Cerita Dongeng

Cerita Dongeng Anak – Kali ini kami membagikan beberapa cerita dongeng anak berupa cerita pendek hewan fabel dan cerita rakyat daerah indonesia yang disadur dalam bahasa yang seru dan menarik sehingga mudah dipahami oleh anak.

Cerita dongeng yang banyak berisi kisah-kisah khayalan ini bisa digunakan bagi para orang tua sebagai media pendidikan yang efektif pada anak dalam melatih kecerdasan dan imajinasinya dalam dalam memahami kesimpulan dan pesan moral dari sebuah cerita.

Kumpulan Cerita Dongeng Terbaik

Yuk, silahkan disimak kumpulan cerita dongeng berikut ini:

Cerita Dongeng – Kisah Beruang Mencari makan

Pada suatu hari di tepian sungai tampak sesosok beruang yang tubuhnya sangat besar,sedang mencari ikan untuk makannan nya,wakyu itu memang belum musimnya ikan.sehingga dia harus menunggu lama untuk meraih ikan yang loncat di tepian sungai yang deras itu.

Sejak dari pagi hari si beruang mencoba untuk meraih ikan-ikan yang berloncatan keluar dari air.Tapi tidak satupun ikan yang dia dapatkan.

Dan Pada akhirnya …hap..dia dapat menangkap seekor anak ikan yang masih kecil.
Ikan kecil itu menjerit-jerit ketakutan,dan si ikan menatap ke arah si beruang dan berkata “wahai kau beruang,tolong kau lepaskan aku”.

“Mengapa,apa alasanmu” jawab beruang.

“Kau tidak lihat,aku ini sangat kecil,dan bahkan aku bisa lolos dari celah-celah gigi mu beruang” Sahut si ikan sambil merintih.

“Lalu kenapa?” tanya beruang lagi.

“Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang sudah besar,dan di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu,beruang.” kata ikan.

“Wahai ikan kecil, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?” tanya beruang.

“Mengapa,” ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!” jawab beruang sambil tersenyum.

“Ops!” teriak sang ikan.

Karena dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja.

Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap: :Ohhhh” andaikan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dulu ..!!!?

Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita.
Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;.
Di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan;.
Di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali;.
Dan dalam kondisi terburukpun selalu ada kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.

Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi kesempatan yang besar.


Cerita Dongeng – Kera Jadi Raja Hutan

cerita dongeng kera jadi raja

Pada suatu hari di tengah dalam hutan rimba,terdengar suara singa si Raja hutan mengeram kesakitan,ternyata singa si raja hutan di tembak oleh seorang pemburu hutan.mendengar kabar seperti itu semua penghuni hutan jadi gelisah karena mereka sekarang tidak punya raja lagi ,di karenakan Raja nya sudah di tembak oleh si pemburu.

Singkat cerita,seisi penghuni hutan pun berkumpul,untuk pemilihan raja hutan yang baru,semuanya berdiskusi untuk menentukan raja mereka yang baru,yang paling pertama di pilih adalah si macan tutul,tetapi si macan tutul menolaknya dengan alasan ” jangan aku,aku melihat manusia saja sudah lari tunggang langgang” ujar macan tutul.

“Jika macan tutul tidak mau,kalau begitu badak,karena kau amat kuat” kata binatang lain.

“Tidak-tidak aku tidak mau,karena pengelihatanku kurang baik,aku sering sekali menabrak pohon-pohonan” Ujar Si badak.

“mungkin yang pantas kau saja gajah yang jadi raja,karena Badan mu paling Besar di sini” kata binatang lainnya.

“Gerakan tubuhku sangat lambat,dan aku pun tidak bisa berkelahi” sahut si gajah.

Sangat berisik terdengar karena mereka harus memilih siapa yang pantas menjadi Raja,semuanya saling menunjuk kandidat-kandidatnya,dan semua yang di tunjuk pun menolak untuk menjadi raja.

“Mungkin hari ini kita cukupkan sampai disini ,kita akan lanjut besok” kata Gajah.

Saat semua binatang akan bubar tiba-tiba dari arah belakang kera berteriak dan berkata “Tunggu,Bagaimana jika manusia saja yang menjadi Raja,manuisia kan sudah membunuh singa”.

“Tidak Mungkin” jawab si tupai

“Coba kalian perhatikan aku,aku sangat mirip dengan manusia bukan?”ujar si kera “Maka akulah yang sangat cocok menjadi raja kan” lanjut perkataan si kera.

Dan setelah melalui perundingan,akhirnya semua penghuni hutan pun sepakat Kera lah yang akan menjadi raja hutan yang Baru.

Tapi setelah kera menjadi raja,ternyata tingkah lakunya kera sama sekali tidak seperti seorang Raja.Kerja si kera hanya bermalas-malasan sambil menyantap hidangan makanan-makanan yang lezat.Binatang yang lain pun merasa kesal,yang paling kesal terhadap kera adalah srigala.

“bagaimana si kera bisa menyamakan dirinya dengan manusia?” pikir si srigala.”Badan nya memang ada kesamaan,tapi Otaknya tidak” lanjut pikir si srigala.

Setelah lama berfikir,akhirnaya si srigala pun mendapatkan ide.

Suatu Hari,si srigala pun menghadap raja.srigala berkata ” tuanku,aku menemukan makanan yang amat sangat lezat,dan saya yakin tuanku pasti sangat menyukainya,bila tuan mau aku akan antar tuan ke tempat itu”.

Dan tanpa berfikir lagi si kera pun akhirnya pergi berdua dengan srigala.

Di dalam di tengah-tengah hutan rimba,terlihat onggokan buah-buahan kesukaan kera,karena sifatnya yang tamak,kera langsung menyergap buah-buahan kesukaannya.ternyata si kera kena jebakan yang di buat manusia,dia pun langsung terperosok ke dalam lubang tanah.

“Tolong,,tolong,” si kera berteriak, sambil berjuang dengan keras agar dia bisa keluar dari perangkap yang di buat manusia itu.

“Ha,,ha,,ha,, Tak ku sangka dan tak pernah aku banyangkan,seorang raja bertingkah bodoh,Dia bisa terjebak perangkap yang di buat oleh manusia,kalau punya raja bodoh mana mungkin dia bisa melindungi rakyatnya”.Ujar si srigala di saksikan binatang-binatang lainnya.

Para binatang pun meninggalkan kera yang sedang terkena perangkap karena ketamakan,dan kebodohannya.

Dan kera pun menjadi tangkapan manusia.


Cerita Dongeng – Tukang Kebun Yang Rajin Sedekah

Pada suatu hari, ada seorang musafir yang sedang berjalan di padang pasir, tiba-tiba saja seorang musafir itu mendengar suara dari langit, “Siramilah kebun milik siFulan.”

Dan setelah si musafir mendengar suara itu tiba-tiba hujan turun sangat derasnya, menyirami kebun milik si Fulan. Si Musafir pun terlihat keheranan, dan dari rasa penasarannya si musafir pun mencari pemilik kebun tersebut.

Setelah si musafir bertemu dengan si pemilik kebun dia pun bertanya kepada si pemilik kebun
“Siapa namamu?” tanya si musafir
“Fulan, Mengapa bertanya tentang namaku?” jawab si pemilik kebun

“Saat aku sedang berjalan dipadang pasir tiba-tiba aku mendengar suara di langit, yang memerintahkan hujan untuk menyirami kebun milikmu. Dan tidak lama setelah suara itu hujan pun turun. Aku sangat keheranan dan penasaran, sebenarnya amalan apa yang engkau perbuat?” Tanya si musafir.

“Mungkin karena aku sering sedekahkan sepertiga tanaman yang tumbuh dari kebunku, sepertiganya aku buat makan bersama keluargaku, dan sepertiganya lagi aku biarkan.” Jawab si Pemilik kebun.


Cerita Dongeng – Legenda Gunung Merapi

cerita dongeng gunung merapi

Diceritakan dalam Babad Tanah Jawa, ada seorang Panembahan Senopati yang sedang bertapa di Nglipura, dekat Bantul. Setelah Panembahan Senopati selesai bertapa, kemudian Ki Juru mertani bertanya kepadanya, ” apakah yang Kau Dapatkan di dalam tapamu?”

Panembahan Senopati menjawab, ” aku mendapatkan Lintang Johar di Nglipura.”
Segera Ki Juru mertani bertanya kembali kepada senopati ” apakah lintang Johar itu mampu dapat menghilangkan mara bahaya?”
” tidak paman,” ujar Panembahan Senopati.
” kalau begitu, bertapa lah lagi kau Senopati,” kata ki Juru mertani.

Ki Juru mertani melanjutkan perkataannya ” hanyutkan lah sebatang kayu di sungai, naiklah engkau di atas kayu yang hanyut itu. Setelah kau sampai di Laut Kidul, kau akan menjumpai Ratu Kidul.”

Panembahan Senopati menjalankan apa yang dikatakan Ki Juru mertani. Di dalam Babad Tanah Jawa disebutkan tentang pertemuan panembahan Senopati dan Ratu Laut Kidul. Ratu Laut Kidul bersedia membantu Panembahan senapati dengan bala tentara makhluk halus.

