Cerpen Sedih

Cerpen Sedih – Pada kesempatan kali ini, kami membagikan berbagai cerpen sedih pilihan yang ambil secara langsung dari berbagai sumber pustaka online seperti sosial media, forum dan lainnya.

Cerpen sedih berbagai tema kehidupan ini bisa menjadi bacaan singkat menarik dan referensi untuk kamu yang sedang mencari hiburan dan mengisi waktu dalam masa senggang saat berselancar di dunia maya. Silahkan disimak saja!

Kumpulan Cerpen Sedih Terbaik

Cerpen Sedih – Tersenyumlah Untukku

Aku Dikenal sebagai siswi yg Berprestasi dan Ceria, aku selalu ceria dengan di temani Sahabat2ku dan juga Pacarku. Sahabatku yang bernama Sari, Cyntia dan Farhan. Pacarku Bernama Fino.

***di sekolah aku diantar oleh Supir pribadi ku***

“hy Adel?!”sapa Temanku sambil berlari bernama Sari. “eh Sari, ada apa?!”kataku. “mmm”ucp nya Smbil tersenyum. “pasti kamu Mau NyoNtek Jawaban MTK khan?”ucapku tertawa. “hahaha tau aja kmuh, tp Temani aku ke Kantin dulu yaa.. Aku laper belum makan” . “owh”kataku. “kamu makan EngGak?”katanya. “engGak ahh”kataku. “knapa? Muka kamu pucet lohh?!”serunya. “aku gpp..” setelah aku beberapa melangkahkan kakiku, kepalaku langsung pusing dan darah keluar dari hidungku dan aku terjatuh pingsan, sari terkejut dan langsung membawaku ke Rs.

Setelah aku sadarkan diri, bnyak Orang di sekelilingku. Dan finopun ada di samping ku. Aku Langsung Menanyakan Ke Dokter ada apa dengan ku. “dok, gmana Keadaanku?!”kataku. “del, kamu terkena Penyakit Kangker Otak Stadium akhir . . . Dan dengan Terpaksa Rambut mu harus di gundul”kata dokter.

*setelah Dokter memberi tahu, Semua teman2ku terkejut dan diam perlahan2 air mata membasahi wajah mereka. Teman2ku sungguh tidak percaya. “adel… Kamu pasti sembuh, jangan Kalah dg penyakit kami selalu ada untukmu del”ucp Fino Tersegu2.

***
sa’at aku tau bahwa penyakitku Sangat Berbahaya, aku skarang Menjauh dari teman2ku.karna aku tidak mau, membebankan teman2ku, dan mana Mungkin Fino Mau Mempunyai pacar yang penyakitan sepertiku.

Sudah 2 bulan Penyakit ku belum sembuh juga. Hingga mulai menyebar ke seluruh tubuhku. Aku sudah tidak Kuat lagi, aku Merasakan sakit yang sangat luar biasa.

Malam hari teman2ku datang Kerumah ku. Aku berbaring di atas kasurku. Ibu dan ayahku sibuk dengan pekerjaan nya sendiri.
Namun Aku segera Menyuruh teman-temanku untuk pulang, aku ingin sendirian untuk saat ini. “teman-teman cepat pulang!! Aku ingin sendirian lagian ini sudah malam”ketusku. “tapi Del?”kata fino. “udah aku gpp aku baik2 aja”kataku. Akhirnya fino dan teman2ku pulang suara pintu yang Sudah di tUtup, aku Memejamkan mataku, sungguh sakit sekali rasanya . .

Aku sungGuh tidak kuat ya tuhan, air mata pun terjatuh dari kelopak mataku malam semakin sunyi dengan keadaan rumahku yang sepi. Tiba2 terdengan suara yg sangat aku kenal aku membuka mataku ternyata itu Fino. “sayang jangan Kalah dg penyakit kamu pasti bisa , dan kamu pasti sembuh sayang . . Aku akan selalu ada untuk mu sayang”ucp fino. “fino,bukan.na kamu tadi pulang”ucpku. “iya aku gk jadi pulang aku khawatir kamu kenapa2″ucp nya.

***
tiba2 Darah keluar dari hidungku dan Membasahi Bajuku. Aku merasakan sakit yang sangat Dahsyat. Dan aku Batuk2. “bentar ya sayang aku ambil air dulu buat kamu” ucapnya dengan senyuman manisnya itu. Aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini hingga aku Mengempaskan nafas terakhirku. “ini Adel sayang Airnya . . . ADEL!!!!” fino terkejut melihatku sudah tak bernyawa. Fino Menangis Histeris. Dan terlhat Selembar surat yg sebelumNya aku tulis yg tertulis.

” fino Sayang . . . Makasih kamu sudah selalu ada untuk aku sampai akhir nafasku. Aku Yakin kamu pasti bisa Hidup tanpa aku, fino Please jangan Nangis kalau kamu nangis aku juga ikut nangis, kamu harus senyum demi aku kamu harus senyum,senyum dan senyum ok! Adfin Adel Fino. Adel slalu sayang fino. Bye bye Fino sayang.”
“ADEL!!!!” iya adel aku selalu tersenyum untuk mu. :’)


Cerpen Sedih – Surat Terakhir Untukmu

Kenalin aku Gicelle Brylian , sebut saja gisell :p . Saat ini aku menduduki bangku kelas 11 . Aku termasuk gadis yg sangat cupu, karena ga ada yg mengajariku ttg fashion .Sejak umur 15 mamaku meninggal & aku juga terkena penyakit Leukimia ( kanker darah).

Bahkan aku divonis dokter bahwa umurku tinggal 1 tahun saja . Awalnya aku menyerah , tpi setelah aku mengenal Dicky semua katakata ‘‘Menyerah“ ku seolah hilang entah kemana . sayangnya Dicky , tak pernah suka padaku . Dia suka kpd sepupuku sendiri :‘( . Namun aku tdk menyerah, aku terus memberi dicky perhatian, mengiriminya yuppy & lainlain.

@Sekolah
“Dick ,aku punya sesuatu nih.“ Ucpku
“Apaan? Taruh aja .“ Jawab dicky sinis , sambil memainkan Bbnya
“Dimakan yah dick, besok aku beli’in lagi ?“

„Alaah, bacot lu. Pergi pergi, huus huss“ Ucpnya mengusirku
Setelah dy menyuruhku pergi, aku lgsg pergi sambil melihatnya dr kejauhan. Ternyata dy mengambil yuppy tsb,tp bukannya dimakan dy malah ngebuang itu yuppy. Degk !! aku gatau harus berbuat apalagi buat ngedapetin Dicky . Pulang sekolah aku langsung ke toko boneka , aku membeli boneka stich yg gede banget . Waktu itu aku Cuma punya uang 400rb , sedangkan harga bonekanya 350rb .

‘Kalo aku beli , berarti uangku tinggal 50rb dong ? trus aku gabisa beli’in yuppy buat dicky stiap harinya dong ?‘ Pikirku
“Jadi beli mbak?“ tanya penjaga toko

“Jadi kok mbak, tapi ada yg arganya 250rb ga?“ Jawab+Tanyaku
“Nih yg 250rban“ Ucp penjaga toko tsb setelah menyodoriku boneka stich yg aku maksud

“Yaudh aku ambil yg ini. Tolong masukin kotak kado yaa mbak” Ucpku lalu menuju ke kasir

Esok harinya, Aku langsung member boneka tsb pada dicky :* . Namun, lagilagi dicky menolak mentah* , Aku coba memaksa . dan akirnya kado tsb dy trima. Tp ternyata kado tsb dia kasih ke sepupu aku sendiri (Qlorita), diluar pengetahuanku .
Setiap hari , aku terus memberi dicky sebuah kado, yuppy,baju,kacamata . Tp kado kado tsb malah diberikan ke teman temannya , kadang* dibuang.
@Sekolah

Hari ini aku membawa yuppy kesukaan dicky , tapi setela aku cari* . Diicky tidak ada “huuft“ Kata* itu yg aku ucpkan. Aku berniat untuk pergi ke taman, yaah spa tau dicky ada disana .

“Dicky !“ Ucapku berbisik , karena aku melihat dicky bermesraan dg seorg cwe , yah lebih tepatnya sepupu aku . Langsung saja aku menghampiri mereka berdua
“Dicky! Qlorita!“ Ucpku terkejut
“Apa lo cupu !“ Ledek dicky

“Aku Cuma mau ngasih kamu ini kok“ Ucapku sambil meneteskan air mata sdikit demi sdkit
“Heh cupu , gue udh bilang dr dulu!Gue gasuka ama lu !’’ Bentaknya
‘’Dick , aku ga berharap kamu suka sama aku kok. Aku Cuma berharap, kamu mau trima hadiah* dr aku !“
“Udah deh ! Sampai kapanpun gue ga bakal nrima hadiah dr loe ! Dan gue harap lo jauh* deh dr kehidupan gue! Loe tuh bisanya Cuma ngusik kehidupan gue doang !

