lembaga keuangan resmi atau tidak resmi atau dengan kata lain meminjam pada orang dan bukan lembaga. Jika meminjam di lembaga keuangan resmi, biasanya akan ada syarat jaminan. Ada pula yang memberikan pinjaman uang tanpa jaminan dan hanya memberlakukan bunga pinjaman. Nah, berikut ini adalah contoh surat perjanjian meminjam uang tanpa jaminan.

SURAT PERJANJIAN PINJAMAN UANG

Yang bertanda tangan di bawah ini:

  • Nama: Galang Adhitama
  • Umur : 28
  • Pekerjaan: Pegawai Swasta
  • NIK: 2363848856994
  • Alamat : Jl. Banyu Biru No. 87 Semarang

Yang selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK PERTAMA

  • Nama: Rahmat Gunawan
  • Umur: 30 tahun
  • Pekerjaan: Pegawai Swasta
  • NIK: 46849472639495
  • Alamat: Jl. Perjuangan No. 11 Semarang

Yang selanjutnya akan disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua pihak tersebut telah sepakat untuk melakukak perjanjian pinjaman uang. Maka surat perjanjian ini merupakan bukti bahwa kedua pihak telah melakukan utang piutang dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Jumlah uang yang dipinjam oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA adalah sebesar Rp 20.000,-
  2. Dalam perjanjian piutang ini, PIHAK KEDUA tidak memberikan jaminan dalam bentuk apapun
  3. Jumlah uang yang dipinjamkan akan dikembalikan sejumlah uang yang disebutkan sebelumnya dengan bunga sebesar 2% dari total pinjaman.
  4. PIHAK KEDUA akan mengembalikan pinjaman tersebut selambat-lambatnya 12 bulan dari tanggal perjanjian piutang ini ditandatangani.
  5. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat mengembalikan pinjaman dalam tempo yang sudah disepakati, maka PIHAK PERTAMA berhak memberikan teguran tertulis ataupun non tertulis.

Demikian surat perjanjian piutang ini dibuat sebanyak dua rangkap dan ditandatangani oleh kedua belah pihak di atas materai 6000. Surat perjanjian ini dibuat secara sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Semarang, 14 Agsutus 2020

Pihak Pertama

Tanda tangan dan materai

(Galang Adhitama)

Pihak Kedua

Tanda tangan dan materai

(Rahmat Gunawan)

baca juga: Contoh Surat Keterangan

***

Contoh Surat Perjanjian Bagi Hasil

SURAT PERJANJIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

  1. Nama : Paijo
    Tempat, Tanggal Lahir : Sleman, 17 Agustus 1977
    Alamat : Jalan Kebon Agung 13, Mlati, Sleman, DIY
    No. KTP/SIM : 33120000000000000000
    Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
  2. Nama : Paijan
    Tempat, Tanggal Lahir : Bantul, 1 Januari 1980
    Alamat : Jalan Mataram 1, Sleman, Yogyakarta
    No. KTP/SIM : 331211111111111111111
    Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Dengan surat ini menyatakan sepakat untuk melakukan perjanjian kerja sama dengan ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1

Dalam surat perjanjian kerjasama ini Pihak Kedua meminjam uang sebesar Rp. 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah) kepada Pihak Pertama untuk usaha peternakan dan pembiakan ikan lele.

Pasal 2

Pihak Kedua memberikan keuntungan dari penjualan sebesar 5% atau Rp. 2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) kepada Pihak Pertama selama 1 bulan.

Pasal 3

Apabila Pihak Kedua tidak dapat mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu dua bulan maka komisi akan diberikan kepada Pihak Pertama.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dan disetujui bersama serta tanpa ada suatu unsur paksaan dari pihak manapun.

Yogyakarta, 18 September 2017

Pihak Pertama    Pihak Kedua
[materai]

Paijo                   Paijan

***

Itu tadi adalah penjelasan singkat dan jelas tentang surat perjanjian, mulai dari kegunaan, syarat sah, jenis-jenis hingga contoh surat perjanjian. Dari penjelasan di atas, kini Anda tahu apa saja jenis surat perjanjian yang sering digunakan dan bagaimana membuatnya.

Dengan penjelasan contoh surat perjanjian ini juga kini Anda bisa lebih teliti ketika akan melakukan sebuah transaksi jual beli, sewa menyewa maupun piutang karena kegiatan-kegiatan tersebut seharusnya tercatat dalam perjanjian agar memiliki kekuatan hukum.

Leave a Comment