Panembahan Senopati kemudian menemui Ki Juru mertani.
” nah, sekarang apa yang kau dapatkan dari tapamu?”
” benar Kata paman, saya dapat bertemu dengan Ratu Kidul.”
” lantas, apa yang engkau dapatkan?” tanya Ki Juru mertani
” aku diberi minyak jayang katong dan telur degan,” jawab Panembahan Senopati.
” telur yang engkau dapatkan itu berikanlah pada juru taman,” kata Ki Juru mertani.

Singkat ceritera, setelah Ki Juru taman memakan telur yang diberikan oleh Panembahan senopati. Terjadi keanehan dalam diri ki Juru taman. Tubuhnya seketika berubah wujud menjadi raksasa yang besar dan sangat mengerikan.

Selanjutnya, raksasa itu ditugaskan menjaga Gunung Merapi. Adapun tempat penjagaannya adalah plawangan. Maka, apabila terjadi bencana yang diakibatkan oleh gunung merapi, raksasa itulah yang menjaga dan menahan agar bencana tidak menjalar ke arah selatan, khususnya keraton yogyakarta. Sebab itulah, lahar yang keluar disemburkan oleh Gunung Merapi tidak pernah mengalir ke arah selatan. Dengan demikian daerah sebelah selatan senantiasa terhindar dari bencana.

Sedangkan minyak jayang ketong diperintahkan agar dibuang, namun sebelumnya dibuka dahulu dan diusapkan pada dua anak laki-laki dan perempuan yang ada di sana. Setelah terkena jayang katong, raga keduanya tidak kelihatan. Anak laki-laki tidak tampak itu dijuluki kyai panggung, sedangkan si anak perempuan menjadi nyai koso.

Sampai sekarang, mereka dipercayai masih setia menjaga beringin putih di utara masjid yang ada di sebelah Selatan jalan.

” jangan takut! Memang aku buaya, tapi asalku manusia sepertimu juga. Aku dikutuk karena perbuatanku yang tercela. Oleh orang-orang aku biasa dipanggil Somad, pekerjaan sehari-hari ku merampok di sungai Tulang Bawang. Semua harta dan benda yang telah ku rampok, semua tersimpan dalam gua ini. Selain itu, di gua ini terdapat terowongan rahasia yang menembus langsung ke desa mu. Tak ada yang mengetahui Terowongan itu.”

Dalam keadaan terkejut dan ketakutan, Aminah berusaha menyimak seluruh perkataan sibuaya. Dan tanpa disadarinya, Aminah telah mendengar Sebuah Rahasia yang dapat memberinya jalan keluar dari gua itu. Walaupun si buaya selalu bersikap baik kepadanya dan selalu memberinya hadiah-hadiah perhiasan, ia tetap tidak kerasan, Dia ingin kembali ke desanya. Aminah berharap untuk dapat meninggalkan sibuaya yang kesepian itu sendiri didalam gua dan segera kembali ke kampung halamannya.

Pada suatu ketika, si buaya perompak tertidur dan membiarkan pintu buahnya terbuka. Aminah segera menggunakan kesempatan itu untuk keluar melalui terowongan sempit itu. Ketika menyusuri cukup lama, tiba-tiba ia melihat sinar matahari. Betapa gembiranya Aminah dapat keluar dari gua itu. Aminah, sigadis yang rupawan itu akhirnya bisa kembali ke desanya dengan selamat. Ya hidup tentram dan bahagia bersama keluarganya.

Harta berlimpah tidak menjamin hidup bahagia, buaya itu kaya raya tapi ia Kesepian dan menderita akibat perbuatannya itu.


Cerita Dongeng – Si Kancil yang Cerdik dan Harimau

Awal cerita, pada suatu hari terjadilah bencana kelaparan di suatu pulau yang penghuninya kebanyakan dihuni oleh harimau harimau. Para Harimau pun kelaparan, hari demi hari para harimau itu makin sangat kelaparan, karena setiap hari sudah tidak ada lagi hewan yang dapat mereka mangsa untuk mengisi isi perut mereka.

  Cerita Lucu

Singkat cerita akhirnya raja dari para harimau gitu mengutus Panglima dan para prajuritnya untuk pergi ke sebuah pulau kecil yang berada di seberang dan segera kembali dengan membawa banyak makanan.

Panglima dan para prajuritnya pun pergi ke sebuah pulau kecil itu, perjalanan ke pulau kecil cukup terasa sangat jauh. Dan akhirnya, panglima dan prajuritnya pun sampai juga di tempat tujuan mereka. Terlihat para harimau itu sangat takjub dengan keindahan ada di pulau kecil itu. Akan tetapi, setibanya mereka di pulau itu yang mereka lihat hanyalah seekor kancil kecil sedang di tepi pantai.

Si Kancil pun melihat panglima Harimau dan prajurit prajuritnya, si kancil mencoba berlari akan tetapi dia terlambat karena dia sudah dikepung oleh para harimau itu.

” hey kancil…! Dimanakah rajamu ? Kami semua datang ke pulau ini untuk meminta makanan. Jika kalian dan penghuni Pulau ini menolak, kami akan menyerang pulau kecil ini. Dan coba kau lihat kancil, kami membawa potongan kumis raja kami.” kata sang Panglima harimau itu dengan menunjukkan kumis rajanya.

” wow, kumis ini sangat besar sekali. Aku yakin pasti raja harimau sangat besar dan kuat juga. Baiklah harimau aku akan membawa Kumis rajamu ini, untuk aku tunjukkan kepada raja di Pulau ini” sahut si kancil.

Kancil pun pergi dengan bawa kumis raja harimau. Akan tetapi sebenarnya dalam hatinya kancil sangat kebingungan karena di pulau kecil itu memang tidak ada raja. Dalam perjalanannya kancil melihat sahabatnya yaitu seekor landak yang cukup besar, dan si kancil yang cerdik pun akhirnya menemukan sebuah ide yang hebat

Dihampiri lah silandak itu oleh kancil
” hei sahabatku, bisakah kau membantuku aku sangat membutuhkan bantuanmu sahabatku…!” kancil berkata kepada silandak.

” hah, kau meminta bantuan ku kancil? Memang sebenarnya apa yang bisa aku bantu untukmu kancil?” tanya silandak
” aku membutuhkan bantuanmu agar semua hewan di pulau kecil ini selamat, karena di tepian pantai sana sudah menunggu para Harimau. Dan aku mempunyai ide untuk mengusir para harimau itu.” jawab kancil

Dan akhirnya, setelah anda pun setuju dengan idenya kancil. Dia pun mencabut Duri yang paling besar, tajam Dan juga panjang. setelah kancil mendapatkan Duri tersebut, dia pun langsung pergi berlari membawa duri landak itu untuk menyerahkannya kepada Panglima Harimau.

” hai Tuan, tuan Harimau aku mendapatkan amanah dari rajaku. Bahwa raja kami siap untuk berperang dengan para Harimau. Dan sebagai buktinya, raja kamipun mengirimkan kumisnya untuk ditunjukkan kepada kau Harimau.” kata kancil dengan tegas kepada Harimau. Si kancil pun langsung menyerahkan kumis dari duri landak itu kepada panglima Harimau

” kancil, ini kumis rajamu?” tanya Panglima Harimau
” ya Tuan Harimau, memang benar itu adalah kumis Raja kami yang paling kecil. Raja kami pun menerima tantangan dari Raja kalian tuan Harimau.” jawab kancil

Terlihat panglima Harimau dan prajurit-prajurit nya pun sangat terkejut karena melihat kumis dari raja di pulau kecil itu yang besar, panjang dan tajam.

Panglima harimau pun berbisik kepada para prajuritnya ” kumis raja pulau kecil ini sangat besar, tajam Dan juga panjang. Kita pasti akan mendapatkan banyak kesulitan apabila melawannya.”

” lalu kita harus bagaimana,?” tanya salah satu prajurit kepada Panglima Harimau
” sebaiknya kita harus segera pergi dari pulau kecil ini, sebelum raja di Pulau ini murka.” jawab panglima harimau kepada prajuritnya.

Dan akhirnya parah harimau itu pun pergi meninggalkan pulau kecil tersebut, panglima Harimau dan prajurit prajurit nya pun melanjutkan perjalanan kembali ke pulau pulau lainnya untuk mencari makanan. Dan sejak saat itu tidak ada 1 harimau pun yang berani datang lagi ke pulau kecil itu.


Cerita Dongeng – Asal Usul Guntur Di Langit

cerita dongeng asal usul guntur

Pada jaman dahulu kala, manusia dan peri hidup rukun berdampingan, Si peri Mekhala adalah peri yang cantik dan juga pandai, ia berguru pada Shie. Selain simekhala, Shie juga mempunyai murid laki-laki yang bernama Ramasaur. Ramasaur kalah pandai dengan Mekhala dan ia pun selelu iri pada kepandaian mekhala. Akan tetapi Guru Shie tetap sayang kepada kedua muridnya dan tidak pernah membeda-bedakan kedua muridnya.

Pada suatu hari Guru Shie memanggil kedua muridnya dan berkata
“Besok… berikanlah kepadaku secawan penuh air embun, barang siapa yang lebih cepat mendapatkan secawan penuh air embun, beruntunglah ia. Karena dari secawan penuh air embun itu akan ku ubah menjadi permata yang bisa mengabulkan permintaan apapun.”