NGERTI !“ Ucp dicky Lalu pergi ninggalin aku sambil menggandeng tangan Qlorita .
‘Yaa tuhaaan , apa aku ga berhak akan kebahagiaan ? Knpa ya tuhaan ? apa salahku sama dicky ? beritau aku tuhan . Bener kata dicky , kalo hidupku Cuma nyusahin dy doang ‘ Teriakku sambil menangis tersedu sedu

Hari ini aku bner* drop banget, Aku lgsg pingsan . Dan ketika aku membuka mata tbtb aku berada di dalam kamar rumah sakit . Sahabatku Agnes yg ternyata membawaku ke RS ini .

“Nes , aku knpa?“ Tanyaku pd agnes
“Kamu td pingsan, trus kata dokter penyakit leukimia mu kambuh . Kok kamu gapernah crita ama aku kalo kamu punya penyakit ini?“ Jawab+Tanya agnes
“Maafin aku nes, bukannya akuu gamau bilang . aku Cuma gamau nyusahin kamu aja. Oya kamu udh telp papa aku?“
“Udah, bentar lg kesini kok“

Beberapa menit kemudian ~
“Ya ampun nak , kamu kenapa?“ Tanya papa khawatir
“Aku gpp kok pa“ jwbku “Oya nes aku minta tolong beliin 2 bungkus yuppy yg LOVE ya sama kertas surat“ Ucpku pda Agnes lalu memberi sedikit uang
“Oke“ ucp agnes

Esoknnyaa~

Agnes menjengukku, karna dy denger kabar kalo keadaanku semakin parah. Papa yg mendengar itu, lggsg melinurkn diri dr kantornya .
“Oya nes, aku titip ini buat Dicky yaa. “ ucapku sambil menyodorkan sebuah kotak kado
“Baik” Jawab agnes .

Tbtb saja, dadaku terasa sesak . Aku sudah tdk bisa menghirup udara lg, oh tuhaan secepat inikah hidupku , aku lgsg berkata :
“Pa..pa..agn..e.ss..a..k..uu..miinn..ttaa….maaa..f.. kalo…aaa..ku …ada,..sa.llaah.Ke..nang..gi.ss..ee…llee..di.h..a..ttti..kka..ll..iaaaan…” Ucapku terputus-putus
“Gisell, jgn tinggalin akuu, aku gamau kehilangan kamu :’(“ Tangis Agnes
“Gisell, kamu bangun syg. Please jgn biarkan papa hidup sendirian nak . Papa butuh kamu ! Ayoo dong kamu bangun“ Tangisan papa pecah seketika melihat aku sudah terbaring & menutup mata u/ selama*nya.
Agnes POV

Keesokan harinya, gue menuruti permintaan tolong gisell untuk memberikan kado kpd dicky .
“Dick, Nih gue bawa sesuatu buat lo. Itu dr Gisell“ Ucp gue sambil menyodorkan kado tsb
“Gue ga mau trima“ Jwab dicky sinis
‘’Please dong dick, lo trima ini ‘’ Ucp gue memohon, dicky langsung menyaut Kaado ini

Dicky POV
Karna gue kasian ngliat Gisell, yaudah untuk yg pertama kalinya gue trima nih kado+ngebuka nya . tp ternyata ada sepucuk surat
To Dicky
Dick, aku sangat berterima kasih sama kkamu. Karna kamu udah berhasil membuat aku semangat dalam menjalani hidup.
Selama penyakitku ada, kamu yg selalu membuat aku tegar, walaupun tidak secara langsung .

Ketika kamu bilang bahwa kamu ingin aku pergi jauh jauh, disitu aku sadar bahwa kamu ga akan dan ga akan oernah suka sama aku
Aku minta maaf bgt, kalo slma ini aku nyusahin kamu . Tp aku ga ada maksud apa apa, aku Cuma ingin org yg aku cinta slma ini bisa bahagia

  Cerpen Remaja

Dan tolong yaa, 2 bungkus yuppy ini kamu trima , jgn kmu kasih ke temen* kmu .
Karna mungkin yuppy itu adalah yuppy pemberian terakhirku .
Ohya, kalo aku udah ga ada didunia ini, sesuai permintaan kamu.
Aku minta maaf sebesar*nya , Jaga diri kamu baik baik Dick :‘(

AKU SAYANG KAMU DICKY <3 <3 From Gicelle Brylian “Agnes, Skrg Gisell dimana ? gue pengen ketemu dy, gue pengen minta maaf ke dy atas perlakuan gue slma ini!“ Ucap gue sambil meneteskan air mata “Lo terlambat dick, Gisell udh pergi dan ga akan kembali . Mungkin gisell udh maafin elo, karna gue tau dy sayang bgt sama eo dick“ Jawab Agnes “Maksud lo nes? Gisell kmna ? jwab gue? Gisell kemana?” Tanya gue ketakutan “Dy udah ada di Surga dick” “APA !!” Ucp gue kaget langsung menangis “ Anterin gue ke makam dy Nes” Pinta gue.

Sampai di makam~ “Gisell aku mau minta maaf sama kamu, aku nyesel banget dulu udah nyia nyiain kamu, pliiis kamu kembali kesini ya? Aku mohon gisell” Mohon gue Setelah gue memohon seperti itu , seperti ada bisikan…. ‘Dicky ini udah takdir, aku ga akan mungkin bisa kembali . Pliiis jangan kamu sesali semua ini , hal yg kamu sesali menjaci tidak berguna dalam hidupmu. Maafin aku yaaaa, I LOVE YOU DICK SAMPAI KAPANPUN AKU SAYANG KAMU’ “Ituu pasti gisell , pasti gisell . Kamu dimana? I LOVE YOU TOO “ Teriakku histeris. Semenjak kejadian itu aku sadaarr.. bahwa cinta tidak memandang fisik , tapi ketulusan hati .. END


Cerpen Sedih – Sahabat Pena

“Ra, ada surat nih” panggil mamaku
“Surat? Dari siapa, ma?” tanya aku
“Kurang tau. Nih, suratnya” ucap mama sambil memberikan surat itu padaku
Aku mengambil surat itu dan membukanya
“Oh, dari Tristan” ucapku

Dear Rara,

Hai, ra? Apa kabar? Semoga kabarmu baik-baik saja ya.
Oh, iya tanggal 15 Desember mendatang bisa kah kamu berkunjug ke taman kota? Aku ingin sekali bertemu denganmu.
Sudah dulu surat dariku, semoga kita bisa bertemu minggu depan.
Ku tunggu balasan dari mu.

Your friend,

Tristan

Aku segera memasukkan surat tersebut ke dalam laci. Ku ambil selembar kertas dan bolpoin berwarna hitam. Aku segera membalas surat dari Tristan, sahabatku.
Selesai membalas surat dari Tristan, aku segera menyimpan di dalam tas. Rencananya akan kukirimkan hari ini. Akan tetapi, hari sudah mulai gelap dan aku memutuskan untuk mengirimkannya besok.
Esok harinya, aku berpamitan kepada mamaku.

“Ma, Rara pergi ke kantor pos dulu ya. Mau ngirim surat untuk Tristan.” ucapku pada mama
“Yasudah, nanti biar mang Ucup yang nganterin kamu ke kantor pos ya, Ra” ujar mama
“Iya, ma” ujarku

Aku pergi menuju kantor pos bersama supirku, mang Ucup. Sesampai di kantor pos, aku segera memberikan surat tersebut kepada pak pos.

“Aku ingin bertemu denganmu, Tristan” gumamku

-15 Desember-

Hari ini adalah hari yang kutunggu-tunggu. Dimana aku bisa bertemu dengan Tristan, sahabatku. Aku memakai baju terusan berwarna putih, sepatu putih, bandu putih, tas putih, dan gelang putih. Aku juga membawa topi biru untuk Tristan. Aku pergi menuju Taman Kota bersama mang Ucup. Aku menunggu Tristan cukup lama. Karena bosan, aku memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu. Aku baru sadar bahwa di taman kota terdapat sebuah pemakaman umum. Tanpa ada rasa takut , aku segera memasuki pemakaman tersebut. Aku berjalan memutar pemakaman tersebut. Aku terkejut saat melihat salah satu makam terdapat sepucuk surat diatas makam tersebut. Aku segeram mengambil surat itu dan membacanya.

Dear Rara,

Sekarang rasa kangen ku sudah hilang. Aku bisa melihat wajah kamu sangat jelas. Kau sangat cantik, Ra. Maaf jika aku sudah berbohong padamu. Aku sangat kesepian disini. Aku tidak memiliki teman. Tapi, Tuhan mengijinkan aku untuk memiliki teman walau hanya melalui sepucuk surat. Aku juga sudah menerima topi biru darimu dan aku juga sudah memberi hadiah untukmu.
Mungkin hanya ini saja dariku, jangan bosan untuk berkirim surat untukku ya, Ra. Sampai bertemu disurga nanti.

Sahabatmu,

Tristan

Aku menitikkan air mata. Sungguh tidak kusangka, aku mengagumi seseorang yang sudah berbeda alam denganku. Aku segera membuka tasku, disana sudah tidak ada topi berwarna biru melainkan liontin berbentuk hati. Aku segera membuka liontin tersebut. Didalamnya terdapat foto aku dan Tristan. Aku tersenyum saat melihat wajah Tristan. Dia sangat tampan. Seandainya dia masih hidup, aku akan menjadikan dia sahabat spesial bahkan lebih dari sahabat.


Cerpen Sedih – Bahagia Itu

Pagi ini aku baru bisa menghapus semua inbox SMS yang telah lama tinggal di HP ku. Dengan disaksikan oleh sahabatku aku mulai menghapusnya. Lalu aku berkata bahwa aku sudah move on dari mantanku. Kata dia aku begitu hebat. Hebat ? Entahlah aku tak tahu apa memang benar-benar aku sudah dapat move on ?

Apa yang telah membuatku dapat berkata demikian ? Yaa, aku memang sangat menyayangimu, bahkan hingga satu tahun aku bertahan tuk menjaga hati ini untukmu.

Sampai kau telah memiliki kekasih sebanyak dua kali selama ini. Saat pengganti pertama setelah aku, entah mengapa aku merasa kau tak benar-benar mencintainya.

Yang aku rasa kau justru semakin menyayangiku, kau justru sering mengirim pesan untukku dan menyempatkan untuk menjemput dan mengantar ku sepulang sekolah.

Dan ingatkah kau hari senin itu ? Saat kita datang di acara silaturahmi di SMP kita, saat akan pulang kau memanggilku dengan isyarat tanganmu. Aku pun

menghampirimu. Dengan senyum kau pamit kepadaku,

“Aku pulang dulu yah ? Mau ikut ?”
Tentu saja kujawab, “Mau dong, di rumah sepi nih.. heheh”
“haha, mau ikut ? Sini oh naik disini”, sambil menunjuk bagian depan motor.
“masa di situ sih ? hehe. Ikut yah aku ikut”
“ntar ajah deh, di rumah ada embah”, jawabmu dengan senyum.

Modusku untuk menahanmu, akhirnya aku bercerita tentang kekasihmu saat ini.
“oya Dhar, katanya Rama. Wiwi tadi ngambek sambil nangis waktu ke kelas Dharma.
“emangnya kenapa Ki?”

“Kiki ngga tau katanya sih dy nyesel udah buka FB soalnya ada status nya Kiki waktu Dharma main ke rumah Kiki. Ngga papa yah Dhar, masa gitu ajah marah. Kiki kan cuma bikin status kaya gitu doang”.

“oh .. iyalah ngga papa Ki, Cuma status ajah. Belum jadi istri Dharma kan, belum kawin juga”.
“haha, iya yah Dhar”
“iya yang penting jangan cemburuan ajah Ki”.
“iya yah ”
“hehe yaudah Ki, Dharma pulang dulu yah. Udah siang nih”
“iya Dharma ati-ati yah “
“iya Kiki ”

Akhirnya kau pun pulang dengan motor Megapromu. Dan aku pulang naik angkotan umum bersama sahabatmu juga waktu dulu, Lukman. Saat di angkot, aku menerima SMS mu.

“udah pulang ade?
“belum mas, ini masih di angkot”
“ati-ati yah ade sayang “
“hehe iyah mas sayang. Mas udah solat ? “
“iya dee, belum”
“solat dulu sana mas”
“yaudah, mas solat dulu yah ade sayang ”
“iya mas sayang “

Saat sore sedikit mendung. Dan mulai gerimis, aku sedang menonton acara di TV. HP ku tinggal di kamar. Tanpa kusadari ternyata Dharma mengirim SMS untukku,

“ade?”
“dalem mas ?”
“yah ? baru bales. Ntar malem habis belajar SMS an mau de ?”
“hehe maaf mas tadi HP nya ade tinggal. Ya maulah ”
“yaudah ntar Insya Allah mas SMS ade lagi yah ”
“iya mas sayang, ade tunggu ko ”
Saat malam aku menunggu SMS mu tak juga masuk. Hingga pukul 9 kau tak juga SMS aku. Akhirnya aku pun yang memulai mengirim SMS kepadamu,
“mas ?”

Kau tidak menjawab. Akhirnya aku SMS lagi, “udah bobo mas?”
Akhirnya kau menjawab, “masih belajar de”
“oh yaudah”
Jam menunjukkan pukul 22.00, aku mulai mengantuk dan terpejamlah mata ini. Namun tiba-tiba HP ku bergetar dan ternyata SMS darimu.
“ade?”

Aku pun langsung bangun dan menjawab pesanmu, “dalem mas”

“udah sayank “
“ sukur deh. Trus mas ngga bobo?”
“nanti de, belum ngantuk”
“oh belum ngntuk mas sh mas ngga SMS an sama Nanah ?”
“mas udah ngga sama Nanah de”
“wah sih kenapa? Putus kapan?
“tadi siang de ..”

Dan malam itu aku sungguh senang, rasanya kau lebih memilih ku. Dan seperti biasa hari-hari hanya tawa dan bahagia yang ada diantara kita berdua.
Saat malam Kamis, kau bercerita padaku bahwa kau sedang ada masalah. Aku memintamu untuk ceritakan semuanya padaku. Tapi kau menjawab,
“besok pulang sekolah mas crita deh .. “

Dan aku sadar, sebenarnya kau ingin bertemu denganku. Aku pun meng IYA kan permintaan mu itu.
Akhirnya saat hari Kamis kau benar menjemputku dan mengantarku pulang.

Ternyata masalah yang kau ceritakan itu tentang keluargamu, yang menurutku itu tidak terlalu rumit dan berat. Semakin terlihat jelas, alasanmu menjemputku ya karena kau ingin bertemu denganku. Saat tiba di rumah, kau pamit dengan senyuman. Dan seperti biasa, kau mengulurkan tanganmu untuk menyalamiku.

“pulang dulu yah ”
“iyah Dharma ati-ati yah”
“iyah Kiki”
“daaaaaah Dharma”
………

Tanpa aku ketahui dan aku sadari ternyata hari itu adalah hari terakhir kau dan aku dalam kebahagiaan, dalam jarak yang amat dekat. Dalam suasana penuh sayang. Ketika hari Minggu aku mendengar kabar dari temanku, bahwa kau telah jadian lagi waktu hari Sabtu. Betapa hancurnya aku mendengar itu semua. Waktu berjalan amat cepat, sampai 2 bulan kau bertahan dengannya menjalin cinta. Sedang aku disini apa. Aku menjalani hidupku sendiri.

Ketika di SMA ku ada pelatihan OSN untuk berbagai bidang aku tertarik untuk mengikuti di bidang ASTRONOMI. Yaa, itulah impianku. Namun, saat malam hari kau SMS aku tanpa panggilan sayang yang biasa kita ucapkan,
“de, kapan mau ajarin matematika?”

  Cerpen Perjuangan

Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengikuti pelatihan OSN tersebut, ini hanya untukmu. Aku tidak ingin kehilangan waktuku bersamamu. Setelah sekian lama ternyata pengorbananku ini tak ada artinya sama sekali untukmu. Saat aku buka profil akun FB mu, tertulislah status yang menyatakan bahwa kau sudah mengikuti les dengan teman-teman SMA mu. Lalu apa artinya yang telah aku lakukan selama ini ?

Jika ku tahu akan seperti ini jadinya, lebih baik aku mengikuti pelatihan OSN waktu itu. Jika dipikir lebih dalam, sesungguhnya kau telah menghancurkan mimpiku, cita-citaku, impianku. Akhirnya kini ku memutuskan untuk pergi darimu, pergi dari segala rasa yang telah menyiksaku. Kau yang tak pernah menyadari besarnya cinta ini untukmu. Kini ku selalu memotivasi diri sendiri,

“bahagia itu ketika aku tak melihatmu
Bahagia itu ketika aku tak mendengarmu
Bahagia itu ketika aku tak mengingatmu
Bahagia itu ketika aku tak bersamamu
Bahagia itu ketika aku tak merasakanmu

Dan bahagia itu ketika aku terbiasa hidup sendiri tanpa dirimu”
Aku memang ingin melihat kau selalu bahagia, tapi aku juga ingin sekali melihatmu hancur, menderita, merana, merasakan sakit yang lebih dari yang aku rasakan selama ini !

Selamat tinggal untuk kau, jangan pernah berharap jika aku kan datang kembali menemani, menenangkan hatimu.


Cerpen Sedih – End

“ Mata indah itu masih bisa untuk aku tatap……..
Senyuman manis itu masih bisa ku lihat………
Suara merdu itu masih bisa ku dengar……….
Tapi apakah hati itu masih bisa untuk aku miliki…?”

Aku menatap sosok pria yang kini duduk dihadapanku. Menatapnya yang kini juga sedang menatapku dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Sejak pertemuan kami lima menit yang lalu di Café ini kami belum mengeluarkan sepatah katapun. Aku dan dia hanya terdiam dan sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Aku mencoba untuk mentralisir perasaanku, mencoba menahan air mata yang sejak tadi sudah mendesak untuk keluar.

Aku menundukkan kepalaku sejenak, mencoba untuk menguatkan hatiku dan memantapkan hatiku sebelum akhirnya aku kembali menatapnya dan memulai mengeluarkan kata-kata yang ingin aku ungkapkan kepadanya.

“kita………”
“maaf…..” Ucapnya yang sukses membuat perkataanku terhenti. Aku memandang lekat matanya dan dapat kulihat sebuah penyesalan dan rasa bersalah sangat terlihat jelas disana.