Kedua muridnya tertegun mendengar perintah dari gurunya. Ramasaur membayangkan ia akan meminta harta benda dan kemewahan sehingga dalam bayangannya ia akan menjadi orang terkaya di negrinya. Akan tetapi Si Mekhala malah sebaliknya, Ia berfikir dengan keras, karena untuk mendapatkan secawan penuh air embun tentu sangat tidak mudah.

Esok hari nya, pagi-pagi sekali mereka pun pergi kehutan untuk mengumpulkan secawan air embun. Ramasaur yang serakah dan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman-tanaman kecil lain nya. Akan tetapi hasil yang di dapat si Ramasaur sangat mengecewakan, air embun selalu saja tumpah sebelum dituangkan kecawan.

Sebaliknya, Mekhala dengan sangat hati-hati menyerap embun di antara dedaunan dengan menggunakan sehelai kain. Perlahan-lahan diperasnya lalu di masukan cawan. Dan hasilnya pun sangat menggembirakan. dan tak lama kemudian cawan si Mekhala telah penuh. Ia pun pulang dan memberikan cawan yang sudah di penuhi air embun kepada Gurunya.

Mekhala memang murid yang cerdik, gurunya pun menerima secawan air embun dengan gembira.Dan sesuai janji gurunya, air embun itu pun di ubah menjadi permata sebesar ibu jari. “Mekhala, jika kau menginginkan sesuatu, kau angkat permata ini sejajar dengan kening mu. Lalu kau ucapkan keinginan mu.” Kata Guru Shie.

Mekhala pun mengerjakan apa yang di katakan oleh gurunya tersebut, lalu menyebutkan keinginannya dan dalam sekejap mekhala telah berada di langit biru, melayang layang seperti burung rajawali.

Sementara Ramashur baru berhasil mendapatkan secawan penuh air embun sampai senja hari. Hasil air embun yang di bawa Ramashur tidak sebening yang didapatkan oleh Mekhala. Ramashur pun menyerahkan cawan itu ke pada gurunya. “Ramasaur, meskipun engkau kalah cepat dari Mekhala, kau akan tetap mendapatkan hadiah dari ku atas jerih payah mu. Ambil Kapak sakti ini, kau gunakan kapak ini untuk membela diri bila kau dalam bahaya, jika kau lemparkan kapak ini kesasaran, gunung pun bisa hancur terkena kapak ini.” Kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti yang terbuat dari perak.

Ternyata Ramasaur menyalah gunakan kapak yang di beri oleh Guru Shie. Ramasaur iri melihat Mekhala yang bisa terbang melayang layang di langit. Karena iri dan menjadi benci terhadap Mekhala, Ramasaur melemparkan kapak itu ke arah Mekhala yang sedang terbang melayang layang di langit. Mekhala pun menggunakan permatanya untuk menangkis kapak Ramasaur. Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dengan cahaya yang sangat menyilaukan.


Cerita Dongeng – Katak Sombong dan Anak Lembu

Pada suatu hari, ditengah padang rumput yang luas, ada sebuah kolam yang di huni oleh berpuluh puluh ekor katak. Dan diantara berpuluh-puluh katak itu ada seekor anak katak yang bernama Kethus.

Si kethus adalah anak katak yang berbadan beasr dan paling kuat, dan karena kelebihannya itu. Si kethus pun hidup nya sangat sombong sekali, Karena dia merasa dia lah yang paling besar dan kuat diantara anak-anak katak lainnya, dan tidak ada anak katak seumuran dia yang bisa mengalahkannya.

Sebenarnya kakak nya si kethus sudah sering kali menasehati nya, supaya kethus tidak bersikap angkuh dan sombong terhadap teman temannya. Akan tetapi si kethus tidak pernah menghiraukan nasehat-nasehat dari kakaknya.

Karena kesombongannya, teman-teman si kethus pun mulai menghindarinya, dan pada akhirnya si kethus pun tidak mempunyai teman lagi.

Singkat cerita pada suatu pagi hari, si kethus sedang berlatih melompat, saat ia sedang berlatih melompat dia situ juga ada seekor anak lembu yang sedang bermain disitu.

Terlihat sesekali anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Si anak lembu itu terlihat gembira sekali, Ia berlari lari sambil se sekali menyegok rumput yang segar, dan dengan tidak sengaja lidah si anak sapi itu terkena tubuh si kethus.

Si kethus pun marah sambil menggumam di dalam hatinya “Huh,, Berani sekali makhluk ini mengusik ku”, sikethus pun menjauhi anak lembu itu. Sebenarnya si anak lembu itu tidak berniat untuk mengganggu si kethus, namun karena kebetulan pergerakan si anak sapi dan si kethus sama sehingga menyebabkan kethus menjadi cemas dan melompat menyelamatkan diri.

Dengan nafas yang terengah-engah, sikethus sampai di tepi kolam. Melihat si kethus sangat kecapean, kawan kawannya pun nampak heran. “Hei kethus,,, kau tampak nya lelah sekali sampai terengah-engah, dan muka kau juga terlihat sangat pucat sekali.” tanya salah satu temannya.

“Tidak,, aku tidak apa apa. Aku hanya cemas saja, kau lihat makhluk di tengah padang rumput itu, aku tidak tahu makhluk apa itu, tapi makhluk itu sangat sombong dan hendak menelanku.” kata si kethus kepada teman temannya.

  Cerita Rakyat

Tak lama kakaknya si kethus datang menghampiri dan berkata, “makhluk itu anak lembu, kethus. dan sepengetahuan kakak anak lembu itu tidak jahat. Mereka memang biasa di lepaskan dipadang rumput ini setiap pagi.”

“Kenapa kakak bisa bilang makhluk itu tidak jahat, aku hampir hampir saja ditelannya tadi,” kata si kethus.

“Tidak mungkin kethus, karena lembu hanya makan rumput saja. Dia tidak makan katak ataupun ikan.” jawab si kakak nya kethus.

“kakak, aku tidak percaya kalau makhluk itu tidak makan katak. Tadi saja aku dikejarnya dan hampir ditendang olehnya.” celah si kethus.

Kemudian sifat sombong si kethus pun muncul dan berkata kepada kawan-kawan nya, “Hey kawan-kawan, sebenarnya aku bisa saja melawan makhluk itu dengan menggembungkan diriku.” sombongnya dengan bangga.

“Lawan saja kethus… lawan makhluk itu, kamu pasti menang.” teriak kawan-kawan si kethus.

Mendengar itu kakaknya si kethus pun mengingatkan kepada si kethus, “Sudah lah kethus, kau tidak akan bisa menandingi lembu itu. itu sangat berbahaya, bisa-bisa kau akan mendapat celaka, sudah hentikan.”

Akan tetapi si kethus tidak memperdulikan omongan dari kakaknya. Si kethus terus saja menggembungkan dirinya karena mendapat dorongan dari teman temannya. Sebenarnya temen-temannya sengaja hendak memberi pelajaran kepada si kethus yang sombong itu.

“Ayo kethus…ayo sedikit lagi kethus…teruskan…” teriak teman-temannya seakan-akan menyemangati si kethus.

Tiba-tiba si kethus jatuh lemas, karena di menggembung terlalu sangat besar. Si kethus pun merasakan perutnya sangat sakit dan perlahan lahan dikempiskannya.

Melihat keadaan adiknya yang jatuh karena lemas, kakaknya pun lalu membantu.
“Sukurlah kau kethus, kau tidak apa-apa” kata kakaknya.

Singkat cerita si kethus pun telah sembuh dari sakitnya, dan dia mengerti dia jatuh sakit karena kesombongannya.


Cerita Dongeng – Kisah Kuda dan Keledai

cerita dongeng kuda dan keledai

Diceritakan, seekor kuda dan keledai. Pada cerita ini sikeledai yang iri dengan keidupan sikuda yang selalu dirawat dengan baik oleh pemiliknya.

Sikeledai sangat iri karena sikuda ditempatkan dikandang yang selalu bersih, diberi makanan enak, selalu di mandikan, dan si kuda juga tidak pernah disuruh bekerja.

Iri nya sikeledai, ia harus selalu bekerja keras setiap hari mengangkat barang bawaan, harus menarik gerobak yang berat, ia tak pernah dimandikan oleh tuannya, diberi makan seadanya, dan ia juga ditempatkan disebuah kandang yang kotor karena jarang sekali kandang si keledai dibersihkan.

Di hari yang penuh kesempatan, sikeledai menghampiri sikuda dikandangnya. Sikeledai mengeluh dan berkata kepada sikuda.
“Hey kuda, hidupmu sangat enak, penuh kasih sayang dari situan kepadamu. Kau ditempatkan dikandang yang bersih dan diberi makan yang enak. Sedangkan aku Diberi makan seadanya dan ditempatkan dikandang yang kotor. Selain itu pula setiap hari aku harus berkerja keras. Sebetulnya aku sangat iri kepada mu kuda!!!”

“Keledai, sebenarnya kau tidak tahu. Kamu lah yang paling beruntung didunia ini daibandaingkan dengan ku. kau hanya melihat kehidupan ku disini saja, kau tidak melihat kehidupanku yang penuh resiko” jawab sikuda.

Sikeledai pun menjadi heran apakah benar sikuda mempunyai beban resiko yang berat, yang ia ketahui adalah sikuda selalu dirawat dengan sangat baik oleh Situan.