“untuk apa?kamu tidak berbuat salah kepadaku jadi untuk apa kamu minta maaf?” Ucapku dan berusaha untuk tersenyum walaupun sebenarnya aku merasakan sakit yang amat luar biasa di hati ini.

“aku tahu, aku berbuat salah kepadamu dan berhenti untuk berpura-pura tegar dihadapanku, Shilla” Ucapnya. Dan dapat kulihat kini rahangnya mengeras menahan amarahnya dan dapat kupastikan kini tangannya tengah mengepal sempurna untuk menahan emosinya saat ini.

“bukankah sudah kubilang, kamu tidak salah jadi berhenti untuk menyalahkan diri kamu sendiri”
“Shilla……..”

“mulai hari ini kita berakhir” Ucapku lirih yang membuat dia kini menatapku dengan tatapan tidak percayanya. Kurasakan kini mataku semakin memanas saat kata-kata itu akhirnya keluar begitu saja dari mulutku. Kata-kata yang selama dua tahun bersamanya sama sekali tidak pernah terbesit di otakku untuk aku ucapkan.

“Shilla……” Adit, pria itu kini menggenggam tanganku dengan erat. “kita masih bisa untuk merubah ini semua, aku bisa membatalkan pertunanganku dengannya dan kita bisa pergi dari kota ini bahkan negeri ini. Kita akan memulai semuanya disana, kita akan hidup bahagia disana”

“dan membiarkan keluargamu menderita serta membuat aku dibenci oleh orang tua angkatku?” Tanyaku yang seketika langsung membuatnya terdiam. Aku melepaskan genggaman tangannya dan berbarengan dengan itu air mataku kini jatuh begitu saja membasahi pipiku. “kita harus berakhir disini Dit, walaupun selama ini aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi pada hubungan kita tapi aku rasa kita harus bisa menerima takdir ini.

Mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk bersama” Ucapku dan memandang lekat wajahnya dengan air mata yang kini semakin menetes membasahi pipiku. “aku mohon tetap bertunanganlah dengan kak Tania dengan begitu perusahaan keluargamu akan terselamatkan dan…….”

“dan membiarkan aku menderita dengan ide gila ini?” Ucapnya tajam yang berhasil membuatku terdiam. Kulihat kini matanya mulai memerah dan berkaca-kaca.
“bukan hanya kamu yang menderita tapi aku juga, tapi ini memang sudah jalan yang harus kita tempuh Dit. Bukankah cinta itu tak harus memiliki?”
“kamu egois” Ucapnya sedikit keras.

“demi kebahagiaan orang banyak biarkan aku tetap egois untuk kali ini Dit, jadi untuk itu aku mohon lepaskan aku. Hubungan kita memang harus berakhir sampai disini saja. Terimakasih untuk semuanya selama 2 tahun ini dan aku berharap kamu bahagia selalu Dit” Ucapku lalu bangun dari dudukku dan beranjak pergi. Tapi di langkahku yang ke tiga aku terhenti saat suara itu mengeluarkan kata-kata yang membuat dada ku ini semakin terasa sesak.

“aku tidak akan bahagia karena kebahagiaanku hanyalah bersamamu,Shilla” Ucapnya yang membuat air mataku kembali mengalir. Aku menundukkan kepalaku, mencoba untuk meredam rasa sakit yang kurasakan saat ini. Mencoba untuk menguatkan hatiku agar aku tidak berbalik dan memeluknya yang nantinya akan semakin sulit untuk aku bisa melepaskannya. Aku menghembuskan nafas beratku perlahan sebelum akhirnya dengan berat hati aku kembali melangkahkan kakiku keluar dari Café ini.

Aku tersenyum miris saat melihat pria yang selama ini aku cintai itu menyematkan cincin pertunangan ke jari manis seorang wanita yang selama ini sudah menjadi kakak angkatku. Ya, hari ini adalah hari pertunangan Adit dan kak Tania. Aku hanya bisa memandangi mereka dengan tatapan sedihku. Selama ini orang tua angkatku dan orang tua Adit memang tidak pernah mengetahui mengenai hubungan kita, mereka hanya tahu bahwa kami hanya sebatas teman atau lebih mudahnya menganggap kami hanya sebatas kakak dan adik saja.

Oleh karena itu, ketika perusahaan keluarga Adit terkena masalah dan terancam bangkrut dengan senang hati Ayah angkatku menawarkan diri untuk membantu perusahaan mereka tapi dengan satu syarat yaitu Adit harus bertunangan dengan kak Tania yang ternyata sudah memiliki perasaan suka kepada Adit sejak lama. Saat ayah angkatku memberitahukan hal itu kepada aku dan kak Tania, rasanya aku ingin berteriak dan menolak mentah-mentah keinginan ayah itu.

Tapi aku bisa apa?bukankah aku hanya seorang anak angkat di keluarga ini?jadi bukankah seharusnya aku berbalas budi dengan kebaikkan mereka selama ini dan mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk membalas semua kebaikan keluarga ini kepadaku.

Aku bisa merasakan mataku memanas dan tangan kananku terkepal sempurna. Mencoba untuk menahan segala rasa sakit, sedih, dan kecewa yang kini sedang aku rasakan. Aku menengadahkan kepalaku, mencoba untuk menahan air mata yang sejak tadi sudah mendesak ingin keluar. Tidak, aku tidak boleh menagis saat ini. Aku harus tetap tersenyum dihadapan mereka walaupun rasanya dada ini sesak dan hati ini terasa sakit. Aku menghembuskan nafas beratku perlahan sebelum akhirnya aku memberanikan diri untuk menghampiri mereka.

Satu langkah….
Dua langkah……
Tiga langkah……
Empat langkah…..
Lima langkah…..
Enam langkah…..

Dan saat aku akan melangkahkan kakiku yang ke tujuh langkah aku merasakan kakiku melemas dan rasanya tubuh ini sulit untuk di gerakkan saat mata sendu itu melihatku dan kini menatap lekat tepat di retina mataku. Ya, Adit kini melihatku dengan tatapan sendunya. Aku berusaha untuk menguatkan hatiku agar aku tidak goyah dengan tatapan itu. Aku kembali melangkahkan kakiku untuk menghampiri mereka dan kini akhirnya aku sudah berada di hadapan mereka.
“Shilla?” Ucap kak Tania dengan senyumnya yang sangat cantik itu.

Aku membalas senyumannya dan dapat kulihat dari ekor mataku kini Adit sedang melihatku dengan tatapan yang sulit diartikan. “hmmm selamat ya kak untuk pertunangan kalian?ahhh aku jadi tidak sabar untuk melihat kalian segera menikah” Ucapku dan berusaha untuk tersenyum di tengah rasa sakit saat aku mengeluarkan kata-kata itu.

“makasih ya adikku yang manis..” Ucap kak Tania. Aku tersenyum kepadanya, kini aku mengalihkan pandanganku ke Adit. Aku menatap mata itu, menatap mata yang selama dua tahun ini menjadi kekasihku dan mulai detik ini aku hanya bisa menatapnya hanya sebagai calon kakak iparku dan disaat waktunya tiba nanti aku benar-benar hanya bisa menatapnya sebagai kakak iparku. Aku mengulas senyum palsu.

Ya, hanya sebuah senyum palsu karena sekarang aku merasakan sakit yang teramat dalam. “selamat” Ucapku sedikit parau karena aku menahan air mataku yang sudah benar-benar ingin keluar saat ini. Dia, Adit hanya menganggukan kepalanya dan setelah itu dia mengalihkan pandangannya kearah lain. Tapi sangat jelas dapat kulihat kini matanya mulai memerah sama sepertiku. “ahh kak..aku ambil minum dulu ya?” Ucapku lalu berlalu pergi meninggalkan mereka secepat mungkin.

Dan saat itu, air mata yang sejak tadi sudah aku tahan kini mengalir membasahi pipiku. Aku segera menghapus air mataku karena aku tidak ingin orang-orang melihatku menangis di saat semua orang sedang berbahagia dengan pesta pertunangan ini.

Ya, semua ini sudah berakhir. Semua harapanku dan angan-anganku tentang hubunganku dengannya selama dua tahun ini harus berakhir sampai disini.

Aku hanya bisa berdoa semoga ini adalah keputusan yang terbaik yang aku ambil dan semoga ini adalah sebuah keputusan yang bisa membuat aku dan dia mendapatkan sebuah kebahagiaan yang lebih dari pada sebelumnya. Walaupun ini terasa menyakitkan tapi aku yakin Tuhan pasti akan memberikan sesuatu yang lebih baik dan indah untukku. Bukankah cinta itu tak harus memiliki?walaupun kini aku dan dia harus berpisah tapi setidaknya aku masih bisa mencintainya dengan caraku sendiri dan segera belajar untuk mencintainya hanya sebagai seorang kakak.


Cerpen Sedih – Antara Sahabat Dan Cinta

Aku memiliki sahabat mereka riza, muna, dan dewi

pada suatu hari kami didalam kelas setelah bel jam pergantian pelajaran berbunyi kami ngobrol sementara, dewi dan muna selalu ngomongin cowok sampai-sampai riza jengkel denga mereka taulah sifat riza ia tak suka mikirin pacaran apa lagi cowok, diantara kami berempat yang masih lajang aku dan riza, dan muna, dewi sudah punya pacar dan sudah beberapa kali ia putus jadian dengan cowok yang berbeda.