“Maksudmu sangat beresiko bagaimana kuda, aku tidak mengerti yang kau katakan kuda” si keledai bertanya kembali kepada sikuda

“Iya keledai hidupku penuh resiko bahkan aku bisa terluka parah dan bisa mati kapan saja. Saat terjadi perang, tuan naik diatas punggungku dengan bersenjatakan lengkap. Apa bila musuh lebih kuat, aku bisa saja terluka parah dan bahkan mati di medan perang.” Jawab sikuda.

Mendengar semua itu sikeledai mulai menyadari bahwa selama ini dia sudah salah. Ternyata nasibnya jauh lebih beruntung di bandingkan si kuda.

Nah adik-adik yang baik, makna dari cerita tersebut adalah, kadang kita melihat kehidupan orang lain jauh lebih beruntung dibandingkan dengan kehidupan kita. Padahal kenyataannya belum tentu apa yang kita sangkakan. Dan selain itu, pasti ada banyak orang yang nasibnya tidak sebaik kita. Marilah kita bersyukur dengan apa pun yang kita dapatkan dan kita miliki.

Cerita ini diadaptasi dan dikembangkan dari dongeng pendek karya Aesop berjudul “The Ass and the Charger.”


Cerita Dongeng – Ayah, Anak dan Seekor Keledai

Pada suatu hari ada seorang Ayah, anak dan seekor keledai. Sang ayah bernama juha itu ingin memberikan pelajaran kehidupan yang berharga kepada Anaknya didalam perjalanannya.

Dia menunggangi seekor keledai dan menyuruh Sang anak berjalan dibelakangnya. Ketika baru berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian wanita yang menyoraki juha, “Kok, kamu yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan dibelakang?”

Mendengar itu,Juha pun turun dan menyuruh anaknya yang naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang tua sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata “Mengapa kamu berjalan kaki, kamu kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda kau biarkan naik keledai itu?”

“Apakah kamu mendengar perkataan mereka, Nak? Kalau begitu mari kita naiki keledai ini sama-sama.” kata Juha kepada anaknya.
Lalu mereka pun bersama menunggangi keledai itu. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki Juha dan anaknya “Kasihanilah binatang yang kurus kering itu. Kalian berdua menungganginya, padahal kalian lebih berat dari pada keledai ini.”

“Kau dengar tadi?” kata Juha kepada anaknya sambil turun dan menurunkan anaknya dari atas keledai. “Kalau begitu, mari kita berjalan bersama-sama dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita.” Kata Juha lagi.

Akhirnya Sang ayah dan anaknya melanjutkan perjalanan, sementara keledai berjalan di depan mereka berdua. Lalu mereka melintasi segerombolan pemuda berandalan yang mabuk, melihat Juha dan anaknya yang sedang berjalan kaki, gerombolan itu pun meneriaki mereka berdua “Yang pantas itu keledai yang menaiki kalian berdua, sehingga kalian dapat membuatnya terhindar dari kendala – kendala di jalan.”

Juha terpengaruh ucapan pemuda berandalan itu. Ia dan anaknya kemudian memikul keledai itu dengan menggunakan batang kayu yang merreka temukan di jalan. Baru saja Juha dan anaknya berlalu melanjutkan perjalanan, orang – orang dibelakang mereka menertawakan pemandangan aneh itu.

Juha berhenti dan menoleh kepada anaknya sambil berkata, “Wahai anakku, jika mendengar dan mengikuti semua omongan manusia. Tidak akan ada habis – habisnya.”
Dan mereka berdua pun tertawa.


Cerita Dongeng – Burung Bangau Tua Yang Licik

cerita dongeng bangau tua yang licik

Diceritakan dahulu kala. Ada seekor bangau tua yang susah, susah karena ia tidak dapat menangkap ikan secepat dulu lagi. Usianya telah menggerogoti kekuatan dan kegesitan nya, padahal Talaga dimana tempat ia tinggal banyak sekali ikannya yang berwarna-warni.

Si bangau yang sudah tua itu telah menjadi loyo dan lemah, ia tidak dapat lagi menangkap ikan-ikan di danau itu. Sejenak bangau itu berpikir,
” sepertinya aku harus menggunakan siasat” dalam pikiran bangau tua itu.
Kemudian bangau tua itu pasang aksi di tepi Telaga. Ia berdiri terpekur dengan wajah murung dan sedih. Walau pun kan-ikan yang berenang di dekatnya sengaja tidak ia hiraukan, padahal seperti biasanya ia selalu mematuk atau memangsa ikan-ikan di dalam danau itu.

Tiba-tiba seekor kodok menghampirinya dan bertanya ” pak Bangau, mengapa engkau kelihatan sedih sekali? Mengapa engkau tidak mencoba menangkapku?”
” tidak,” kata bangau dengan sedih. ” aku sudah tua, aku sudah cukup puas karena sudah banyak sekali ikan ikan, kodok kodok dan kepiting kepiting yang ku makan dari Telaga ini.”
” lho? Terus kenapa kok kelihatannya engkau bersedih?” sahut Si Kodok
” semuanya akan berakhir…” kata bangau tua.
” ada apa kiranya bangau?” si Kodok penasaran.

Kembali sibangau berkata dengan sedih, ” kemarin aku telah mendengar rencana penduduk setempat, rupanya mereka akan mengosongkan Telaga ini dan akan menimbun dengan tanah untuk menanam buah dan sayuran.”
” wah, itu gawat sekali…!” seru Si Kodok
” Iya, semua ikan-ikan, kodok, kepiting dan hewan-hewan lainnya akan mati tertimbun oleh tanah, lalu aku juga mungkin akan mati karena tidak dapat mencari makan lagi.” ujar si bangau sedih dengan diiringi tetes air mata.

Si Kodok yang lincah berenang itu segera memberitahukan hal itu kepada penghuni Telaga lainnya. Semua ikan, kodok, kepiting dan hewan-hewan kecil lainnya ketakutan mendengar berita buruk itu.
” apa yang harus kita lakukan?” tanya mereka kepada sesamanya
” mari kita menemui Pak Bangau, ia lebih tua dan berpengalaman Mungkin ia bisa membantu untuk menyelamatkan kita.”

Sambil menangis tersedu-sedu semua penghuni Telaga menghadap bangau tua, mereka memohon,” selamatkanlah kami, kami tidak mau mati. Hanya engkau bangau tua yang dapat memikirkan rencana untuk menyelamatkan kami.”
Si burung bangau tua berpura-pura berfikir dengan keras dan berkata
” aku akan mencoba kemampuan terbaik untuk menyelamatkan nyawa kalian semua, aku tahu Telaga lain cuma agak sedikit jauh dari sini. Bila kalian percaya kepadaku, aku akan membawamu dan semuanya ke sana.” begitu ucap bangau tua kepada para penghuni danau.

Akhirnya, semua ikan, kodok dan kepiting mulai bertengkar di antara mereka sendiri. Masing-masing ingin paling dulu dibawa oleh si Bangau.
” sebentar, sebentar semuanya,” kata si bangau dengan tegas ” kita semua harus sabar. Aku sudah tua dan lemah serta mudah lelah. Aku akan membawamu seekor seekor pada waktu pada satu waktu. Aku akan membawa ikan-ikan terlebih dahulu.”
” sekarang saatnya menjalankan rencana itu,” pikir sang Bangau.
Lalu kemudian ia cepat-cepat mematuk seekor ikan di paruhnya yang tajam itu lalu bangau tua pun terbang.

” sudah sampai kah kita ke Telaga, tuan Bangau?” tanya si ikan dengan sangat ketakutan setelah beberapa lama dibawa terbang oleh si Bangau tua dua.
” ehem, ehem,” jawab sibangau dengan paruhnya mengatup lebih erat pada ikan. Kemudian si bangau tua hinggap pada tebing Karang dan dengan cepat yang melahap mangsanya.

Hari-hari berlalu penuh kegembiraan bagi sang Bangau. Manakala ia merasa lapar, ia akan mengambil seekor ikan dan berpura-pura mengangkutnya ke Telaga yang baru, menjadikannya santapan lezat.

Suatu hari, seekor Kepiting datang menuju sang Bangau dan bersungut-sungut ” pak bangau, itu tidak adil. Kau tampaknya hanya membantu para ikan saja. Setiap hari engkau membawanya meninggalkan Telaga ini, lalu kapan giliranku?”
Si bangau tua pun tersenyum licik pada dirinya ” hehehe… Kesempatan baik mendapat ekor kepiting untuk makan siang hari ini,” pikir Si bangau tua di dalam hatinya
” baiklah kepiting,” kata si Bangau, ” hari ini giliranmu.”

Akhirnya, si bangau tua itu membawa si kepiting dalam paruhnya dan segera terbang. Mereka terbang agak jauh tetapi kepiting tidak dapat melihat tanda-tanda adanya telaga yang dijanjikan.
Ketika sang bangau mulai menukik menuju tebing Karang di bawah, sedikit timbul kecurigaan si kepiting. Ketika mereka semakin dekat pada tebing, sang kepiting terkejut menyaksikan tulang tulang ikan berserakan dimana-mana. Akhirnya sang kepiting menyadari, apa yang sebenarnya yang telah dilakukan oleh si bangau tua.

” ternyata ia menipu kami,” pikir Si kepiting.” awas ya, akan kubalas kau bangau tua.”
Ketika bangau mulai terbang merendah, tiba-tiba si kepiting mencengkeram leher bangau yang panjang dan ramping itu dengan cupit nya yang kuat dan menjepitnya kuat-kuat.

” aduh,” sang bangau memekik ” lepaskan aku!”
Akan tetapi sikepiting malah justru menguatkan dan mengeraskan jepitannya. Sibangau tua berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkraman Kepiting itu akan tetapi ia tidak berhasil.

” mampuslah kau bangau keparat,” teriak si kepiting dengan mengerahkan seluruh tenaganya hingga leher sibangau putus. Kepalanya menggelinding ke tanah. Si kepiting yang pemberani itu menyeret kepala bangau yang putus ke dalam telaga. Semua penghuni Telaga bertanya heran,

“lho,,? Kamu kenapa kok kembali lagi?”
” Iya,” jawab si kepiting dengan sangat marah ” pak bangau rupanya adalah penipu besar. Ia secara licik telah membuat jebakan untuk membunuh semua ikan, kodok dan kepiting dari Telaga ini. Ia telah berbohong tentang membawa kita dengan selamat. Ia hanya membawa kita satu persatu pada tebing Karang yang tandus Dan melahap Kita. Namun bagaimanapun juga, aku telah mengakhiri rencana jahatnya itu dengan cara memutus lehernya.”

Seluruh penghuni Telaga itu bersorak gembira, mereka mengelu-elukan si kepiting sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan jiwa mereka.


Cerita Dongeng – Kisah Monyet dan Kelinci

Awal cerita pada suatu hari, terlihat di pinggir sungai ada seekor monyat dan seekor kelinci. Biasanya si kelinci suka mendengar cerita-cerita dari si monyet. Sebenarnya si kelinci suka akan cerita-erita si monyet, akan tetapi si kelinci sedikit risih dan terganggu dengan cara kebiasaan buruk si monyet yang suka menggaruk-garuk hampir semua bagian tubuhnya ia garuk-garuk.

  Cerita Fabel

Dan begitupun sebaliknya, Si monyetpun suka apabila mengobrol dengan si kelinci, akan tetapi si monyet pun merasa terganggu dengan kebiasaan buruk si kelinci yang suka mengendus-endus dan suka menggerakan kuping nya kesisi kanan dan kesisi kiri.

Dan pada akhirnya simonyet pun memberanikan diri berkata dengan maksud menegur kepada si kelinci. “Hei kau kelinci, apakah kau bisa menghentikan kebiasaan buruk mu itu ?” tegur si monyet kepada si kelinci

“Menghentikan apa monyet?” si kelinci balik bertanya
“Berhenti mengendus-endus, berhenti menggerak-gerakan hidung, dan berhenti menggerak-gerakan telinga mu yang panjang itu kelinci…, Betapa buruknya kebiasaan kau kelinci …” Jawab si monyet

“Hei kau monyet, kau hanya bisa menilai kebiasaan buruk ku saja, bagimana dengan kebiasaan buruk mu? di setiap kita lagi asik ngobrol kau selalu saja menggeruk-garuk. Sungguh sangat buruk kebiasan mu itu monyet” Tegur si kelinci membalas teguran si monyet tadi

“kelinci, aku tidak bisa menghentika nya,” kata si monyet
“Monyet, aku tidak selalu harus mengendus, menggerakan telinga dan hidung ku.” kata si kelinci membalas perkataan yang di lontarkan si monyet kepadanya tadi. Akhirnya mereka pun saling membalas pembicaraan itu. Dan si monyet pun karena tidak terima di tegur seperti itu oleh si kelinci, akhiranya si monyet pun menantang kelinci untuk bertanding.

Si monyet meminta si kelinci mulai saat ini dia tidak boleh lagi mengendus-endus dan menggerak-gerakan hidung dan telinganya lagi. dan si monyet pun sama, ia tidak akan lagi menggaruk-garuk lagi.

Singkat cerita, keesokan harinya mereka berdua pun bertemu kembali di pinggir sungai ditempat biasanya mereka berdua bertemu. Mereka berdua sedang menjalankan misi tantangan yang susah, si monyet jangan menggeruk-garuk lagi, begitupun si kelinci tidak boleh mengendus-endus, atau menggerak-gerakan hidung dan telinganya.

Akhirnya sesuai dengan hasil keputusan janji mereka berdua, kelinci dan monyet pun hanya duduk terdiam saja. si monyet tetap diam tapi dia diam sedang menahan ingin menggaruk merasakan kulitnya yang sangat gatal, ia ingin menggaruk dagunya, dan lengan kiri dan kanan nya pun angat terasa gatal. Akan tetapi si monyet tetap mencoba bertahan dan tetap terdiam.

Begitu pun halnya, si kelinci pun sedang berusaha menahan kebiasaan buruknya itu. Sebenarnya Ia ingin sekali mengendus-enduskan hidungnya, ingin sekali menggerakan kupingnya, tapi ia tetap terlihat duduk diam.

“Monyet, aku punya ide, Kita duduk diam di sini sudah sangat lama, dan aku pun sudah mulai bosan. Bagaimana kalau kita mengobrol dan bercerita untuk menghabiskan waktu.” Kata si kelinci

“Itu ide yang sangat bagus kelinci, silahkan kau kelinci bercerita terlebih dahulu ” Kata si monyet

Si kelinci pun mulai bercerita. “Monyet, saat kemarin aku akan datang kesini untuk menemui mu, aku mencium seperti ada singa di balik rerumputan. Oleh karena itu, aku pun mengendus-endus udara, tetapi singa itu tidak ada disana. Tapi aku belum yakin di balik rumput itu tidak ada singa, Nah untuk memastikannya aku pun menggerakan hidung ku beberapa kali, tapi tidak ada bau singa disana. Kemudian aku menggerak-gerakan telinga ku ke kiri dan kekanan untuk mendengarkan, tetapi memang tidak ada singa di sana. Dan akhirnya aku pun yakin bahwa di balik rumput itu memang tidak ada singa. Kemudian akupun melanjutkan perjalanan ke sini untuk menemuimu temanku.”

Simonyet pun mendengarkan cerita si kelinci itu yang bercerita sambil menggerak-gerakan hidung dan telinganya.

Kemudian si monyet pun mulai bercerita. “temanku, kemarin pun sama. Saat aku akan menemuimu disini di tengah jalan aku berpapasan dengan beberapa anak-anak, mereka jahil sekali kepadaku kelinci. pertama salah satu diantara mereka melemparkan kelapa dan mengenai kepalaku tepat disini, dan sianak satunya melemparkan batok kelapa dan tepat sekali mengenai daguku disini kelinci. Dan dua anak perempuan itu melempar ku dengan batok kelapa juga tepat mengenai tangan kiri dan tangan kanan ku. Kemudian akupun lari secepat-cepatnya ketepi sungai ini untuk menemui mu sahabat ku.”

Sikelinci pun mendengarkan dan melihat gerakan simonyet saat bercerita. Dan sikancil pun tertawa cekikikan, dan si monyetpun tertawa lebar. Sebenarnya sikelinci tahu apa yang dilakukan oleh simonyet, dan sebaliknya si monyet pun tahu apa yang dilakukan si kelinci.

“ya…ya..ya monyet, cerita mu memang sangat bagus monyet. tapi kau kalah dalam pertandingan ini monyet, karena kau menggeruk saat bercerita.” kata sikelinci

“Iya kelinci, cerita mu juga benar-benar bagus kelinci. Tetapi saat kau bercerita kau mengendus-endus dan menggerakan telinga mu.” balas si monyet

“aku pikir kita berdua tidak ada yang bisa menghilangkan kebiasan buruk kita ini. Karena aku sendiri tidak bisa menghilangkan kebiasaan ini ” kata sikelinci sambil mengendus-endus dan mengerak-gerakan telinganya

“Aku pun sama kelinci, aku pun tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk ini.” Kata si monyet sambil menggaruk-garuk kepala, dagu dan menggeruk tangan kanan kirinya.

Akhirnya keduanya setuju, bahwa kebiasaan buruk mereka berdua susah dihilangkan. dan mereka pun setuju untuk tidak merasa terganggu dengan kebiasaan mereka masing-masing.

Pesan moral dari Dongeng pendek ini adalah Bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, Dan kita sebagai makhluk sosial harus dapat menerima kekurangan orang lain dan tidak memaksakan kehendak kita.


Cerita Dongeng – Asal Usul Nyamuk

cerita dongeng asal usul nyamuk

Dahulu kala, di sebuah perkampungan ada seorang petani yang sedehana dengan bersama istrinya yang sangat cantik. Mereka ber dua tingal di rumah yang sedehana dan hidup mereka pun bergantung kepada hasil tani. Sipetani selalu bekerja keras setiap hari di ladang, akan tetapi siistri kerjanya hanya bersolek saja bahkan siistri tidak mempedulikan akan rumah tangganya.

Dalam hidup yang serba sederhana, rupanya sang istri tidak puas dengan keadaan hidup mereka. Dia merasa selayaknya suaminya itu berpenghasilan besar agar supaya Ia bisa merawat kecantikannya. Ka rena si Petani sangat menyayangi istrinya ia pun bekerja lebih keras untuk memnuhi tuntutan si istri. Akan tetapi sekeras apapun ia bekerja, tetap saja si petani itu tidak bisa memenuhi kebutuhan istrinya, karena selain istrinya suka minta di belikan obat-obat kecantikan yang harganya mahal, Si istri juga suka minta di belikan pakaian yang bagus – bagus yang berharga mahal juga.