  Cerpen Pendidikan

“mun tau gak cowok gue itu ganteng banget” kata dewi
“kalau gue biar pu n kurang ganteng tapi kaya lho”sahut muna

“hello jadi kita gak dianggap nih?”tanya riza
aku hanya diam saja

“emang kenapa sih riz?, coment aja, bilang aja elo sirik”kata muna
“oh ya?, dew!, pacar elo itu yang keberapa?”rindir riza
“apa elo bilang?”kata dewi

tiba-tiba guru masuk
“selamat siang!”kata guru
kami pun bubar dan menun da percakapan kami.

Setelah kejadian itu hubunga kami semakin buyar, biasanya kami menyantap makan siang bersama kini hanya kita aku dan riza, sedangkan muna dan dewi makan siang dengan cowok mereka

“riz kelihatanya jarak kita semakin jauh”kataku
“biarkan saja mereka, ir makasih ya elo masih mau denganku!”katanya sambil matanya berkaca
aku pun memeluknya
hingga pada suatu hari muna diduakan oleh cowoknya, dan dia minta tolong kami
“plizz, bantu gue ya!”kata muna
riza diamsaja dan meninggalkan kami begitu saja
“riz!,”kata muna

akupun menjelaskan alasan kenapa riza tidak menjawabnya
“mun asal elo tau kenapa riza tidak menjawab permintaan elo, elo pikir ya!, elo telah menyakiti gue dan riza, gue masih bisa memaafkan elo tapi riza?, gue saranin elo harus minta maaf dengan riza, pikirkan itu!”kataku
aku pun meninggalkanya, dan air mata muna yang semakin deras keluar.

setelah itu muna mencoba untuk minta maaf kepada riza,
“riz!, maafin ya?”kata muna

“elo minta maaf?, apa tujuan elo?”kata riza
aku berusaha untuk membujuk riza agar ia mau untuk maafin muna,
“riz maafin ya?, gue yakin muna minta maaf hanya untuk kembalinya persahabatan kita yang dulu”kataku
“bener begitu mun?”tanya riza muna pun mengangguk mantap dengan mata berkaca, merereka berpelukan aku pun ikut terharu dengan kejadian itu.

setelah kejadian itu kami semakin dekat, pada suatu hari teman sekelas kami yaitu ifa ia mengirim pesan singkat yang berisi tentang dewi sahabat kami, membutuhkan do’a dari kami semua untuk kesembuhanya dari penyakitnya yaitu kelainan saraf otak, kami pun kaget, keesokan harinya kelas kami ramai dengan suara tangisan,
“riz maafin gue!, gue salah telah mengingkari janji kita untuk menjadi sahabat slamanya”kata dewi
“iya wi!, gue maafin”kata riza
“nah ginilah yang gue mau”kataku

kamipun berpegang tangan dan saling bersumpah untuk menjadi sahabat selamanya
“Kami berjanji untuk menjadi sahabat untuk selama-lamanya”kata kami bersamaan, tiba-tiba tawa kami meledak bersamaan.

~TAMAT~


Cerpen Sedih – Perjalanan Kisah Cintaku

tgl 15 bln 05 tahun 2012 aku melamar kerja di restoran, aku yang hanya bekerja sebagai waiters biasa. aku merasa nyaman dengan semua pekerjaan ku, tapi tiba-tiba aku mengenal seorang atasan ku.

yang selalu memberi perhatiaan pada ku, hingga aku merasa dya memiliki perasaan pada ku,waktu terus berjalan sehingga pada suatu saat aku mulai zmz sambil menayakan kabar ya. aku gk nyangka kalau dya membalas zmz ku.

hingga kami mulai merencanakan off yg sama, supaya kami bisa jalan” sama.dan aku kira perasaan dya semakin besar pada ku,

berjalan 3 bulan aku bekerja di restora, aku tidak merasa capek atau pun lelah. karna dya selalu memberi ku semangat dan perhatiaan yang penuh untuk ku, aku kira kami udah mulai menjalin hubungan tapi ternyata aku salah nilai nya karna aku hanya kekasih yang tak di anggap ya. sekarang aku sadar kalau aku tuh gak mungkin mendapat kan cinta ya, terlalu pahit perjalanan cinta ku dengan dya, karna aku yang slalu ada bila dya butuh aku dan didekat ya, aku yang selalu berusaha menemani hari ya.

dya hrus ya tau betapa aku sangat mencintai ya, tapi kenapa dya pura” gak tau, mau sampai kapan aku menjadi serpihan mu. aku mau jdi kekasih yang dya anggap. bukan yang tak di anggap.

sampai saat ini pun aku masih mengarap kan supaya aku jadi orang spesial di hati mu,

sekarang aku hanya bisa diam dan terpaku membayangi foto mu di hp ku yg masih aku simpan.aku sadr kalau cinta mu gak akan pernah aku dapat kan sampe kapan pun. hanta satu penyesalan ku, knpa aku mengenal mu dan mendekati. krna itu semua sekarang hanya menjadi luka di dalam hati ku.
makasih atas perhatiaan ya

makasih kalau kamu menjadikan ku hanya serpihan sesaat
mungkin di saat ini kw bukan yang terbaik di dalam hidup ku
aku harus bisa merelakan kepergiaan mu dari hidup ku.

itu lah kisah cinta ku dan prjalan kerjaku yang sangat sedih saat ini aku alami


Cerpen Sedih – November Rain

“Sebaiknya kita intropeksi diri masing-masing dulu, karena pasti gax bakalan ada yang mau disalahkan antara kita”itulah sms terakhir vani yang bikin telingaku berdenging setelah satu jam lebih kami berdebat. Yah, mungkin memang ini yang harus kami lakukan untuk memperbaiki hubungan kami yang akhir-akhir ini kurang bagus bahkan bisa dibilang tidak bagus. Walaw sebenarnya aku sendiri gax mau terima kata- kata itu, karena seolah-olah vani menyalahkan aku dengan keadaan ini.

O ya kenalkan aku iyos, aku lulusan sebuah perguruan tinggi swasta dikota kelahiran-ku dan juga vani belahan jiwa-ku. Berbeda dengan vani yang lebih memilih bekerja setelah menamatkan studinya di SMA. Setelah lulus dengan membondong gelar Sarjana Ekonomi, aku memilih untuk pindah keluar kota, karena ada tawaran pekerjaan, yang lumayan bagus dengan posisi yang tepat sesuai jurusan kuambil di bangku perkuliahan dulu.

Dan semenjak terpisah oleh jarak, vani semakin hari menunjukan perubahan sikapnya padaku. Dari mulai jarang menghubungi aku untuk sekadar bertanya keadaanku, atau mengirimkan kata-kata mesra penyemangat hidupku. “love u say” atau “miss u forever” merupakan kata-kata yang selalu kudapati di setiap hari-hariku dulu, meski kita bertemu setiap hari. Tapi kini kata-kata itu sudah gax pernah kudapati lagi.

Hari ini tepat hari ketiga aku tidak menerima kabar dari vani setelah sms terakhir beberapa hari yang lalu dikirim ke ponselku. Aku sengaja tidak menghubungi vani karena menurutku dalam masa introspeksi diri sebaiknya kita memamg tidak berhubungan dulu berharap pada saat kita berkomunikasi lagi keadaan akan lebih baik dari sebelumnya.

Tapi rindu yang telah ku pendam beberapa hari ini tak bisa kutahan lagi. Kuraih ponselku mencoba mengetik beberapa kata untuk ku kirimkan ke ponsel vani,
“spada,.yang punya ponsel kemana aja yach,

Pa kabar say, lagi dimana neh??
Ku kangen berat neh, minggu ini aku pulang lo,.”

Kukirim pesan singkat ke ponsel vani. Satu menit,.sepuluh menit.,setengah jam berlalu tapi belum ada balasan dari vani, pikiranku mulai resah, hatiku bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan vani, yups baru saja ku melipat sajadah setelah menunaikan shalat ashar, terdengar dering pesan masuk dari ponselku, setelah membaca pesan yang masuk ke ponselku semangatku berubah menjadi turun drastis

“sorry say baru balaz, tadi ku lagi dijalan bareng teman. Minggu ini kayaknya aku gax dirumah deh say, karena sekarang aku lagi diluar kota, ada temanku yang ngajak aku berkunjung kerumah keluarganya di luar kota”

Aku sangat kecewa, karena ini bukan vani yang kukenal, bukan vani yang antusias saat ingin bertemu denganku. Mungkin memang jadwal pulangku yang kurang tepat. Setelah lama ku berpikir, aku menemukan jalan untuk bertemu vani, karena kebetulan aku punya sodara yang tinggal dikota yang sama dengan sodaranya teman vani.
Kucoba menelepon vani, untuk memberitahu bahwa aku akan segera menyusulnya. Setelah beberapa kali kucoba, vani tidak mengangkat telepon dariku. Lalu aku memilih mengirimkan pesan singkat ke ponselnya vani.

“say, kamu baik-baik aja kan?koq telepon aku gax diangkat sich?, aku punya kabar bagus, aku susul kamu aja yach, kebetulan aku juga punya sodara dikota sodara teman kamu ini.”