Si istri petani pun akhirnya jatuh sakit karena Dia hanya sibuk mengurusi penampilan dan kecantikannya saja, dan tidak memperhatikan kesehatannya. hari demi hari siistri sakitnya makin parah saja dan pada akhirnya Siistri petani itu meningal dunia. Terlihat si suami sangat begitu sedih, sepanjang hari ia terus saja menangisi istrinya yang kini sudah terbujur kaku tanpa daya. Karena ia sangat menyayanginya, si petani pun tidak mau menguburkan tubuh istri yang sangat dicintainya itu. Dan dia pun berfikir dan berniat untuk menghidupkan nya kembali.

Pada Esok harinya si petani malang itu menjual semua miliknya untuk membeli sebuah sampan. Untuk di gunakan menyusuri sungai menuju tempat yang diyakininya sebagai tempat persemayaman para dewa-dewa. “Pasti para dewa mau menghidupkan kembali istriku”, begitu yang ada dipikiran nya. Walau pun dia tidak begitu tahu persis dimana tempat persemayaman para dewa itu, petani itu terus saja mengayuh sampannya sampai akhirnya sampan itu pun tersangkut karena kabut tebal yang menghalangi pandangannya.

Ketika kabut menguap, terlihat samar dihadapannya berdiri sebuah gunung yang sangat tinggi, yang puncak gunung itu sampai menembus awan. Dia berpikir disinilah tempat tinggal para dewa dewa. Dan dia pun lalu mendaki gunung yang sangat tinggi itu dengan membawa jasad istrinya.

Didalam perjalanannya si petani itu bertemu dengan seorang lelaki tua.
“Kau pasti dewa penghuni khayangan ini,” seru sipetani kepada si lelaki tua itu. Dan Dia pun menjelaskan panjang lebar tentang maksud kedatangannya ketempat itu. Lelaki tua menjawab sambil tersenyum ” sungguh, kau adalah suami yang baik sekali. Akan tetapi, apa gunanya jika meng hidupkan kembali istrimu? ” tanya lelaki tua itu.
“Dia sangat berarti bagiku, dan dia lah yang membuat aku bersemangat. Maka tolong hidupkan lah istriku kembali,” Jawab sipetani dengan penuh harap.

Lalu lelaki tua itu menganggukan kepalanya dan berkata, “Baiklah kalu itu kemauan mu, akan aku turuti permintaan mu itu. Sebagaimana sebagai balasan atas kerjakeras mu selamaini, aku akan memberimu rahasia bagaimana caranya menghidupkan kembali istri mu. Sekarang kau tusuk ujung jarimu, lalu kau teteskan 3 tetes darah mu ke mulutnya. Dan niscaya istrimu akan hidup kembali, dan jika istri mu macam-macam, kau ingatkan dia bahwa dia hidup dari tiga tetes darah mu.”

Dan sipetani pun langsung dengan segera melaksanakan pesan dari lelaki tua tadi. Dan ajaib, istrinya benar – benar hidup kembali. Dan tanpa berpikir panjang, sipetani pun membawa pulang istrinya. Tapi sang istri tahu , bahwa selain sampan yang dinaiki mereka berdua, kini si suaminya pun tidak punya apa-apa lagi karena semuanya sudah ia jual. Lalu bagaimana dan dengan apa suaminya bisa memenuhi untuk merawat kecantikannya.

Setelah lama perjalanan menyusuri sungai, lalu sampai lah si petani dan istrinya itu disebuah pelabuhan yang begitu ramai. Sipetani pun turun dari sampannya dan pergi kepasar untuk membeli bekal perjalanan mereka. Kebetulan disebelah sampan mereka bersandar sebuah perahu yang sangat indah milik saudagar kaya yang sedang bersinggah juga di tempat itu. Si saudagar pun melihat kecantikan si istri sipetani itu, si saudagar pun jatuh cinta dan membujuk perempuan cantik itu agar ikut bersamanya.

“Seandainya kalau kau mau ikut bersamaku, aku berjanji apa pun yang kau minta akan aku berikan,” kata sang saudagar.
Dan siistri petani itu tergoda, akhirnya Dia pun pergi ikut dengan sang saudagar kaya itu. Sepulangnya daripasar si petani terkejut bukan main, karena istrinya tidak ada di sampannya. Dia pun mencari istrinya kesana kemari, akan tetapi sia-sia.

Singkat cerita, Setahun sudah berlalu. Sipetani pun akhirnya bertemu dengan istrinya. Akan tetapi istrinya menolak untuk kembali kepadanya. Sipetani pun lalu teringat kepada dewa di gunung khayangan itu. Sipetani pun berkata kepada istrinya, “Sungguh, sungguh kau tidak tahu berterima kasih. Asal kau tahu, bahwa kau bisa hidup kembali karena kau minum tiga tetes darah ku.”

Istrinya pun tertawa mengejek, “Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darah mu? baiklah….” Sang istri pun menusuk salah stu ujung jarinya dengan maksud memberi tiga tets darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jari nya, tiba-tiba wajah nya menjadi pucat, dan tubuhnya pun menjadi lemas, dan hingga akhirnya jatuh mati tak berdaya.

Setelah si istri mati, dia pun menjelma menjadi seekor nyamuk. Nah sejak itu, disetiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia, dengan harapan agar Dia bisa kembali ke wujudnya semula.


Cerita Dongeng – Kisah Kupu Kupu dan Semut

Pada suatu hari, di kisahkan didalam hutan yang sangat lebat, didalamnya tinggal bermacam-macam binatang, ada semut, ada gajah, harimau, burung, kupu-kupu dan sebagainya.

  Cerita Motivasi

Satu malam datanglah badai yang sangat dahsyat, badai yang membuat seluruh penghuni hutan itu menjadi panik. Semua para binatang berlarian ketakutan dan berusaha berlindung dari badai yang dahsyat itu.

Keesokan harinya matahari muncul dengan sangat cerah, setelah semalam diporak porandakan oleh badai. Terdengar suara kicauan-kicauan burung yang merdu. Akan tetapi banyak sekali pepohonan yang tumbang dan terlihat berantakan akibat badai semalam.

Di salah satu dahan pohon yang tumbang tersebut menempel satu kepompong. Ia tampak sedih karena saat semalam badai datang, ia tidak bisa lari untuk berlindung.

Tak lama kemudian keluar seekor semut yang muncul dari balik tanah. Semut yang mempunyai sifat sombong dan angkuh seakan tidak perduli melihat keadaan kepompong.

Dengan sombongnya si semut berkata “Hey, kau kepompong. Coba kau lihat aku, aku bisa berlindung dari serangan badai semalam. Aku tidak seperti kau kepompong, lihat tubuh mu yang hampir rusak dan basah kuyup akibat badai, ha..ha…ha…. ” ucap sisemut dengan sombongnya.

Tak hanya sombong dihadapan kepompong saja, ternyata si semut pun menyombongkan dirinya kepada binatang lain didalam hutan yang sedang bersedih karena kerusakan badai semalam.

Sampai ke esokan harinya, saat sisemut berjalan-jalan, si semut tidak sadar kalau dia telah menginjak lumpur hidup. Tak lama semut pun terjebak dan hampir terhisap oleh lumpur itu.

“Toolooonggg… toloooooongggg… aku terjebak dilumpur ini… tolong lah aku,” teriak si semut.

Tak lama muncul lah seekor kupu-kupu terbang diatas si semut.

“Hey, kau kupu-kupu. tolong lah aku,” pinta si semut

“Kenapa aku harus menolong mu semut, bukankah kau itu hebat bisa selamat dari apapun,” jawab kupu-kupu.

“aku masih ingat perkataan mu semut, dengan sombongnya kau menghina dan tertawa diatas penderitaan ku kemarin. Apakah kau masih ingat aku semut? aku kepompong yang kau tertawakan disaat aku sedang sedih karena badai kemarin,” lanjut kata sikupu-kupu.

Sisemut mendengar itu merasa malu sekali atas kesombongannya dan atas sikapnya yang mentertawakan binatang lain yang sedang kesusahan.

“Maafkan aku kupu-kupu, memang kemarin aku telah salah kepada mu. Tapi jika kau jika kau mau menolongku, aku sangat berhutang budi kepada mu. Dan jika kau tidak mau menolong ku, aku tidak akan menyalahkan mu, biar lah aku mati bersama kesombongan ku terhisap oleh lumpur ini,” kata si semut.

Kupu-kupu yang melihat kejadian itu tentu saja tidak tega melihat semut yang sedang kesulitan bertaruh nyawa dengan lumpur. Dan akhirnya si kupu-kupu menolong sisemut keluar dari lumpur itu.

Sisemut pun berjanji tidak akan menghina dan mentertawakan binatang-binatang didalam hutan yang sedang kesusahan.

Nah adik-adik yang baik, hikmah yang bisa kita petik dari Dongeng anak diatas bahwa kita sebagai makhluk tuhan mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi janganlah kita menyombongkan diri atas apa yang kita punya. Apalagi kita mentertawakan teman kita yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan.