Setelah menunggu lima belas menit aku baru terima balasan dari vani, “gax usah say, kamu liburnya pasti singkat kan, ntar pulang-pulangnya pasti capek, lagian buang-buang duit juga kan nyusul aku kesini.”

Jantungku berdegup kencang setelah membaca pesan singkat tersebut . benar-benar bukan seperti harapanku, karena kufikir vani akan sangat senang sekali dengan usulanku tadi,.hmmzz,.ya sudah mungkin vani ingin menikmati liburannya bersama temannya, berarti aku harus mengurungkan niatku ini,.

Dua hari berlalu, ponselku berdering menandakan ada laporan masuk, kulihat dan kubaca ternyata pemberitahuan dari facebook bahwa vani meng-up date statusnya. “kuyakin dia yang bisa membuatmu bahagia”. Otakku pun berfikir apa maksudnya?, tapi ku gax menanggapi tulisan tersebut, melihat kondisi hubungan kami saat ini, kesalahan kecil pun akan berubah jadi masalah besar.

Jantungku berdegup kencang setelah mendengar lantunan lagu group band tersohor negeri ini yang berjudul ‘jalan terbaik’. Dari awal mendengarkan liriknya “semua telah berakhir,tak mungkin bisa dipertahankan.,.,.,” sengaja ku dengar lagu ini karena siang tadi vani membagikannya lewat akun facebooknya padaku. Apa artinya semua ini, apa vani menginginkan hubungan kami berakhir.

Seperti biasanya yang kulakukan aku tidak menggapinya, aku juga tidak ingin bertanya pada vani karena aku tidak mau memperparah hubungan kami,.yaa aku memang sangat menyayangi vani, aku juga tidak menginginkan hubungan kami berakhir disini, aku yakin vani adalah cinta terakhirku, seperti yang selalu diucapkan vani dulu padaku “ku yakin kamulah belahan jiwaku, kamu cinta terakhirku, kamu jodohku, jangan pernah tinggalkanku, aku gax mau kita berpisah”, kata-kata itu selalu terngiang di telingaku.

Kulihat di ponsel ku ada pemberitahuan penerimaan tautan tembang – tembang kesedihan yang dilantunkan group band terkenal negeri ini yang untuk kesekian kalinya dikirimkan vani lewat akun facebooknya. yah, sudah beberapa hari ini aku menerima pemberitahuan yang sama.

Sejak saat itu komunikasi antara kami kurang lancar, vani jarang sekali menghubungiku, aku sudah berusaha mengalah, aku yang harus berinisiatif menghubungi, berharap hubungan kami akan baik-baik saja. Setiap kali aku mencoba menghubunginya, tapi hanya beberapa yang ditanggapi, lebih sering tidak diindahkannya. Vani jarang membalas pesan singkat dariku, gax pernah mau angkat telpon dariku dengan alasan sibuk. Tapi ku tetap mencoba berpikir positif, karena begitu sayangnya aku pada vani.

  Cerpen Perpisahan

Pagi ini kucoba menelepon vani, aku ingin memberi kabar minggu ini akan pulang 4 hari, lumayan long weekend. Tapi sepertinya dia lagi sibuk karena sudah beberapa kali kucoba tidak pernah diangkat, lalu kukabarkan saja melalui sebuah pesan singkat. Wah, tumben kali ini ditanggapi dengan cepat, tapi isinya sungguh tidak mengenakan hatiku, vani menolak bertemu denganku, lagi-lagi dia pergi keluar kota berkunjung kerumah pamannya yang gax terlalu jauh. Walaupun begitu aku tetap bertekat ingin kembali ke kota ku dengan harapan vani berusaha menemuiku.

Hari ini cuacanya kurang bagus, keberangkatanku ke kota kelahiranku diiringi gerimis, tapi tidak menyulutkan semangatku sedikitpun. Dalam perjalananku aku berdoa agar vani akan menemuiku nanti, aku menggambarkan kita akan menghabiskan waktu bersama selama masa liburanku.

Harapanku buyar karena sampai hari ini aku mau balik ke perantauanpun vani tidak memunculkan diri dihadapanku. Sedih rasanya harapanku tidak tercapai, aku kembali dengan rasa kecewa yang sangat dalam.

Aku berangkat kerja dengan lesu mengenang liburanku tidak seperti harapanku. Vani benar-benar telah berubah. Aku sepertinya belum sanggup untuk kehilangan vani. Hari ini tidak begitu banyak yang harus kukerjakan dikantor, kucoba membuka akun facebookku melalui komputer kantor. What,.,sontak aku kaget ketika melihat pemberitahuan kalau vani telah mengganti statusnya di facebook menjadi lajang tanpa sepengetahuanku, hmmzz dulu kita sepakat status di facebook kita berpacaran. Tapi hari ini dengan apa yang telah diperbuat vani membuat ku shock. Kucoba untuk menelepon vani, tapi usahaku sia-sia, dia sama sekali tidak mengangkat telepon dariku.

Hatiku hancur,.,.tak berapa lama selang waktu vani mengirimi ku pesan. Dengan kata-kata manis yang biasanya dilontarkan kepadaku. Kami beradu argumen, saling memberi penjelasan. Tapi tetap berujung dengan rasa sakit karena vani meminta kami untuk mengakhiri hubungan ini, vani menjelaskan dia merasa bosan dengan keadaan hubungan kami saat ini, bosan dengan hubungan yang hanya penuh pertengkaran, (yang menurutku selalu vani yang memulai untuk itu).
Kucoba untuk menerima keadaan ini, mungkin vani memang bukan jodohku. Sejak saat itu ku berusaha mengalihkan fikiranku tentang kenangan bersama vani dulu walaupun sangat berat kehilangan orang yang sangat disayang. Berupaya mengusir fikiranku tentang kisah kami dulu, karena sekarang sudah tidak ada ‘kami’ hanya ‘aku’ dan ‘vani’.


Cerpen Sedih – Mengenang Sebuah Mimpi

Semalam aku bermimpi. Dan kuanggap itu mimpi indah. Mimpi namun terasa nyata. 7 tahun lalu, aku mengenal seorang gadis. Berwajah indo, bertubuh tinggi dan langsing bak model catwalk. Kita sama-sama menjalani masa ospek kampus. Awalnya aku tidak peduli dengan keadaan sekitar. Aku mulai bergaul dengan beberapa mahasiswa baru lainnya. Suatu hari, aku melihatmu sedang mencabuti rumput didepan kampus kita. Kamu sedang dihukum rupanya, akibat keterlambatanmu. Kemudian kamu melempara senyum kepadaku, aku membalas dengan senyum lebar jua

Tak dianya, ternyata kita sama-sama menjadi salah satu petugas P2M. sejak hari itu, kita menjadi dekat. Bahkan lebih dekat daripada lainnya. Kemana saja kita berdua. Kamu tidak akan masuk kuliah jika aku belum menampakkan batang hidung. Kekantin, ke mall, kemanapun, kita sudah tak terpisahkan. Mungkin itu dalam benak orang-orang. Bagiku, kamu tempat ku berbagi semua. Tawa, air mata, dan seluruh kisah ku dan keluargaku. Begitu juga kamu. Termasuk kisahmu yang bukan anak kandung dari ibu dan bapakmu. Tapi, aku tidak ada di sisimu saat kamu menangis, dan hampir mengalami kecelakaan.

Sebulan yang lalu, kamu menikah. Dengan pria yang kamu idam-idamkan. Aku tidak kamu undang. Jangankan demikian, mengirim sms pun, tidak lagi kamu lakukan sejak aku mengambil studi S2 keluar daerah.

Dan semalam, aku bermimpi. Bertemu dan mengobrol panjang denganmu. Dalam mimpi itu, aku dan kamu seperti dulu. Asyik bertukar cerita. Lupa pada kiri dan kanan. Tidak peduli waktu. Bahkan lupa jika sedang lapar. Kita indah bukan? Ya, kita sangat indah. Betapa hampir seluruh pihak kampus menyayangkan perpisahan kita. Sesuatu yang kita coba tanam selama 4 tahun masa kuliah kita, hancur tanpa sisa. Dan yang paling buruk. Penyebabnya sangat sulit untuk di urai. Sehingga, semua orang berpikiran. Seakan-akan kita terpisah Karena masalah pria. Karena ini, karena itu. Tapi saat itu, aku tak peduli. Sedikitpun aku tak mau dengar apa kata semua orang, agar aku mau berkomunikasi denganmu. Bahkan ketika salah seorang temanku mengatakan, aku yang egois dalam hubungan kita. Aku sakit. Merasa sakit. Mereka terlampau sedikit mengenal kita. Terlampau dangkal mengenali kamu. Terlalu cepat menarik kesimpulan dari apa yang terjadi.

Aku meninggalkan kota ini, dengan sejuta rasa. Rindu, sedih, pilu terkumpul jadi satu dalam relung hatiku. Kamu orang yang paling berharga yang aku miliki. Kamu orang yang selalu tidak sependapat denganku. Kamu orang yang selalu bisa mengambil hatiku. Dan kamu ternyata adalah orang yang paling mengerti aku. Semua itu terlambat aku sadari, hingga mimpi tadi malam menggelayut dalam malamku. Aku merindukanmu. Saat kini kamu sedang mencoba membangun rumah tangga dengan orang yang kamu cintai. Mencoba menyembuhkan diri sendiri dari jeratan masa lalu pedih tak beribu. Dan aku, tidak pernah ada di sisimu.