Cerita Dongeng – Kenapa Unta Hidup di Gurun Pasir

cerita dongeng unta hidup di gurun

Suatu hari didalam hutan, Seekor Singa siraja hutan akan menyelenggarakan perayaan ulang tahun. Sang singa pun turut mengundang binatang-binatang yang ada di dalam hutan untuk hadir pada pesta perayaan ulang tahunnya, dan yang ikut diundang termasuk monyet dan unta.

Semua binatang dihutan hadir, mereka terlihat gembira karena selama ini Sang Singa telah menjadi pemimpin yang baik. Termasuk binatang-binatang kecil juga merasa terlindungi.

Perayaan ulang tahun sang Singa terlihat sangat meriah sekali. Selain para binatang yang ada didalam hutan hampir semua nya hadir, mereka juga beraksi menunjukan diri dengan kebolehannya masing-masing.

Sang Singa memenggil monyet untuk menari di didepan para tamu, karena selama ini monyet dikenal paling pandai menari. Dan monyet pun maju kedepan para tamu.

“Inilah Monyet… Penari terbaik yang ada dihutan ini…” ucap Sinoa

Monyet memberikan hormat dan senyum termanisnya kepada para tamu yang hadir. Dan monyet pun mulai menari dengan indah dengan diiringi suara nyayian burung yang merdu, dan binatang lainnya yang juga ikut bernyanyi.

“Indah sekali tarian si monyet,” ucap gajah
Binatang lain juga tidak memungkirinya, memang monyet adalah penari yang paling hebat. Tak hanya para tamu yang hadir yang memuji keindahan tarian si monyet, termasuk Sang Singa pun dibuat kagum oleh tarian monyet.

Akan tetapi ada salah satu binatang yang merasa iri melihat para tamu semua hampir memuji monyet. Dia adalah si unta, unta merasa bahwa tarian monyet biasa-biasa saja, tidak terlihat indah.

“Aaahhh, aku juga bisa menari, bahkan lebih indah dari tarian si monyet.” ucap si unta

Monyet pun selesai menari dan para binatang bertepuk tangan, kecuali si unta. Unta pun memberanikan diri untuk maju, si unta bertekad akan menari dengan sangat indah bahkan lebih indah dari tarian si monyet.

“Paduka, ijinkan hamba menari. Hamba juga bisa menari bahkan jauh lebih indah dibandingkan tarian si monyet,” Ucap unta meminta ijin kepada sang Singa.

Sang Singa pun mempersilahkan si unta untuk menar. Burung mulai mengiringi dengan nyanyian dan kemudian unta pun mulai menari-nari. Akan tetapi karena tubuhnya besar, bukan tarian yang indah yang ia tampilkan. Melainkan gerakan-gerakan yang terlihat konyol, saat si unta mengengkat satu kakinya dan kemudian ia terjatuh dan mengenai Sang Singa.

Sang singa pun geram dan marah, karena ia hampir saja terluka karena ulah si unta.
“Tangkap unta ini dan bawa dia pergi dari sini,” Seru sang Singa marah.

Beberapa binatang lalu mengusir si unta. Bukannya mendapat pujian si unta malah terusir dari pesta itu, dan bahkan terusir juga dari hutan. Itu semua karena sifat iri hati si unta.

Itulah kenapa sampai saat ini unta tinggal digurun pasir. Si unta sebenarnya sangat menyesal karena sudah iri dengan monyet. Akan tetapi sang Singa si raja hutan sudah tidak mau lagi menerimanya dihutan.


Cerita Dongeng – Raja Bijak Menguji Rakyatnya

Awal cerita, Ada seorang raja bijak ingin menguji kerajinan dan kepedulian rakyatnya. Pada sore harinya sang raja diam-diam menaruh batu ditengah- tengah jalan yang sering dilewati orang. Sebuah batu itu diletakan persis di tengah jalan, sehingga sangat tidak enak dipandang dan menghalangi langkah orang.

Sang Raja sengaja sengaja ingin mengetahui sikap rakyatnya yang sedang berlalu -lalang di jalan tadi. Tampak seorang petani melintas membawa gerobak barang yang penuh dengan barang bawaan. Ketika melihat batu menghalangi jalannya, Ia langsung mengomel dan Ia pun marah-marah.

“Dasar memang orang-orang disini malas-malas..! Batu di tengah jalan didiamkan saja…!” sambil terus menggerutu, ia membelokan gerobaknya untuk menghindari batu tadi dan Ia pun meneruskan perjalannya.

Setelah itu lewatlah seorang prajurit sambil bernyanyi-nyanyi tentang keberaniannya di medan perang. Karena kurang memperhatikan jalanan, siprajurit tersandung batu itu dan hampir tersungkur.
“Aduh…! kenapa orang malas menyingkirkan Batu keparat ini?” teriak si prajurit geram sambil mengacungkan pedang. Meski marah-marah si prajurit itu tidak melakukan tindakan apapun terhadap batu itu. Sebaliknya Ia hanya melangkahi batu tersebut dan berlalu begitu saja.

Tidak lama kemudian, seorang pemuda miskin sambil membawa gerobak melewati jalan itu. Ketika melihat batu tadi, Ia berkata didalam hati, “Hari sudah akan beranjak mulai gelap, bila orang melintas dijalan ini dan orang tidak berhati-hati melintas, pasti akan tersandung. Batu ini bisa mencelakai orang.”

Walaupun Ia lelah setelah bekerja keras selama seharian, dengan susah payah pemuda itu memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah memindahkan batu, pemuda itu terkejut melihat sebuah benda tertanam dibawah batu yang di pindahkannya. Sebuah kotak berisi sepucuk surat berbunyi “Untuk rakyat ku yang rela memindahkan batu penghalang ini. Karena engkau rajin dan peduli kepada orang lain, maka terimalah lima keping emas yang ada di dalam kotak ini sebagai hadiah dari raja mu.”

  Cerita Cinta

Pemuda miskin itu langsung bersujud syukur dan memuji kedermawanan rajanya. Peristiwa itu pun menggemparkan seluruh negri. Raja telah mengajran pentingnya nilai kerajinan dan kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dalam menghadapi rintangan.


Cerita Dongeng – Asal Usul Nama Tokek

Pada jaman dahulu, ditepi Hutan Jati Suci disebuah gubuk hidup seorang kakek yang sudah amat tua dengan satu muridnya. Kakek tua itu bernama Mpu Kirli dan satu-satu nya murid si kakek itu bernama Toka. Umur Sitoka sekitaran 15 tahun, toka pun begitu sangat patuh sekali akan petuah maupun petunjuk dari gurunya Mpu Kirli yang sudah mengasuh Toka sejak dia masih kecil.

Sebenarnya Gurunya itu mempunyai sifat yang kikir, pemarah dan sangat pemalas, dan gurunya pun si Mpu Kirli merupakan sosok yang hanya mementingkan diri sendiri saja. Dan sebenarnya Mpu kirli tidak menyukai si toka, tapi dia tidak punya pilihan lain karena si toka bisa disuruh suruh untuk melakukan pe kerjaan apa pun dari mpu kirli.

Kerjaan gurunya setiap hari hanya bermalas malasan saja dberanda rumahnya tanpa melakukan kegiatan apa pun yang berartti. Dan semua kegiatan dan pekerjaan baik di dalam rumah maupun di luar semua dikerjakan oleh si Toka. Kesombongan mpu kirli telah memnguasai dirinya, membuat hatinya tertutup untuk sedikit ikut merasakan dan menghargai apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan oleh si toka.

Disuatu pagi Mpu kirli memanggil manggil si toka sambil dia duduk di kursinya. “Toka, toka … kemarilah kau nak … ” panggil si Mpu kirli. Toka pun berlari mengampiri gurunya walau pun ia masih sibuk menjemur kayu bakar dihalaman.
“Ada apa guru ?” Jawab sitoka sambil duduk bersimpuh didepan Mpu kirli.
“Beberapa hari ini kalau aku amati, hujan sering sekali turun. Coba kau mencari jamur didalam hutan sana, pasti banyak tumbuh jamur jamur didalam hutan sana.” perintah Mpu kirli kepada si toka.

“Baiklah guru, toka akan berangkat sekarang kehutan.” tukas si toka sambil bergegas mempersiapkan keranjang bambu kecil.
“Toka, toka kemarilah sebentar” panggil Mpu kirli kembali
“Ada apa guru?” jawab si toka sambil menghampiri Mpu kirli
“Setelah kau mendapatkan jamur, kau jangan langsung menjualnya ke pasar, kau bawa kepadaku dahulu, biar aku yang memilih mana jamur beracun dan yang tidak beracun. kau paam toka?” titahn gurunya
“baik guru” jawab toka sambil mengangguk tanpa prasangka.

Sitoka pun segera berangkat pergi ke dalam hutan. Sebenarnya alasan mpu kirli menyuruh si toka membawa jamur kepadanya adalah agar Mpu Kirli bisa melihat seberapa banyak jamur yang telah dibawa oleh Toka, sehingga uang hasil penjualan bisa ia perkirakan terlebih dahulu. Mpu Kirli takut kalau-kalau Toka membohonginya sewaktu menjual jamur itu ke pasar.