Bagimu, menyontek sah sah saja. Mengambil hasil karya orang itu tidak apa-apa, asal sedikit. Bagimu, sedikit melunjak tidak mengapa, sedikit menggunakan rayuan dan wajah cantikmu agar orang-orang disekitarmu terpaku, itu adalah hal yang sah. Tapi aku tidak. Aku tidak memiliki apapun selain tekad kuat. Aku tidak indah. Bersebelahan denganmu, aku pasti dikira ojekmu. Aku mulai risih dengan semua itu. Aku bosan dengan musuh-musuhmu. Aku bosan dengan tatapan takjub orang-orang kepadamu. Aku muak dengan seluruh kisahmu. Dan aku memilih pergi. Aku pun bosan dengan caramu belajar, mengerjakan tugas, ujian yang tidak pernah puas dengan jawabanmu sendiri, namun memilih jawabanku. Aku bosan yo.

Tapi aku tetap sayang padamu. Mendengar kepergian bapakmu, aku pun tak bisa menahan tangis. Ingin sekali aku meluncur kekosmu, jika waktu tidak mengingatkanku pada jam malam yang ditentukan bapakku. Kita berjanji, akan membicarakan semuanya. Tapi apa, semua hilang. Kebencian kembali menggerogoti sendi-sendi hatiku. Manakala kamu pernah mengakui hasil karyaku didepan dosen kita. Tepat didepan mataku. Hanya pilu yang aku rasa. Dan aku coba simpan. Dan hanya aku yang tahu. Tak cukupkah itu yo. Bagiku itu penghinaan terbesar yang pernah aku terima. Aku tidak memiliki kelebihan fisik apa-apa. Yang aku punya hanya tekad kuat untuk belajar. Aku ingin jadi salah satu manusia cerdas yang berguna bagi orang-orang disekitarku. Sederhana bukan?.tapi kamu tidak pernah bisa membenarkan keinginanku, impianku, cita-citaku. Kita tak pernah sepaham untuk masalah ini.
3 tahun lalu. Aku memutuskan hidupku. Keputusan besar yang aku timbang sendiri.

Aku dijauhi oleh sebagian besar sahabatku. Aku memilih menjaga auratku seluruhnya. Bahkan jika aku tak terhalang rasa hormat pada keluargaku, mungkin saat ini kamu hanya bisa melihat mataku yang terbuka. Setelahnya, aku menyiapkan diri untuk berangkat menuju cita-citaku selanjutnya. Aku semakin yakin dengan segala keputusanku. Air mata sering jatuh, takkala mengingat suramnya masa laluku. Pahitnya hinaan dan cercaan orang-orang karena perbuatanku sendiri. Aku kehilanganmu dan seluruh konco-konco yang aku miliki. Tapi sedikitpun tidak ada rasa penyesalan.

Aku bangga, dengan demikian. Insya Allah aku akan dapatkan dunia, karena tujuan ku akhirat. Aku merubah diriku dengan susah payah yo. Beberapa waktu lalu, sebelum kamu menikah, aku melihatmu di sebuah rumah makan dengan calon suami mu. Kamu semakin seksi, dengan kulit putih dan tubuh rampingmu. Aku dengar, sekarang kamu menempati posisi yang cukup bagus, dan melayani klien-klien khusus dengan ekonomi tingkat atas. Aku bahagia mendengar hidupmu sekarang. Tapi, yo sayang. Kamu muslim. Semoga kelak kamu pun berhijab.

Karena insya allah ini jalan yang benar. Menuntun umat Muslim untuk akhirat yang lebih baik. Aku sekarang bukan apa-apa yo. Hanya mencoba meniti kehidupan. Kamu lebih hebat, kamu sudah dari dulu menyusun ritme hidupmu sekarang. Aku memutuskan untuk rehat dan bertapa, bertapa dalam hidup demi kehidupan agamaku. Sekarang, aku mencoba menjadi seorang fasilitator, untuk mahasiswa/I seperti kita dulu. Aku tidak ingin ada kebodohan seperti yang dulu kita alami. Aku tidak ingin ada kesalahan terlalu banyak pada diri mereka yang sedang mencari jati diri, dan dengan ikhlas sukarela aku ceburkan diriku ke dunia ini yo…

Hati ini insya allah tenang yo. Walau begitu banyak kisah yang aku miliki untuk aku bagi denganmu. Tapi aku tak pernah menggapaimu. Namun, biar Allah yang menyampaikan, betapa aku merindukanmu. Sahabat terbaik yang pernah aku miliki.


Cerpen Sedih – Cinta Dalam Secangkir Moka

Deras hujan membuatku mual tuk menatap jendela kayu tua,tugas kantor yang membuatku pening menumpuk seperti pohon cemara yang teruntai menjadi suatu keindahan langka.tak selang beberapa lama langit berhenti menangis,ku berfikir ingin membuang beban derita ini dengan berjalan-jalan,ku susuri sepanjang jalan,namun dahagaku mulai merangkak tak terbendung,di sekitar jalan kulihat pejual kopi yang sudah menjadi tradisi,tanpa memilih kududuk di bangku tua dari bambu.ku pesan segelas kopi rasa moka ,sambil menunduk membaca pesan singkat dari teman di seberang sana,tanpa sadar aku mendengar suara halus,tak kusangka perempuan bertutur kata halus menyodoriku secangkir kopi,jantungku berdebar,sekali-kali kutatap matanya,dia hanya tertunduk malu.namun malam kian larut memaksaku pulang.di setiap langkah aku selalu terbayang wajahnya.hari berikutnya kuoesan menu favoritku,ku ciba berbincang dengannya,ku coba mendekatinya.

malam itu begitu gelap namun menurutku tetap terang sambil menerawang mimpi-mimpi,di kantor seperti biasa diriku merasa jenuh,ku tulis kata-kata yang tak kumengerti kukirim keseseorang disana yang kuberi nama cinta,kian lama aku tenggelam dalam cinta secangkir mokka,setiap hari tanpa bosan ku dekati,ku telepon,ku coba memupuk benih cinta ini agar suatu saat aku dapat memetik hasilnya.

  Cerpen Persahabatan

suatu waktu saat aku sedang menikmati makan siang di kantor,tiba-tiba hpku berbunyi keras,kuangkat dan kudengar,sura yang membuatku bergegas meninggalkan kantor menuju rumah sakit.kabar yang membuatku sedih,pujaan hatiku mengalami kecelakaan hebat,sesampainya di rumah sakit,ku berlari menuju kamar tempat dia di rawat,kulihat di terbaring lemas,aku bersyukur mungkin tuhan masih memberiku kesempatan,

dengan khawatir aku mendorong semnagat hidupnya merajut rumah tangga bersama.namun dengan begitu lemas dia menyatakan kata cinta yang selam ini ingin kudengar setelah sekian lama,aku berusaha menenangkannya,namun apa daya tuhan berkehendak lain dia pergi untuk selamanya,ku peluk dan ku tangisi kepergiannya itu untuk selamanya,walau tak bisa kuterima.terkadang memang cinta tak selalu berbuah manis sesuai yang kita harapkan.tapi jangan menyerah untuk mendapatkannyya


Cerpen Sedih – Vellyza

suara lonceng mengharukan peliharaan yang mulia disaat tiikaman kau letakan di perisaiku
apa kau tau apa yg ingin kulakukan? sesungguhnya aku ingin berlari mendekatimu dan memelukmu tapi jika itu kulakukan dia pasti akan berontak untuk membunuhku

yang mulia adalah dinding pemisahku
yang mulia punya otak hitam tersenyum
yang mulia punya satu jemari ajaib
dengan satu gerakan hanya dengan satu sentuhan maka ia dapat merubah bentuk bumi dapat membuat pasukan kelilawar muncul bertemu matahari
dia tak pernah mau tau apa yang tersimpan dihati vellyza
air mata vellyza tak berbanding dengan kemauannya

tapi cinta vellyza dan cinta ku adalah takdir bulan
vellyza tak peduli meski sang mulia murka
meski aku juga melarang karna ketakutan apa kau tau apa yang ada dihatiku saat ku katakan ini?
aku murka di bibir laut dan aku adalah monster dimalam ini sampai aku lemas dan perlahan tertidur pulas sampai aku merasa wajahku di serang musuh terbesarku
sinar mentari datang dengan senyum setannya
aku sungguh ketakutan dan secepatnya mencari kegelapan yang bersahabat denganku

aku tak takut punah tapi yang aku takutkan aku tak bisa lagi bertemu vellyza, vellyza yang sedang meraung di dalam kamar debu pengasingan yang dikerjakan sang mulia, dengan tangan sang mulia kini langit memberi saran jika aku harus!
dan vellyza
aku harus membawa vellyza dalam kebebasan dengan nyawa sebagai taruhannya
nanti malam akan menjadi malam yang panjang lupakan sejenak senyuman tapi mulailah berteman dengan amarah

bulan memulai dan aku menarik nafas, aku menapaki perlahan langkah pertama dengan langkah kilat aku telah sampai di gerbang peperangan aku tau didalam sana vellyza menantiku dengan mata indahnya
para prajurit tau keadaanku orang yang selama ini paling di cari-cari sang mulia….. mereka menyerbuku dengan tapak seribu
ku berikan mereka sebuah senyuman setan bulan berkedip, dan setelahnya para prajurit berlumur darah dan letak tak beraturan mereka kini adalah vampire aku tak haus lagi…aku tersenyum puas

aku mulai mencari kamar debu pengasingan
aku berpeluh dikejar waktu tidur sang mulia hingga akhirnya kutemukan sebuah pintu kamar dengan segel terkutuk
aku tempelkan telinga ke dinding pintu
aku mendengar suara tangis bidadari didalam
aku meledakan pintu terkutuk dann booom pintu terkutuk hancur
dan kini asap-asap mengepul menghalangi pandangan ke depan
asap menipis dan aku melihat samar tubuh feminim bergaun putih dengan rambut indah
aku lemas tersenyum ketika ku tau dia adalah vellyzaku
dia berlari memeluku dengan tangis kami berpelukan dibawah sinar bulan

dan kami dikejutkan dengan suara tertawa
aku menatapnya dengan penuh rasa benci
dengan penuh rasa ingin membunuh aku haus kembali….
jantung ku memompa cepat,cepat sekali
sang mulia mencoba menebasku
aku menghindar, aku patahkan setiap serangannya dan kini aku mencekiknya
aku menguasai pertarungan ini hingga musuh terbesar ku datang
(sinar matahari)
tubuh yang spartan berubah
jompo kini aku berlutut melemah
sang mulia mencabut pedang nya
pedang meluncur akan
menghujam jantungku
namun seketika mataku
terhalang oleh rambut dengan harum surga
pedang itu terus meluncur dan menghujam dan menembus satu demi satu
lapisan kulit vellyza
untuk kemudian menembus dan memecahkan jantungku
aku dan vellyza bertatapan dan saling berhadapan.

dia tersenyum dan berkata “dunia memang tak pantas untuk menjadi pelaminan cinta kita, tapi masih ada surga yang telah menyiapkan segalanya’”

aku meletakan jari telunjukku di bibir segarnya dan”sssssstt”/”bisa kah kau berikan ku ciuman terakhir di dunia?”

seketika bibirnya meraih bibirku seiring detik terakhir mejemput kami dan memejamkan mata untuk selamanya

aku pun tersenyum dengan air mata dan kami mati berpelukan dengan sebuah pedang yang melekatkan tubuhku dan vellyzaku

the end


Cerpen Sedih – Bernafas Tanpamu

5 Agustus 2011, Medan, Indonesia -Mentari pagi lembut menyapa, Mengintip dari celah bilikku dengan kehangatannya kian merayap mengusir dingin yang sedari tadi menusuk tulang.

Disaatku membuka mata, aku menatap jam bekerku yang menunjukkan kearah jam 6 lewat 45 menit 7 detik. ”Terlambat”. Pikirku.
Tiba disekolah, jam tanganku tepat menunjukkan jam 7 lewat 30 menit, segera aku berlari dari lantai bawah hingga menuju lantai paling atas.

“Gubrakk”. Aku terjatuh karena penyakit jantungku kambuh lagi, untungnya ada seorang murid perempuan yang menolongku saat itu. Murid itu menolongku kelihatan ikhlas.

“Kamu gak apa-apa?”. Tanya murid itu dengan senyumannya.

“Yah aku gak apa-apa kok”. Jawabku dengan wajah pucat menahan sakit.

“Yakin? aku antar kamu kekelas ya ! “. Kata murid itu sambil merangkulku dan membawaku kedalam kelas. Awalnya aku menolak, tapi ia tetap memaksa diri untuk membawaku kedalam kelas. Kelihatannya ia khawatir dengan kondisiku saat itu.

Tiba dikelas, “Oia nomor handphone kamu berapa? Entar kalau terjadi sesuatu dengan kamu hubungi aja aku, ini nomor handphone aku”. Ujar murid itu sambil memberikan sebuah kertas kecil yang bertuliskan nomor handphonenya , kemudian ia pergi meninggalkan

Aku kelihatan sangat terburu-buru karena ia juga terlambat saat itu. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya karena ia sudah menolongku, aku juga lupa menanyakan siapa namanya.

Sepulang sekolah setelah kondisiku lumayan membaik, aku mencoba untuk sms Murid itu dan sms itu berisi ucapan terima kasihku padanya karena ia sudah menolongku, dari sms itu pula aku mengetahui namanya. Namanya adalah Fita khairani, kelasnya hanya Bersampingan dari kelasku.

Semenjak itu fita sering kali memperhatikanku, ia selalu menjagaku dan kami selalu bersama bagai api dengan asap yang tak mungkin bisa terpisahkan. Aku dan fita akhirnya menjalin hubungan persahabatan, dalam persahabatan itu saling ada perhatian dan pengertian diantara kami.

Gak lama kemudian, keadaan berubah. Mungkin fita menyadari bahwa persahabatan kami terlalu dekat sehingga ia sedikit menjauh dariku atau mungkin sebaliknya, ia malu punya sahabat yang penyakitan sepertiku. Aku dan fita saling melangkah berjauhan. Jarak itu

Membuat aku dan fita bertengkar, pertengkaran itu membuat kami lupa akan adanya Persahabatan diantara kami.

Tak mudah bagiku untuk melupakan semua kenangan manis, rindu takkan bisa meng-halangi kami. Akhirnya kami bersahabat lagi hingga pada akhirnya aku tahu kalau ternyata fita juga memiliki penyakit yang lumayan parah. Kasihan fita, setiap 2 jam sekali ia harus

Menahan sakit. Fita memiliki penyakit ginjal yang cukup serius tapi ia tetap saja berkeras hati untuk tetap bertahan tanpa harus menajalani operasi.

Mendengar kabar buruk itu, sikapku terhadap fita agak lebih perhatian dari pada yang sebelumnya. Fita ternyata tidak suka dengan sikapku yang terlalu memperdulikannya.

“Udalah shaf, kamu gak usah terlalu peduli sama aku, lagian hidup aku gak bakal lama lagi kok !”. Ujar fita padaku. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut fita, aku spontan sangat terkejut. Aku dan dia sama-sama terserang penyakit yang keadaanya lumayan parah, tapi sanggupkah aku harus bernafas tanpanya? , lebih baik aku yang akan pergi. Pikirku.

“Gak akan fit ! . Disini ada aku, selama masih ada aku dan selama kita masih bersama percaya kamu akan baik-baik saja”. Ujarku dengan senyuman menyemangatinya.

Hari akhirku sekolah dan hari terakhirku bersamamu Fita. Aku akan menjadi bintang dimana yang akan menjaga tidurmu tepatnya dimalam hari, aku juga akan menjadi kupu-kupu yang ingin terbang menghiasi hari-harimu.

“Kamu pucat banget , badan kamu juga panas banget shaf”. Begitulah kata fita dengan kekhawatirannya. Aku hanya tersenyum.

“Fit boleh aku minta pelukanmu?”. Pintaku padanya. Fita langsung memelukku

Dengan pelukan hangatnya sebuah persahabatan.

“Makasih atas semuanya”. Ujarku dalam kata-kata terakhirku didunia dan melepaskan semua beban-beban penyakit yang kurasakan dalam pelukan hangatnya fita. Teriak histeris fita yang saat itu menghebohkan seluruh siswa beserta guru-guru disekolah. Fita menemukan sebuah surat kecil disaku bajuku yang saat itu sempat aku tuliskan sebelum berangkat ke sekolah.

“Maafkan aku. Sebenarnya aku gak mau ninggalin kamu, tapi aku gak mau liat kamu harus terus menerus menahan sakit. Ginjal ini !

Semoga ginjalku ini bermanfaat bagimu, jagalah ginjal ini seperti layaknya persahabatan kita.

Sekarang aku bernafas tanpamu, jadi kita tak perlu melangkah berjauhan lagi. Aku sudah mengikhlaskan semua. Maafkan aku yang jika selama hidupku tak berguna bagimu, maafkan aku yang jika pernah menyakitimu dan maafkan aku yang tak bisa disampingmu sampai detik ini sebagai sahabatmu, tapi tahukah kamu?aku akan tetap menjagamu disana bersama bintang – bintang .

Lihatlah keatas dan curahkan semua isi hatimu, maafkan aku yang saat ini tak mampu menghapus air matamu. Kamu perlu tahu, jangan berikan aku hiasan butir-butir tangismu, tapi berikanlah aku senyuman terindahmu disaat kepergianku”. (Shafa vhierani)
Itulah isi surat kecil yang sempat aku tuliskan sebelum aku berangkat kesekolah.

Selesai

******

cerpen sedih
cerpen sedih | unsplash.com

Demikianlah kumpulan cerpen sedih yang penuh rasa dan arti yang dalam yang bisa mencari referensi dan bahan bacaan terbaik untuk pembaca. Semoga kumpulan cerpen sedih ini bisa menjadi sumber bacaan yang menarik untuk kita semua.

Leave a Comment