Waktu terus berlalu, dan tak sampai siang hari Toka telah kembali ke gubug dan langsung menemui gurunya. Sambil berlari-lari kecil Toka segera menemui gurunya
“Guru, benar kata Guru. Toka menemukan banyak sekali jamur di hutan Guru, ini keranjangnya sampai penuh” Ujar Toka meluapkan kegembiraannya sambil terengah-engah menahan lelah.
“hhhmmh, cepat segera kau cuci ya jamur nya toka, apakah masih banyak jamur nya ya di hutan, toka?” tanya Mpu Kirli dingin.
“Baik Guru, Emmh … betul sekali Guru. masih banyak sekali jamur didalam hutan sana” Jawab Toka berbinar.

“kalau begitu, jamur ini kau letakkan saja didapur, ayo toka kita kembali lagi ke hutan sana untuk mencari jamur mumpung lagi musim.” Mpu Kirli takut kalau jamur-jamur yang ada di hutan tersebut akan diambil orang.
“Baik guru.” Toka segera bergegas menuju dapur.

Setelah selesai menyimpan jamur itu, Toka hendak memasak untuk sang Guru dan dirinya.
“Toka, apa yang kau lakukan? Ayo kita berangkat nanti keburu malam” Ajak Mpu Kirli.
“Guru tidak makan dahulu?” Tanya si Toka.
“Tidak usah toka, sekalian saja nanti seusai mencari jamur dihutan, Ayo kita segera berangkat.” Jawab Mpu Kirli sedikit kesal.
“Baik Guru … ” Toka membatalkan niatnya memasak, dan segera menyusul langkah gurunya menuju hutan.

Selama pencarian Toka hanya diijinkan untuk mengambil jamur jamur yang kecil saja, sedang yang besar dimasukan ke keranjang yang dibawa oleh Mpu Kirli. Sitoka tidak mengeluh, meski perutnya perih menahan lapar yang kian menyerang. Tak terasa waktu terus berjalan, hari menjelang senja dan malam pun akan segera tiba, Mpu Kirli tak peduli meskipun malam semakin mendekat, ia terus asik memungut jamur jamur yang bertebaran di hadapannya.

Saking asik nya, hari pun tak terasa telah berganti malam, Mpu Kirli pun tak menyadari bahwa Toka sudah meninggalkannya. Mpu Kirli kebingungan mencari muridnya.
“Toka … Toka … di mana kau Toka …?” “Dasar kau anak tak tau diuntung, Toka …” Mpu Kirli terus berteriak-teriak memanggil nama Toka.
Karena suasana gelap, Mpu Kirli tidak menyadari bahwa langkahnya semakin masuk ke dalam hutan. Dalam keputusasaan nya, Mpu Kirli akhirnya menemukan sebuah bangunan tua yang berlapiskan dinding kayu yang tebal. Meski gelap, Mpu Kirli mengerti bahwa bangunan itu pasti megah dan mahal. Dengan langkah kaki terseok, Mpu Kirli mendekati bangunan itu dan masuk ke dalamnya.

Di dalam ruangan ternyata ada lampu minyak yang menyala, namun suasana sepi sekali.
“Hmmmh, besar dan bersih juga rumah ini, andaikan aku yang memilikinya … hhhmmh …” Mpu Kirli sejenak mengamat-amati kondisi di dalam ruangan yang besar dan terlihat sepi itu.
Belum habis keheranan Mpu Kirli, tiba-tiba (BBRRakkkk) pintu tempat ia masuk tadi tertutup dengan keras sehingga membuat Mpu Kirli melompat karena kaget.
“Kurang ajar,” Mpu Kirli mengumpat dan mencoba membuka pintu itu kembali. Sekian lama Mpu Kirli mencoba membuka pintu itu, namun sia-sia, pintu itu tak bisa dibuka. Pintu itu seolah-olah berubah menjadi dinding baja yang tak bisa ditembus dengan kekuatan apapun. Ia menendang, menggedor-nggedor pintu itu, namun usahanya sia-sia saja. Karena sudah lemas dan kehabisan akal, Mpu Kirli berteriak-teriak memanggil muridnya, berharap ia akan datang dan menyelamatkannya, namun sia-sia saja karena Toka tidak pernah datang.

“Toka … Toka … Toka … tolonglah aku Toka … Toka …” Mpu Kirli terus berteriak sambil menangis. Mpu Kirli mulai terkulai lemas di sudut ruangan, matanya membengkak karena terlalu banyak menangis. Didalam kesedihan nya simpu Kirli mendongakan kepalanya keatas, Mpu kirli melihatada se ekor cicak yang merayap per lahan dan keluar dari bangunan itu melalui celah sempit daun pintu yang tertutup.
“Akh, andaikan aku menjadi cicak, pasti aku akan bisa keluar dari tempat terkutuk ini” gerutu Mpu Kirli yang sudah putus harapan.

Rupanya suara gerutuan dan harapan Mpu Kirli tadi dikabulkan oleh Tuhan, seketika ia berubah menjadi seekor cicak namun berukuran besar, sehingga Mpu Kirli tetap tak mampu keluar dari bangunan itu.

Dalam segala keputusasannya ia terus berteriak memanggil nama muridnya. “Toka … toka … toka …!” Mpu Kirli terus berteriak hingga suaranya berubah, bukan Toka lagi yang terucap, tapi suara yang keluar adalah “Tokek … tokek … tokek … tokek … tokek”. Sejak itulah muncul nama Tokek untuk menyebut nama cicak dengan ukuran besar.


Cerita Dongeng – Petani dan Gerobak Kuda

cerita dongeng petani dan gerobak kuda

Pada suatu hari, ada seorang petani yang tengah mengendarai gerobak dengan memebawa semua hasil panenya menuju ke pasar di kota. Jalan yang di lalui sangat licin dan becek, karena hujan deras baru saja mengguyur bumi. Hal itu membuat kedua kudanya merasa kesulitan dan lelah karena medan yang di lalui begitu sulit.

Hingga pada ahirmnya, roda kereta yang petani itu tunggangi terjebak dalam lubang yang berlumpur sangat dalam. Sehingga membuat kereta itu terhenti karena kuda yang menarik kereta itu tak mampu lagi menarik beban yang begitu berat. Dengan marah-marah, petani itu berteriak pada kuda-kudanya agar menarik kereta itu lebih kuat lagi.

Tapi karena beban yang di muat terlalu berat dan lubang berlumpur yang begitu daam, kuda-kuda tersebut tetap tak mampu menarik gerobak itu. Karena marah dan emosi, petani itu mengambil cambuk dan menyambuk kuda-kudanya dengan keras. Berharap kuda-kudanya segera menarik gerobak itu dan membebaskan roda gerobak dari jebakan umpur.

Tapi lagi-lagi kuda-kuda itu tetap tak mampu. Dengan kesakitan dan kepayahan yang sangat, ahirnya membuat kuda-kuda itu terduduk lemas. Petani itu malah tambah marah-marah dan mencambuk kudanya yang sudah tak berdaya dengan beringas. Ternyata hal tersebut di perhatikan oleh seorang pembesar yang ewat. Melihat perlakuan petani itu, pembesar itupun menegurnya.

“Hai kau petani bodoh..”. Kata pembesar itu dengan nada marah.
“Iya tuan ku.. “. Jawab petani itu dengan takut setelah tau yang menegurnya adalah seorang pejabat istana.
“Kau itu sungguh petani miskin, bodoh, kejam, dan tak memiiki hati. Kamu tak pantas di sebut manusia..”. Kata pembesar itu dengan spontan.
“Ma’af tuan ku, memangnya apa saah hamba?”. Tanya petani itu.
“Kau sudah tahu bahwa kuda mu sudah tak kuat, beban yang kamu bawa juga terlalu berat”.

“Buakanya membiarkan kuda mu istirahat, malah kau mencambuknya tanpa ampun”.
“Padahal kau sendiri hanya berada di atas gerobak tanpa mau berusaha dan mencari cara untuk membebaskan roda gerobak mu dari jebakan lumpur”.
“Cobalah jangan bersikap angkuh, hewan juga mahluk hidup sebagaimana kita. Cobalah kau turun, angkat roda mu untuk membantu kuda mu. Niscaya roda mu akan terbebas dari umpur tanpa perlu kau mencambuk kuda-kuda mu yang malang”. Kata pembesar itu.

Sadar akan kesalahnya, petanio itupun meminta ma’af. Dia pun membiarkan kudanya istirahat sejenak, dan mencarikan rumput sebagai makanan kuda-kudanya. Seteah di rasa cukup, dia pun mengangkat roda yang terjebak di lumpur sambil menyuruh kuda-kudanya untuk menarik gerobaknya. Ahirnya dengan susah payah dan usaha bersama, gerobak itupun terbebas dari jebakan kubangan lumpur. Dan petani itu kembali melanjutkan perjalananya dengan membawa peajaran yang berharga dalam hidupnya.

Nah, hikmah yang dapat kita ambil aedalah.. jangan hanya berpangku tangan tanpa mau membantu satu sama lain. Itu adalah sifat yang sangat buruk yang harus kita hindari. Dan cobalah untuk saing menghargai sesama mahluk hidup, baik hewan, tumbuhan, manusia, dan mahluk lainya. Karena mereka juga ciptaan tuhan sama seperti kita.

***

Demikianlah kumpulan cerita dongeng anak yang bisa diberikan kali ini. Semoga kompilasi terbaik cerita dongeng yang dibagikan ini bisa menjadi sumber bacaan ringan menarik bagi anak kesayangan anda.